Peristiwa

Terungkap, Asal Mula Penemuan Ratusan Senjata di Sekolah Swasta Jakarta Selatan

aksesadim01
9831
×

Terungkap, Asal Mula Penemuan Ratusan Senjata di Sekolah Swasta Jakarta Selatan

Sebarkan artikel ini
img 20260808 wa0020

JAKARTA – Penemuan ratusan senjata api beserta sejumlah barang mencurigakan di sebuah sekolah swasta di kawasan Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, menjadi perhatian publik.

Kasus ini ramai diperbincangkan di media sosial setelah polisi mengamankan berbagai barang dari sebuah ruangan yang diduga pernah digunakan mantan ketua yayasan sekolah.

Meski proses penyelidikan masih berlangsung, pihak sekolah memastikan aktivitas belajar mengajar tetap berjalan seperti biasa dan tidak terganggu.

Kuasa hukum sekolah, Hermawanto, menjelaskan bahwa proses pembongkaran ruangan dan pengamanan barang bukti dilakukan setelah jam sekolah berakhir sehingga para siswa tidak terdampak.

“Semua berjalan dengan baik. Kegiatan belajar mengajar berjalan dengan baik, tidak terjadi gangguan apa pun di sekolah,” ujar Hermawanto, Jumat (7/8/2026).

Ia menambahkan, seluruh barang yang ditemukan telah diamankan aparat kepolisian.

“Prosesnya dilakukan sore hingga malam hari, sehingga tidak mengganggu kegiatan belajar mengajar,” katanya.

Di sisi lain, Staf Ahli Ketua Pembina Yayasan, Untung Sangaji, mengungkapkan bahwa penemuan tersebut bermula ketika pihak yayasan hendak membuka sebuah ruangan yang akan dimanfaatkan untuk kepentingan sekolah.

Namun, saat ruangan dibuka, mereka justru menemukan sejumlah airsoft gun dan berbagai perlengkapan lain yang diduga berkaitan dengan senjata.

“Kami awalnya ingin membuka sebuah ruangan untuk kebutuhan anak sekolah, namun tiba-tiba kami menemukan airsoft gun,” ujar Untung di Polres Metro Jakarta Selatan, Kamis (6/8/2026).

Dari hasil pemeriksaan awal, ditemukan sebanyak 995 pucuk senjata, termasuk beberapa senjata laras panjang dan laras pendek, peredam, magasin, serta amunisi dengan berbagai kaliber.

Selain itu, terdapat sejumlah unit airsoft gun menyerupai FN P90, AK-47, dan M4 Carbine, taser gun, alat pembuat peluru, hingga buku panduan pembuatan amunisi.

Tak hanya itu, aparat juga menemukan barang lain seperti VCD porno dan narkoba yang kini masih didalami penyidik untuk mengetahui asal-usul serta keterkaitannya dengan kasus tersebut.

Menurut Untung, ruangan tempat ditemukannya berbagai barang tersebut diduga merupakan bekas ruang kerja mantan Ketua Yayasan berinisial IWD.

Dia mengaku terkejut karena di lingkungan sekolah terdapat peralatan yang berkaitan dengan pembuatan amunisi.

“Alat pembuat peluru, kok bisa ada di lingkungan sekolah ini,” ujarnya.

Dirinya juga mempertanyakan bagaimana aktivitas penyimpanan barang-barang tersebut bisa berlangsung tanpa diketahui.

“Kenapa di sekolah yang sangat kita hormati ini ada orang yang diam-diam melakukan kegiatannya di situ,” katanya.

Seluruh barang bukti kini telah diamankan oleh kepolisian untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut.

Polisi masih mendalami kepemilikan ratusan senjata, alat pembuat amunisi, serta barang-barang lain yang ditemukan di ruangan tersebut, termasuk menelusuri apakah seluruh temuan itu memiliki izin atau berkaitan dengan dugaan tindak pidana tertentu.

Sementara itu, pihak sekolah menegaskan kegiatan pendidikan tetap berlangsung normal dan berharap proses hukum dapat mengungkap secara tuntas asal-usul seluruh barang yang ditemukan di lingkungan sekolah tersebut. (dpw)