Infotaiment

Talkshow Bojonegoro Wastra Batik Festival 2026 Bongkar Cara Bikin Foto Produk Menarik yang Disukai Pembeli Online

aksesadim01
7759
×

Talkshow Bojonegoro Wastra Batik Festival 2026 Bongkar Cara Bikin Foto Produk Menarik yang Disukai Pembeli Online

Sebarkan artikel ini
IMG 20260618 WA0023

BOJONEGORO – Bojonegoro Wastra Batik Festival (BWBF) 2026 tidak hanya menghadirkan kemeriahan pameran batik dan produk ekonomi kreatif, tetapi juga menjadi ruang edukasi bagi masyarakat dan pelaku usaha lokal.

Salah satu kegiatan yang menarik perhatian pengunjung adalah talkshow bertema “Product Shoot & Copywriting Cepat: Bikin Wastra Bojonegoro Tampil Premium Hanya Pakai Smartphone” yang digelar pada Rabu (17/6/2026).

Kegiatan ini diikuti oleh pelaku UMKM, pelajar, hingga masyarakat umum yang ingin meningkatkan kemampuan pemasaran digital di tengah persaingan bisnis yang semakin ketat.

Hadir sebagai narasumber, AI Visual Content Creator asal Kediri, Bhaot Sudanco, membagikan berbagai strategi sederhana namun efektif untuk membuat produk terlihat lebih menarik di platform digital.

Dalam paparannya, Bhaot menegaskan bahwa kekuatan visual menjadi faktor utama yang menentukan keberhasilan pemasaran online.

Menurutnya, foto produk merupakan kesan pertama yang diterima calon pembeli saat melihat sebuah produk di marketplace maupun media sosial.

“Orang yang berbelanja secara online biasanya pertama kali melihat foto produk. Jika visualnya menarik, mereka akan berhenti melihat. Setelah itu baru memperhatikan harga dan membaca deskripsinya,” ujarnya di hadapan peserta.

Ia menjelaskan bahwa foto produk bukan sekedar pelengkap, melainkan pintu utama yang mampu mengundang ketertarikan konsumen.

Karena itu, pelaku usaha perlu memahami teknik dasar fotografi produk agar mampu menampilkan nilai dan keunggulan produknya secara optimal.

Tak hanya membahas fotografi, Bhaot juga menyoroti perkembangan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) yang kini banyak dimanfaatkan dalam pembuatan konten visual.

Meski demikian, ia mengingatkan bahwa penggunaan AI tetap harus didukung pemahaman dasar mengenai fotografi dan pemasaran.

Menurutnya, teknologi hanyalah alat bantu. Yang paling penting adalah bagaimana pelaku usaha mampu menyampaikan karakter produk melalui visual yang menarik sehingga dapat membangun ketertarikan calon pembeli sejak pandangan pertama.

Dalam sesi praktik dan diskusi, peserta mendapatkan berbagai tips fotografi produk menggunakan smartphone.

Mulai dari memanfaatkan pencahayaan alami maupun buatan sebagai elemen utama, mengaktifkan fitur grid untuk menjaga komposisi foto, menggunakan resolusi kamera tertinggi, mengatur fokus dengan tepat, hingga memanfaatkan properti pendukung agar produk tampak lebih profesional.

Bhaot menilai smartphone saat ini telah menjadi perangkat yang sangat efektif bagi pelaku UMKM untuk menghasilkan konten berkualitas tanpa harus mengeluarkan biaya besar.

Dengan teknik yang tepat, hasil foto dari ponsel dapat bersaing dengan konten visual profesional.

Selain fotografi, peserta juga dibekali materi dasar copywriting yang berfokus pada penyusunan kalimat promosi yang singkat, menarik, dan mampu mendorong keputusan pembelian.

Materi tersebut diharapkan dapat membantu pelaku usaha meningkatkan efektivitas promosi di media sosial maupun platform penjualan digital.

Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Bojonegoro berharap para pelaku UMKM semakin adaptif terhadap perkembangan teknologi serta mampu memanfaatkan media digital untuk memperluas pasar produk lokal.

Dengan kombinasi visual yang menarik dan strategi promosi yang tepat, produk unggulan Bojonegoro diharapkan semakin dikenal dan memiliki daya saing yang lebih kuat di tingkat nasional.

Usai mengikuti talkshow, para pengunjung kembali menikmati berbagai rangkaian BWBF 2026, mulai dari pameran wastra batik khas Bojonegoro hingga aneka kuliner lokal yang turut memeriahkan festival tersebut. (er)