SIDOARJO – Aksi nekat seorang pemuda berinisial ARM (24) menggegerkan warga setelah dirinya nekat memanjat tower seluler di kawasan Desa Kwangsan, Kecamatan Sedati, Kabupaten Sidoarjo, pada Rabu (22/4/2026).
Peristiwa ini viral di media sosial dan memicu kepanikan sekaligus perhatian publik Sidoarjo.
Video kejadian yang beredar luas, salah satunya di akun Instagram @ini_surabaya pada Kamis (23/4/2026), memperlihatkan ARM berada di ketinggian tower dalam waktu yang cukup lama.
Dalam unggahan tersebut disebutkan bahwa aksi itu diduga dipicu oleh masalah pribadi.
“Seorang pria naik tower berjam-jam diduga frustasi, akhirnya turun setelah dibujuk Damkar,” tulis akun tersebut.
Situasi di lokasi pun sempat memanas, bahkan arus lalu lintas dilaporkan lumpuh akibat banyaknya warga yang memadati area.
Berdasarkan informasi di lapangan, ARM bertahan di atas tower selama kurang lebih tiga jam.
Proses evakuasi berlangsung dramatis karena petugas harus membujuk korban agar bersedia turun dengan selamat.
Kerumunan warga yang terus bertambah membuat situasi semakin sulit dikendalikan.
Jalan di sekitar lokasi bahkan mengalami kemacetan panjang karena banyak pengendara berhenti untuk menyaksikan kejadian tersebut.
Diketahui, ARM merupakan perantau asal Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta.
Setelah berhasil dievakuasi, ia langsung dilarikan ke fasilitas kesehatan terdekat karena kondisinya melemah akibat terlalu lama berada di ketinggian.
Kepala Desa Kwangsan, Sutrisno, menyebut banyaknya warga yang berkerumun justru menambah tekanan psikologis bagi korban.
Ribuan orang disebut memadati lokasi hingga menyebabkan kemacetan total.
“Yang nonton sangat banyak, sampai ribuan. Itu membuat situasi makin sulit,” ungkapnya.
Dugaan sementara menyebut aksi nekat ARM dipicu oleh persoalan asmara.
Informasi yang beredar menyebutkan korban mengalami tekanan emosional setelah putus hubungan.
Meski demikian, pihak berwenang masih terus melakukan pendalaman terkait motif pasti di balik kejadian tersebut.
Saat ini, ARM telah diamankan dan dibawa ke Dinas Sosial setempat untuk mendapatkan pendampingan lebih lanjut.
Petugas juga tengah berkoordinasi untuk memulangkannya ke keluarga. (sam)







