Daerah

Bupati Bojonegoro Medhayoh di Malo Diserbu Warga, Program Beasiswa Jadi Sorotan

aksesadim01
6751
×

Bupati Bojonegoro Medhayoh di Malo Diserbu Warga, Program Beasiswa Jadi Sorotan

Sebarkan artikel ini
IMG 20260501 WA0021

BOJONEGORO – Hujan yang mengguyur Desa Sudah, Kecamatan Malo, Kabupaten Bojonegoro, pada Kamis siang (30/4/2026), tak mampu meredam semangat warga.

Meski langit sempat muram sejak pukul 13.30 WIB, masyarakat Bojonegoro tetap berdatangan untuk mengikuti kegiatan Bupati Medhayoh yang digelar di salah satu rumah warga setempat.

Suasana hangat dan penuh antusiasme terasa sepanjang acara.

Warga dari berbagai kalangan tampak serius menyimak paparan program yang disampaikan langsung oleh jajaran Pemerintah Kabupaten Bojonegoro.

Kegiatan ini menjadi ruang terbuka bagi masyarakat untuk mendapatkan informasi sekaligus menyampaikan aspirasi secara langsung kepada pemerintah daerah.

Hadir dalam kegiatan tersebut Bupati Bojonegoro Setyo Wahono bersama istri, Cantika Wahono, serta Wakil Bupati Nurul Azizah.

Turut mendampingi, Asisten Administrasi dan Umum, sejumlah kepala OPD, Forkopimcam, pemerintah desa, hingga masyarakat sekitar yang memadati lokasi acara.

Salah satu fokus utama dalam kegiatan ini adalah sektor pendidikan.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bojonegoro, Anwar Mukhtadlo, memaparkan sejumlah program beasiswa yang menjadi prioritas pemerintah daerah dalam meningkatkan akses pendidikan.

Ia menjelaskan, terdapat empat jenis beasiswa yang disiapkan. Pertama, beasiswa bagi keluarga kurang mampu yang ditujukan untuk mahasiswa berprestasi yang masuk dalam Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) maupun Data Mandiri Masyarakat Miskin Daerah (Damisda).

Kedua, beasiswa tugas akhir yang membantu mahasiswa dalam menyelesaikan skripsi atau proyek akhir.

Ketiga, beasiswa khusus pondok pesantren yang menjadi program baru, menyasar pengasuh maupun tenaga pengajar sebagai bentuk penghargaan atas kontribusi di bidang pendidikan keagamaan.

Sementara itu, beasiswa keempat adalah beasiswa scientist yang diperuntukkan bagi mahasiswa perguruan tinggi negeri pada program studi berbasis STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics).

Program ini difokuskan bagi mahasiswa dari kelompok desil 1 hingga 5 sesuai regulasi yang berlaku.

Tak hanya pendidikan, isu kesejahteraan sosial juga menjadi perhatian serius.

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Bojonegoro, Agus Susetyo Hardiyanto, menegaskan pentingnya ketepatan sasaran dalam penyaluran bantuan sosial.

Dia mengakui masih adanya masukan dari masyarakat terkait bantuan yang belum sepenuhnya tepat sasaran.

Untuk itu, pemerintah daerah terus melakukan pembenahan melalui proses verifikasi dan validasi data secara berkala.

Pendataan dilakukan langsung oleh kader desa yang bertugas sebagai pencacah, guna memastikan kondisi penerima bantuan sesuai dengan realita di lapangan.

Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan akurasi data sekaligus efektivitas penyaluran bantuan.

“Target kami, angka kemiskinan di Bojonegoro bisa terus ditekan pada tahun 2026. Karena itu, validasi DTSEN terus kami lakukan, bersamaan dengan penyaluran bantuan sosial yang sudah berjalan sejak akhir 2025 hingga awal 2026,” jelasnya.

Saat ini, bantuan sosial dari pemerintah kabupaten masih mengacu pada kelompok masyarakat desil 1 hingga 5 sebagai dasar penerima manfaat.

Melalui forum Bupati Medhayoh, pemerintah berharap komunikasi dengan masyarakat semakin terbuka.

Tak hanya menjadi sarana sosialisasi program, kegiatan ini juga diharapkan mampu memperkuat partisipasi warga dalam pembangunan, sehingga kebijakan yang diambil benar-benar tepat sasaran dan berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat Bojonegoro. (Er)