TNI/POLRI

Keringat di Bawah Terik, TMMD Bojonegoro Wujudkan Rumah Layak Ibu Tini

aksesadim01
9833
×

Keringat di Bawah Terik, TMMD Bojonegoro Wujudkan Rumah Layak Ibu Tini

Sebarkan artikel ini
img 20260809 wa0022

BOJONEGORO – Sengatan matahari tak menyurutkan semangat personel Satgas TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-129 Kodim 0813 Bojonegoro bersama warga Desa Kesongo, Kecamatan Kedungadem.

Di RT 022 Dusun Kedungpandan, Sabtu (8/8/2026), prajurit TNI dan masyarakat bahu-membahu menyelesaikan rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) milik Ibu Tini.

Memasuki salah satu tahapan penting, Satgas TMMD bersama warga mulai memasang genteng di bagian atap rumah.

Satu per satu genteng dinaikkan dan disusun hingga membentuk pelindung hunian yang nantinya membuat rumah lebih aman dan nyaman ditempati.

Sejumlah anggota Satgas bekerja di bagian atas untuk memasang genteng, sementara warga membantu menyiapkan dan mengirimkan material dari bawah.

Kerja bersama tersebut membuat proses pengerjaan berlangsung lebih cepat meski cuaca cukup terik.

Komandan SST-1 SSK Satgas TMMD ke-129 Kodim 0813 Bojonegoro, Letda Inf Ady Yuniarto, mengatakan percepatan pembangunan RTLH menjadi perhatian Satgas agar rumah tersebut segera memasuki tahap akhir.

“Cuaca cukup panas, tetapi anggota tetap semangat. Pemasangan genteng terus kami kebut agar pembangunan rumah segera memasuki tahap finishing dan dapat selesai sesuai target,” ujarnya.

Bagi Ibu Tini, pembangunan rumah tersebut bukan sekadar proyek fisik. Rumah yang lebih layak menjadi harapan untuk mendapatkan tempat tinggal yang aman dan nyaman bersama keluarga.

Keterlibatan warga dalam proses pengerjaan juga memperlihatkan kuatnya semangat gotong royong.

Prajurit TNI dan masyarakat saling membantu dari pengangkutan material hingga pemasangan genteng di bagian atap.

Melalui program TMMD ke-129, pembangunan RTLH di Desa Kesongo diharapkan mampu memberikan manfaat langsung bagi penerima sekaligus mendorong kepedulian masyarakat terhadap lingkungan sekitar.

Kini, rumah Ibu Tini perlahan berubah. Atap yang mulai tertutup genteng menjadi tanda bahwa hunian yang lebih layak semakin dekat untuk diwujudkan.

Keringat prajurit dan warga yang tercurah di tengah terik Kedungpandan menjadi bagian dari proses menghadirkan rumah yang lebih aman, nyaman, dan bermartabat bagi masyarakat. /(er)