Daerah

Tayub dan Gunungan Warnai Sedekah Bumi Dusun Ringinanom Tumbrasanom Bojonegoro

aksesadim01
7659
×

Tayub dan Gunungan Warnai Sedekah Bumi Dusun Ringinanom Tumbrasanom Bojonegoro

Sebarkan artikel ini
IMG 20260619 WA0051

BOJONEGORO – Semangat kebersamaan dan kecintaan terhadap budaya lokal kembali mewarnai Dusun Ringinanom, Desa Tumbrasanom, Kecamatan Kedungadem, Kabupaten Bojonegoro.

Masyarakat setempat menggelar tradisi Sedekah Bumi pada Jumat (19/6/2026) sebagai bentuk rasa syukur atas hasil panen yang melimpah sekaligus upaya menjaga warisan budaya leluhur agar tetap lestari di tengah perkembangan zaman.

Kegiatan tahunan yang telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Dusun Ringinanom, Desa Tumbrasanom, Kecamatan Kedungadem, Kabupaten Bojonegoro tersebut berlangsung meriah dan penuh khidmat.

Berbagai elemen masyarakat turut hadir, mulai dari Forkopimcam, Kepala Desa Tumbrasanom beserta perangkat desa, tokoh agama, tokoh masyarakat, anggota Linmas, hingga warga dari berbagai kalangan usia.

Rangkaian acara diawali dengan arak-arakan gunungan yang berisi aneka hasil bumi.

Gunungan tersebut diarak dari kediaman Kepala Dusun Ringinanom menuju Punden Sendang Joko Cluntang, salah satu lokasi yang memiliki nilai sejarah dan spiritual bagi masyarakat setempat.

Sesampainya di lokasi, warga bersama-sama mengikuti doa bersama dan kenduri.

Dalam suasana penuh kekeluargaan, mereka memanjatkan doa sebagai ungkapan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas rezeki, kesehatan, keselamatan, serta keberkahan yang diberikan sepanjang tahun.

Tradisi ini juga menjadi sarana untuk mengenang jasa para leluhur yang telah mewariskan nilai-nilai luhur seperti gotong royong, persatuan dan kearifan lokal yang hingga kini masih dijaga oleh masyarakat Dusun Ringinanom.

Sebagai puncak perayaan, masyarakat disuguhi pertunjukan seni tradisional Langen Tayub yang dibawakan Grup Karawitan New Margo Laras dari Desa Banjargondang, Kecamatan Bluluk, Kabupaten Lamongan.

Penampilan yang dipimpin Ratno dengan koordinasi M. Hadisusilo tersebut sukses menarik perhatian warga yang memadati area kegiatan.

Kepala Dusun Ringinanom, Tomas Doni Irawan, mengungkapkan bahwa seluruh rangkaian acara dapat terselenggara berkat kekompakan dan semangat swadaya masyarakat.

“Tradisi ini kami laksanakan setiap tahun dengan dana murni dari swadaya masyarakat. Ini menjadi bukti kesadaran bersama untuk menjaga budaya sekaligus sebagai bentuk rasa syukur atas hasil panen yang melimpah,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Desa Tumbrasanom, Juminto, S.M., memberikan apresiasi kepada seluruh panitia dan masyarakat yang telah mendukung pelaksanaan kegiatan sehingga berjalan aman, tertib dan lancar.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh panitia dan warga yang telah berpartisipasi. Semoga tradisi Sedekah Bumi ini terus terjaga dan pada tahun-tahun mendatang dapat diselenggarakan lebih meriah lagi,” katanya.

Menurut Juminto, Sedekah Bumi memiliki arti penting bagi masyarakat karena menjadi media pelestarian adat istiadat dan budaya yang diwariskan para pendahulu.

“Sejak zaman dahulu para leluhur telah melaksanakan tradisi ini. Karena itu, sudah menjadi tanggung jawab kita bersama untuk menjaga dan melestarikannya sebagai bagian dari kekayaan budaya bangsa,” tuturnya.

Ia juga berharap tradisi tersebut mampu memperkuat persatuan dan kerukunan antar warga.

“Harapan kami, masyarakat tetap guyub rukun, semakin kompak dalam bergotong royong, dan kegiatan ini menjadi sarana mempererat silaturahmi antar warga Dusun Ringinanom,” tambahnya.

Bagi masyarakat Ringinanom, Sedekah Bumi ini telah menjadi tradisi, simbol identitas sosial dan budaya yang sarat dengan nilai syukur, kebersamaan, serta penghormatan kepada leluhur.

Di tengah derasnya arus modernisasi, tradisi tersebut terus dipertahankan sebagai bentuk komitmen masyarakat untuk nguri-uri budaya agar tetap hidup dan dapat diwariskan kepada generasi mendatang. (er)