Infotaiment

Bojonegoro Wastra Batik Festival 2026 Jadi Ajang Promosi UMKM dan Ekraf

aksesadim01
7846
×

Bojonegoro Wastra Batik Festival 2026 Jadi Ajang Promosi UMKM dan Ekraf

Sebarkan artikel ini
IMG 20260606 WA0018

BOJONEGORO – Kabupaten Bojonegoro kembali bersiap menggelar pesta budaya dan ekonomi kreatif melalui Bojonegoro Wastra Batik Festival 2026.

Kegiatan yang diselenggarakan oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Bojonegoro ini akan berlangsung selama empat hari, mulai 17 hingga 20 Juni 2026 di Alun-Alun Kabupaten Bojonegoro.

Mengangkat tema “Wastrane Bojonegoro Membumi lan Ngamboro ing Bawono”, festival ini menjadi momentum penting untuk memperkenalkan kekayaan batik khas Bojonegoro sekaligus mendorong pertumbuhan sektor ekonomi kreatif yang terus berkembang di daerah.

Beragam agenda menarik telah disiapkan untuk memeriahkan festival.

Mulai dari pameran batik dan produk aksesoris, talkshow inspiratif, fashion show, hingga berbagai perlombaan seperti lomba menggambar, mewarnai, dan mendongeng.

Tidak hanya itu, masyarakat juga akan dihibur oleh penampilan sejumlah musisi dan penyanyi ternama, di antaranya Dudy Oris, Jihan Audy, dan Tasya Rosmala.

Festival ini akan melibatkan para perajin batik, pelaku usaha kreatif, komunitas seni, hingga masyarakat umum.

Kehadiran berbagai elemen tersebut diharapkan mampu menciptakan ruang kolaborasi yang produktif untuk memperkuat ekosistem ekonomi kreatif berbasis budaya lokal.

Kepala Disbudpar Bojonegoro, Elzadeba Agustina, menegaskan bahwa batik memiliki makna yang jauh lebih dalam dibanding sekadar produk kerajinan.

Menurutnya, batik merupakan identitas budaya yang menyimpan nilai sejarah, filosofi, dan kearifan lokal yang perlu terus dilestarikan.

“Melalui Bojonegoro Wastra Batik Festival 2026, kami ingin memperkuat upaya pelestarian dan pengembangan batik sebagai warisan budaya sekaligus mendorongnya menjadi kekuatan ekonomi kreatif yang mampu memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.

Ia menjelaskan, festival tersebut juga menjadi wadah untuk menampilkan keberagaman motif batik khas Bojonegoro yang selama ini menjadi kebanggaan daerah.

Selain memperluas promosi produk lokal, kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan daya saing para pelaku usaha batik dan ekonomi kreatif di tingkat regional maupun nasional.

Festival ini juga menjadi kesempatan bagi peserta untuk memperluas jaringan usaha, bertukar pengalaman, serta membuka peluang pasar yang lebih luas.

Dengan dukungan berbagai pihak, Bojonegoro optimistis sektor batik dan ekonomi kreatif akan terus tumbuh dan memberikan kontribusi nyata terhadap perekonomian daerah.

Disbudpar Bojonegoro berharap seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan sukses dan memberikan dampak positif bagi pelestarian budaya, penguatan ekonomi kreatif, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Bojonegoro Wastra Batik Festival 2026 pun diproyeksikan menjadi salah satu agenda budaya unggulan yang tidak hanya mengangkat nama batik khas Bojonegoro, tetapi juga memperkuat citra daerah sebagai pusat kreativitas, budaya dan inovasi yang terus berkembang. (er)