TNI/POLRI

Kapolres Lamongan Kirim Pesan Keras Jelang Pengesahan PSHT 2026

aksesadim01
8843
×

Kapolres Lamongan Kirim Pesan Keras Jelang Pengesahan PSHT 2026

Sebarkan artikel ini
IMG 20260618 WA0052

LAMONGAN – Polres Lamongan menunjukkan keseriusannya dalam menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat menjelang pelaksanaan Pengesahan Warga Baru Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Cabang Lamongan Pusat Madiun Tahun 2026.

Pesan tegas itu disampaikan langsung Kapolres Lamongan AKBP Arif Fazlurrahman saat memimpin Apel Gelar Pasukan Pengamanan di Alun-Alun Lamongan, Kamis (18/6/2026).

Kegiatan yang dihadiri jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) tersebut menjadi penanda kesiapan seluruh elemen pengamanan dalam mengawal agenda tahunan yang menjadi momen penting bagi keluarga besar PSHT.

Turut hadir dalam apel tersebut Bupati Lamongan Yuhronur Efendi, Dandim 0812/Lamongan Letkol Inf Deni Suryo Anggo Digdo, Wakapolres Lamongan Kompol Jodi Indrawan, pejabat utama Polres Lamongan, unsur Brimob Polda Jawa Timur, Forkopimcam se-Kabupaten Lamongan, pengurus PSHT, serta jajaran Pengamanan Terate (Pamter).

Dalam amanatnya, Kapolres menegaskan bahwa seluruh pihak harus memiliki komitmen yang sama untuk menjaga kondusivitas wilayah.

Ia memastikan aparat tidak akan memberikan toleransi terhadap setiap bentuk pelanggaran hukum yang berpotensi mengganggu keamanan masyarakat.

“Suro Aman dan Damai bukan hanya slogan, tetapi harus menjadi komitmen bersama. Siapa pun yang melakukan pelanggaran hukum akan diproses sesuai aturan yang berlaku. Tidak ada pengecualian dan tidak ada negosiasi,” tegas AKBP Arif Fazlurrahman di hadapan peserta apel.

Pernyataan tersebut sekaligus menjadi peringatan keras bagi siapa saja yang mencoba menciptakan gangguan selama rangkaian kegiatan berlangsung.

Polres Lamongan menegaskan bahwa tindakan yang meresahkan masyarakat, termasuk konvoi kendaraan, arak-arakan, maupun aksi yang berpotensi mengganggu ketertiban umum, tidak akan diberi ruang.

Kapolres juga meminta seluruh personel pengamanan tetap mengedepankan profesionalitas, pendekatan humanis, dan netralitas dalam menjalankan tugas.

Namun demikian, tindakan tegas akan dilakukan apabila ditemukan pelanggaran yang mengancam keamanan dan keselamatan masyarakat.

Selain itu, pengawasan juga diperketat terhadap pergerakan massa dari luar daerah. Polres Lamongan memastikan hanya peserta yang sesuai ketentuan yang diperbolehkan mengikuti kegiatan pengesahan.

Sejumlah titik perbatasan disiapkan untuk melakukan penyekatan guna mencegah masuknya rombongan dari luar Kabupaten Lamongan.

Menurut Kapolres, langkah tersebut merupakan bagian dari strategi menjaga situasi tetap terkendali sekaligus mengantisipasi potensi gangguan yang dapat muncul selama kegiatan berlangsung.

Dia juga mengajak seluruh pengurus PSHT, Pamter, dan koordinator lapangan untuk berperan aktif menjaga ketertiban dengan memberikan edukasi kepada anggota agar selalu mematuhi aturan dan menjaga nama baik organisasi.

“Nilai persaudaraan yang selama ini dijunjung tinggi harus diwujudkan dalam sikap disiplin, tertib, dan menghormati hukum. Dengan begitu, kegiatan pengesahan dapat berjalan lancar dan membawa dampak positif bagi masyarakat,” ujarnya.

Untuk mendukung pengamanan, sebanyak 2.057 personel gabungan diterjunkan.

Kekuatan tersebut terdiri dari anggota Polres Lamongan, BKO Sat Brimob Polda Jawa Timur, Dit Samapta Polda Jatim, Kodim 0812/Lamongan, Satpol PP, Dinas Perhubungan, Pamter PSHT, koordinator lapangan, serta unsur pendukung lainnya.

Usai pelaksanaan apel, seluruh personel mengikuti Tactical Floor Game (TFG) yang dipimpin Kabag Ops Polres Lamongan Kompol Budi Santoso.

Kegiatan tersebut bertujuan menyamakan persepsi sekaligus mematangkan strategi pengamanan agar seluruh petugas memahami pola penanganan di lapangan.

Melalui sinergi antara aparat keamanan, pemerintah daerah, dan keluarga besar PSHT, pelaksanaan pengesahan warga baru tahun 2026 diharapkan berlangsung aman, tertib, dan penuh khidmat.

Momentum ini sekaligus menjadi bukti bahwa semangat persaudaraan dapat berjalan seiring dengan kepatuhan terhadap hukum dan ketertiban masyarakat.

Dengan mengusung semangat “Jogo Lamongan”, seluruh elemen yang terlibat berkomitmen menjaga stabilitas keamanan selama Bulan Suro.

Harapannya, masyarakat dapat menjalankan aktivitas sehari-hari dengan aman dan nyaman, sementara rangkaian pengesahan warga baru PSHT berlangsung sukses tanpa gangguan. (Fs)