TUBAN – Sinergitas antara Pengamanan Terate (Pamter) Parengan, TNI, dan Polri Tuban kembali menunjukkan hasil positif dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.
Kolaborasi tersebut terlihat dalam pengamanan prosesi pengesahan 102 warga baru PSHT tahun 2026 yang digelar di kawasan Telon Ponco, Kecamatan Parengan, Kabupaten Tuban, Kamis (18/6/2026).
Sejak sore hari, seluruh unsur pengamanan telah bersiaga untuk memastikan rangkaian kegiatan berjalan lancar.
Pengamanan dimulai sekitar pukul 17.00 WIB dengan melibatkan sedikitnya 25 anggota Pamter Parengan yang ditempatkan di sejumlah titik strategis guna mengawal jalannya acara hingga selesai.
Pengesahan warga baru PSHT Tuban merupakan agenda penting yang diikuti ratusan peserta dan menjadi momen sakral dalam perjalanan organisasi.
Karena itu, seluruh tahapan kegiatan mendapat perhatian khusus agar berlangsung tertib, aman, dan tidak menimbulkan gangguan bagi masyarakat sekitar.
Tidak hanya berfokus pada lokasi utama acara, petugas juga melakukan pengawasan di jalur akses keluar-masuk peserta, area parkir kendaraan, hingga beberapa titik yang dianggap memiliki tingkat kerawanan lebih tinggi.
Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya antisipasi sekaligus memberikan rasa aman kepada peserta maupun warga sekitar.
Dukungan dari personel TNI dan Polri turut memperkuat sistem pengamanan yang telah disiapkan.
Sebelum kegiatan berlangsung, seluruh unsur pengamanan melakukan koordinasi dan pembagian tugas sehingga setiap personel memahami tanggung jawab masing-masing selama acara berjalan.
Koordinator pengamanan Pamter Parengan, Darmadi yang akrab disapa Mbah Dono, mengungkapkan rasa syukur atas kelancaran seluruh rangkaian kegiatan.
Menurutnya, keberhasilan menjaga situasi tetap kondusif merupakan hasil kerja sama seluruh pihak yang terlibat.
“Alhamdulillah seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman, tertib, dan lancar. Kami mengapresiasi seluruh anggota Pamter yang telah menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab, serta dukungan TNI dan Polri yang ikut menjaga keamanan sehingga kegiatan dapat berlangsung tanpa hambatan berarti,” ujarnya.
Ia menjelaskan, selain menjalankan fungsi pengamanan, anggota Pamter juga mengedepankan pendekatan humanis kepada peserta.
Mereka membantu memberikan arahan, mengatur mobilitas peserta, serta memastikan setiap tahapan prosesi berjalan sesuai jadwal yang telah ditetapkan panitia.
Keberhasilan kegiatan tersebut juga tidak lepas dari tingginya kesadaran para peserta dalam mematuhi aturan yang berlaku.
Seluruh peserta dinilai mampu menjaga ketertiban dan mengikuti prosesi dengan baik hingga acara berakhir.
Selama kegiatan berlangsung, petugas secara berkala melakukan pemantauan dan koordinasi lapangan guna memastikan situasi tetap terkendali.
Langkah preventif tersebut menjadi bagian penting dalam mengantisipasi berbagai potensi gangguan keamanan sejak dini.
Dengan dukungan penuh dari 25 anggota Pamter Parengan serta unsur TNI dan Polri Tuban, seluruh peserta akhirnya dapat menyelesaikan prosesi pengesahan dengan aman.
Bahkan hingga peserta meninggalkan lokasi kegiatan, kondisi tetap terkendali tanpa adanya insiden yang mengganggu jalannya acara.
Masyarakat sekitar pun memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan kegiatan tersebut.
Pengamanan yang tertib dan terorganisir dinilai mampu menciptakan suasana yang nyaman tanpa menghambat aktivitas warga.
Keberhasilan pengamanan pengesahan 102 warga baru PSHT tahun 2026 ini menjadi bukti kuat bahwa kolaborasi antara Pamter, TNI, Polri, panitia, dan peserta mampu menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif.
Sinergi tersebut sekaligus menjadi contoh penting dalam menjaga ketertiban setiap kegiatan kemasyarakatan yang melibatkan banyak peserta. (er)







