Daerah

Bojonegoro Gebrak Pertanian Modern, Puluhan Poktan Terima Alsintan

aksesadim01
8470
×

Bojonegoro Gebrak Pertanian Modern, Puluhan Poktan Terima Alsintan

Sebarkan artikel ini
IMG 20260821 WA0001

BOJONEGORO — Puluhan perwakilan kelompok tani (Poktan) dan gabungan kelompok tani (Gapoktan) di Kabupaten Bojonegoro menerima bantuan Alat dan Mesin Pertanian (Alsintan) Pra-Panen, Kamis (20/8/2026).

Bantuan yang bersumber dari APBD Provinsi Jawa Timur Tahun Anggaran 2026 tersebut diserahkan langsung oleh Wakil Bupati Bojonegoro Nurul Azizah, didampingi Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Bojonegoro Zaenal Fanani, di Aula DKPP Kabupaten Bojonegoro.

Penyaluran alsintan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah menjawab kebutuhan petani di lapangan, khususnya dalam menghadapi beban kerja pada tahapan pengolahan lahan hingga masa tanam.

Wakil Bupati Bojonegoro Nurul Azizah mengatakan, realisasi bantuan tersebut tidak terlepas dari sinergi antara Pemerintah Kabupaten Bojonegoro dan DPRD.

Proses pengusulannya dilakukan melalui sejumlah jalur perencanaan, mulai dari Jaring Aspirasi atau Pokok Pikiran (Pokir) DPRD, Sistem Informasi Pemerintahan Daerah (SIPD), hingga Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang).

“Perencanaannya panjang dan akuntabel, mulai dari Musrenbang hingga verifikasi OPD. Bahkan setelah diserahkan, akan terus diawasi oleh Inspektorat, BPK, dan BPKP agar benar-benar difungsikan dan memberi manfaat nyata bagi petani,” tegas Nurul Azizah.

Menurutnya, bantuan alat pertanian tidak cukup hanya berhenti pada tahap penyerahan.

Petani juga perlu didorong untuk beradaptasi dengan perkembangan teknologi agar kegiatan pertanian semakin efisien.

Nurul Azizah yang juga menjabat Ketua DPC Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Bojonegoro itu mendorong kelompok tani mulai mengoptimalkan penggunaan teknologi modern, salah satunya rice transplanter atau mesin tanam padi.

Penggunaan mesin tersebut dinilai dapat membantu mempercepat proses tanam sekaligus menekan kebutuhan biaya dan tenaga kerja.

Sementara itu, Kepala DKPP Kabupaten Bojonegoro Zaenal Fanani memastikan pihaknya akan mengawal pemanfaatan alsintan agar benar-benar memberikan dampak bagi petani penerima.

“Bantuan alsintan pra-panen ini didistribusikan untuk menjawab kebutuhan riil petani dalam mempercepat masa olah lahan hingga masa tanam. Kami di DKPP bersama para Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) akan melakukan pendampingan intensif kepada Poktan dan Gapoktan penerima,” ujarnya.

DKPP juga akan memastikan setiap alat dirawat dan dimanfaatkan secara optimal. Penggunaan secara komunal diharapkan membuat manfaat bantuan dapat dirasakan seluruh anggota kelompok, bukan hanya individu tertentu.

Zaenal menegaskan, pihaknya tidak ingin bantuan alsintan yang telah diberikan justru tidak digunakan atau mangkrak.

Karena itu, perawatan, pemanfaatan bersama, serta pendampingan di lapangan akan menjadi perhatian DKPP dan jajaran PPL.

Dengan dukungan teknologi pertanian, pengawasan, serta pendampingan yang berkelanjutan, Pemkab Bojonegoro berharap produktivitas pertanian semakin meningkat.

Pada akhirnya, langkah tersebut diharapkan mampu memperkuat ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani sebagai garda terdepan penyedia pangan daerah. (er)