Daerah

Tak Lagi Bersaing Antar Daerah, IKM Bojonegoro Dibidik Kuasai Pasar Internasional

aksesadim01
6603
×

Tak Lagi Bersaing Antar Daerah, IKM Bojonegoro Dibidik Kuasai Pasar Internasional

Sebarkan artikel ini
img 20260721 wa0043

BOJONEGORO – Upaya menjadikan produk lokal Bojonegoro mampu bersaing di pasar dunia terus dipercepat.

Sebanyak ratusan pelaku Industri Kecil Menengah (IKM) mengikuti pembinaan yang digelar Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Bojonegoro di Hotel Eastern, Selasa (21/7/2026).

Kegiatan ini menjadi bagian dari strategi besar Dekranasda dalam meningkatkan kualitas pelaku usaha sekaligus memperkuat daya saing produk unggulan daerah agar mampu menembus pasar nasional hingga internasional.

Acara dihadiri Ketua Dekranasda Kabupaten Bojonegoro Cantika Wahono, Wakil Dekan I Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Malang (FEB UMM) Sri Wahyuni, jajaran pengurus Dekranasda, serta ratusan pelaku IKM dari berbagai sektor usaha.

Dalam sambutannya, Cantika Wahono menjelaskan bahwa Dekranasda telah menyusun roadmap pengembangan IKM selama lima tahun sebagai pedoman membangun industri kreatif Bojonegoro yang lebih kompetitif.

Menurutnya, tahun 2025 difokuskan pada penguatan fondasi melalui pemetaan produk unggulan, pembentukan identitas produk khas Bojonegoro, penguatan branding, hingga pengembangan sentra-sentra industri.

Memasuki tahun 2026, perhatian mulai diarahkan pada peningkatan kualitas produk dan penguatan sumber daya manusia sebagai bekal menghadapi persaingan yang semakin ketat.

Cantika menegaskan, target besar Dekranasda adalah membawa produk unggulan Bojonegoro masuk ke pasar ekspor pada 2028.

Untuk mewujudkan hal tersebut, berbagai tahapan telah dipersiapkan sejak sekarang.

Mulai dari peningkatan mutu produk, pengembangan desain, penyempurnaan kemasan, pemasaran digital, hingga memperluas akses pasar melalui berbagai pameran di tingkat regional, nasional, maupun internasional.

“Persaingan sekarang tidak lagi hanya dengan daerah lain, tetapi sudah bersaing dengan produk dari berbagai negara. Karena itu kualitas, inovasi, detail produk dan kemampuan membaca kebutuhan pasar harus terus ditingkatkan agar produk Bojonegoro mampu bersaing secara global,” ujar Cantika.

Ia mengungkapkan, selama ini Dekranasda telah melaksanakan berbagai program pendampingan bagi pelaku IKM.

Di antaranya pelatihan digital marketing melalui siaran langsung TikTok, fasilitasi mengikuti pameran Inacraft, pendampingan desain dan branding produk, hingga membuka akses pemasaran yang lebih luas.

Tak hanya itu, pada kesempatan tersebut Dekranasda Kabupaten Bojonegoro juga menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Malang.

Kolaborasi tersebut diharapkan mampu memperkuat pengembangan IKM melalui pendekatan hexahelix, yakni sinergi antara pemerintah, perguruan tinggi, dunia usaha, komunitas, media dan masyarakat.

Cantika berharap kehadiran akademisi dapat menjadi mitra strategis dalam membantu pelaku usaha mengatasi berbagai tantangan melalui riset, inovasi, hingga program pengabdian kepada masyarakat.

Dia juga mengajak seluruh pelaku IKM untuk terus mengembangkan kemampuan, berani berinovasi, memperluas jejaring bisnis, serta memanfaatkan teknologi digital, termasuk kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI), agar mampu meningkatkan produktivitas dan memenangkan persaingan pasar.

Sementara itu, Wakil Dekan I FEB UMM Sri Wahyuni menyampaikan apresiasi atas kerja sama yang terjalin bersama Dekranasda Kabupaten Bojonegoro.

Menurutnya, sinergi tersebut menjadi langkah strategis untuk mendampingi pelaku IKM agar memiliki tata kelola usaha yang semakin profesional sekaligus memenuhi standar pasar global.

“Ketika usaha sudah berkembang dan siap memasuki pasar ekspor, maka tata kelola bisnis juga harus mengikuti standar internasional. Pendampingan ini akan kami lakukan secara bertahap agar pelaku IKM benar-benar siap naik kelas,” katanya.

Setelah seremoni penandatanganan kerja sama, kegiatan dilanjutkan dengan sesi pembinaan yang dipandu tim dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Malang.

Para peserta memperoleh materi mengenai penguatan kapasitas usaha, strategi meningkatkan daya saing produk, pengelolaan bisnis yang berkelanjutan, hingga langkah-langkah membuka peluang ekspor.

Melalui pembinaan ini, Dekranasda berharap semakin banyak pelaku IKM Bojonegoro yang mampu menghasilkan produk berkualitas, berdaya saing tinggi dan siap membawa nama Bojonegoro ke pasar nasional maupun internasional. (er)