BOJONEGORO – Suasana Desa Kesongo, Kecamatan Kedungadem, Kabupaten Bojonegoro, semakin semarak saat lapangan voli dipenuhi teriakan dukungan dan aksi smash para pemain.
Di tengah pelaksanaan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-129 Kodim 0813 Bojonegoro, olahraga menjadi cara sederhana untuk mempertemukan prajurit TNI, mahasiswa KKN Universitas Bojonegoro (Unigoro), dan pemuda desa.
Turnamen Bola Voli TMMD 129 bukan sekadar pertandingan untuk mengejar gelar juara.
Di balik persaingan di lapangan, kegiatan tersebut menjadi ruang untuk membangun keakraban, memperkuat komunikasi, sekaligus menumbuhkan sportivitas.
Pertandingan berlangsung sengit hingga akhirnya rangkaian turnamen ditutup dengan penyerahan piala dan penghargaan di depan Balai Desa Kesongo, Sabtu (8/8/2026) malam.
Hasil akhir turnamen voli antardusun dalam rangka TMMD ke-129 Tahun Anggaran 2026 menempatkan Tim Voli Yonif TP 885/BP sebagai juara pertama.
Posisi kedua diraih Tim Voli Satgas TMMD ke-129, sedangkan Tim Voli KKN-TK 01 Universitas Bojonegoro (Unigoro) berhasil mengamankan posisi ketiga.
Piala dan penghargaan diserahkan oleh jajaran Satgas TMMD ke-129 Kodim 0813 Bojonegoro bersama Pemerintah Desa Kesongo.
Kepala Desa Kesongo Kusnadi mengapresiasi kegiatan tersebut. Menurutnya, kehadiran TMMD memberikan warna tersendiri bagi kehidupan masyarakat selama program berlangsung.
“Program TMMD tidak hanya membawa perubahan fisik bagi desa kami, tetapi juga menghidupkan kembali semangat gotong royong dan kemanunggalan melalui kegiatan-kegiatan kemasyarakatan seperti turnamen voli ini,” tutur Kusnadi.
Sementara itu, Komandan SSK Satgas TMMD ke-129 Kodim 0813 Bojonegoro, Lettu Ckm Purnomo, menilai olahraga dapat menjadi sarana komunikasi sosial yang efektif.
Menurutnya, ketika TNI, masyarakat, mahasiswa dan unsur pendukung TMMD bertemu di lapangan dalam suasana santai, batas-batas formal menjadi lebih cair.
“Pertandingan ini bukan hanya mencari siapa yang menjadi juara, tetapi yang lebih utama adalah merajut kebersamaan dan menanamkan sportivitas.
Lewat kegiatan santai seperti ini, sekat-sekat itu mencair. Hubungan antara pilar TNI, masyarakat, mahasiswa KKN, dan seluruh unsur pendukung TMMD semakin solid dan erat,” tegas Purnomo.
Dia menambahkan, TMMD tidak hanya berkaitan dengan pembangunan fisik seperti jalan dan fasilitas publik.
Interaksi sosial dan pembentukan karakter masyarakat juga menjadi bagian penting dalam pelaksanaan program.
Semangat tersebut terlihat dari suasana pertandingan hingga acara penutupan. Piala, piagam penghargaan dan senyum para pemain menjadi penanda berakhirnya turnamen yang mempertemukan berbagai elemen di Desa Kesongo.
Di lapangan, memang ada tim yang keluar sebagai pemenang.
Turnamen voli tersebut meninggalkan pesan tentang pentingnya kebersamaan.
Smash, blok, dan sorak-sorai penonton akhirnya menjadi bagian dari cerita TMMD ke-129 di Kesongo bahwa membangun desa bukan hanya tentang jalan dan bangunan, tetapi juga memperkuat hubungan antara TNI, mahasiswa, pemuda dan masyarakat.
Semangat “TMMD Satukan Langkah Membangun Negeri dari Desa” pun terasa bukan hanya dalam pembangunan fisik, tetapi juga melalui kebersamaan yang tumbuh di tengah masyarakat. (er)







