Infotaiment

Cerita Warga Labuan Bajo: Gempa Susulan, Air Laut Berubah

aksesadim01
9831
×

Cerita Warga Labuan Bajo: Gempa Susulan, Air Laut Berubah

Sebarkan artikel ini
IMG 20260815 WA0024

MANGGARAI BARAT — Gempa bumi kuat mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (15/8/2026) sekitar pukul 04.58 WIB.

Gempa berkekuatan magnitudo (M) 7,7 tersebut memicu kepanikan warga dan pengunjung di sejumlah wilayah, termasuk Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat.

Berdasarkan informasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa tersebut berkaitan dengan aktivitas sesar naik busur belakang Flores.

Getaran gempa membuat sejumlah warga panik, salah satu momen yang ramai beredar di media sosial memperlihatkan pengunjung sebuah hotel di Labuan Bajo bergegas meninggalkan kamar dan berkumpul di area lobi untuk mencari tempat yang dianggap lebih aman.

Seorang pengguna Threads dengan akun @maulidyamrn membagikan sejumlah video mengenai situasi setelah gempa terjadi.

Dalam unggahannya, terlihat para pengunjung hotel berkumpul di area depan lobi.

Ia kemudian memperlihatkan kondisi laut yang berada tidak jauh dari lokasi hotel dan menyebut permukaan air laut sempat mengalami perubahan setelah gempa susulan.

Menurut keterangannya, kondisi air laut awalnya masih terlihat normal.

Namun, setelah gempa susulan dirasakan, air laut disebut mulai surut.

“Gempa di Labuan Bajo. Sebelum ada gempa susulan, air laut belum surut, begitu gempa susulan berlanjut air laut mulai surut,” tulisnya dalam unggahan tersebut.

Ia juga menyampaikan bahwa kondisi laut tersebut berubah dalam waktu relatif cepat.

Dalam unggahan berikutnya, pemilik akun mengabarkan bahwa sejumlah gempa susulan masih terasa.

Situasi tersebut membuat pengunjung hotel mendapat arahan untuk menjauh dari kawasan yang berisiko dan mencari tempat dengan posisi lebih tinggi.

Menurut keterangannya, personel Basarnas juga sempat mendatangi hotel tempatnya menginap untuk memberikan himbauan kepada para pengunjung.

“Gempa susulan masih terus berlanjut, air laut pasang surut dan tadi pihak Basarnas juga sudah datang ke hotel tempat aku stay (Katamaran) memberi arahan untuk berlindung ke arah utara dan naik ke dataran tinggi,” ungkapnya.

Dalam video lainnya, ia kembali memperlihatkan kondisi laut dan menyebut air sempat naik sebelum kembali surut.

Sementara itu, BMKG telah mengakhiri peringatan dini tsunami yang sebelumnya dikeluarkan setelah gempa M7,7 tersebut.

BMKG menyatakan peringatan tsunami telah berakhir dan melaporkan adanya gelombang tsunami dengan ketinggian di bawah satu meter di sejumlah wilayah.

“Peringatan dini Tsunami yang disebabkan oleh gempa mag:7, tanggal: 15-Aug-26 04:58:24 WIB, dinyatakan telah berakhir,” tulis BMKG melalui akun X pada Sabtu (15/8/2026).

Berdasarkan data BMKG, episenter gempa berada di koordinat 8,35 derajat Lintang Selatan dan 121,37 derajat Bujur Timur.

Lokasinya berada sekitar 36 kilometer timur laut Mbay, Kabupaten Nagekeo, NTT, dengan kedalaman 10 kilometer.

Masyarakat di wilayah terdampak dihimbau tetap mengikuti informasi resmi dari BMKG dan arahan petugas di lapangan, terutama jika kembali merasakan gempa susulan atau melihat perubahan kondisi lingkungan di sekitar pantai. (dpw)