Daerah

Harga Sapi Kurban Naik, Peternak Bojonegoro Ketiban Rezeki Jelang Idul Adha

aksesadim01
6641
×

Harga Sapi Kurban Naik, Peternak Bojonegoro Ketiban Rezeki Jelang Idul Adha

Sebarkan artikel ini
IMG 20260526 WA0010

BOJONEGORO – Menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah, suasana Desa Pomahan, Kecamatan Baureno, Kabupaten Bojonegoro mendadak ramai pada Senin (25/5/2026).

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, turun langsung meninjau peternakan sekaligus lokasi pengepul hewan kurban milik warga setempat.

Kedatangan orang nomor satu di Jawa Timur itu langsung disambut antusias masyarakat.

Warga yang sudah menunggu sejak pagi tampak berjejer di sekitar lokasi untuk melihat lebih dekat hingga mengabadikan momen bersama sang gubernur.

Dalam kunjungannya, Khofifah didampingi Wakil Bupati Bojonegoro, Nurul Azizah. Keduanya meninjau kandang sapi milik peternak lokal sambil berdialog langsung dengan para peternak mengenai proses penggemukan sapi, asal bibit ternak, hingga pola pemberian pakan untuk menjaga kualitas hewan kurban.

Tak hanya melakukan pengecekan kandang, kegiatan tersebut juga diwarnai pembagian sembako kepada warga sekitar dan pekerja peternakan.

Anak-anak yang hadir pun turut mendapat makanan ringan dari rombongan gubernur, membuat suasana semakin hangat dan meriah.

Kepala Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur, Indyah Aryani, mengungkapkan bahwa permintaan hewan kurban tahun ini mengalami peningkatan cukup signifikan.

Kondisi itu dinilai membawa angin segar bagi peternak karena harga jual ternak lebih baik dibanding tahun sebelumnya.

“Alhamdulillah, animo masyarakat untuk berkurban tahun ini sangat tinggi. Semoga para peternak semakin sejahtera karena harga ternak naik dan stok di Jawa Timur juga aman, bahkan surplus,” ujarnya.

Menurut Indyah, Pemerintah Provinsi Jawa Timur terus memperketat pengawasan lalu lintas ternak antar wilayah guna memastikan kondisi hewan tetap sehat dan bebas penyakit.

Ia menjelaskan, setiap pengiriman ternak wajib dilengkapi surat keterangan sehat dari dinas terkait.

Pengawasan dilakukan mulai dari perpindahan ternak antar kabupaten hingga distribusi ke masjid-masjid yang mulai berjalan menjelang Idul Adha.

Tak hanya memenuhi kebutuhan dalam provinsi, hewan ternak asal Jawa Timur juga banyak dikirim ke luar daerah seperti Jabodetabek hingga Kalimantan.

Karena itu, pemeriksaan kesehatan hewan terus diperkuat untuk mencegah potensi penyebaran penyakit ternak.

Sementara itu, pemilik peternakan di Desa Pomahan, Warianto, menceritakan perjalanan usahanya yang dimulai dari skala kecil.

Dia mengaku awalnya hanya memelihara delapan ekor kambing sebelum akhirnya beralih ke usaha penggemukan sapi pedet sejak awal tahun 2000-an.

“Dulu saya mulai dari ternak cempe delapan ekor. Setelah itu beralih ke pedet sapi. Sistemnya bagi hasil, kalau berkembang jadi tiga ekor maka satu ekor diberikan kepada orang yang merawat,” tuturnya.

Kini usaha ternaknya berkembang pesat, kandang miliknya mampu menampung sekitar 90 ekor sapi siap jual.

Menjelang Idul Adha tahun ini, sekitar 40 persen sapi di kandangnya telah laku terjual.

Pembeli pun datang dari berbagai daerah, tidak hanya dari Bojonegoro tetapi juga luar kota seperti Jombang hingga Surabaya.

“Banyak pembeli datang langsung ke kandang, baik dari Bojonegoro maupun luar daerah seperti Jombang dan Surabaya,” pungkasnya. (er)