LAMONGAN – Suasana pagi di halaman Mapolres Lamongan tampak berbeda, Kamis (30/4/2026).
Sejak mentari mulai menyinari, ratusan peserta telah memadati lokasi.
Barisan rapi terlihat dari jajaran kepolisian, aparat pemerintah, hingga elemen masyarakat yang turut ambil bagian.
Momen ini menjadi penanda digelarnya Apel Sabuk Kamtibmas Polda Jawa Timur 2026 yang dipimpin langsung Kapolres Lamongan.
Kegiatan tersebut bukan sekadar seremoni, melainkan simbol kuat sinergi antara aparat dan masyarakat dalam menjaga keamanan wilayah.
Dalam amanatnya, Kapolres Lamongan menegaskan bahwa keamanan dan ketertiban bukan hanya tanggung jawab institusi kepolisian semata.
Menurutnya, stabilitas daerah hanya dapat terwujud melalui kolaborasi seluruh elemen masyarakat.
“Keamanan adalah hasil kerja bersama. Dibutuhkan komitmen dan kepedulian semua pihak untuk menjaganya,” tegasnya di hadapan peserta apel.
Mengusung tema penguatan sinergitas antara Polda Jawa Timur, Sabuk Kamtibmas, dan potensi masyarakat, kegiatan ini menjadi langkah konkret dalam menjaga kondusivitas wilayah.
Kapolres juga menyebut Sabuk Kamtibmas sebagai simbol persatuan sosial yang berfungsi memperkuat ketahanan daerah dari berbagai potensi gangguan.
Ia mengingatkan, ketika kebersamaan terjaga dengan baik, berbagai ancaman dapat dicegah sejak dini.
Sebaliknya, jika solidaritas melemah, potensi gangguan akan lebih mudah muncul.
Apresiasi juga diberikan kepada seluruh elemen masyarakat yang selama ini aktif berkontribusi menjaga lingkungan, mulai dari tokoh masyarakat, organisasi kemasyarakatan, hingga kelompok pemuda.
“Peran masyarakat sangat penting. Keamanan tidak akan terwujud tanpa keterlibatan aktif dari semua pihak,” tambahnya.
Sementara itu, Kasi Humas Polres Lamongan IPDA M. Hamzaid menegaskan bahwa Sabuk Kamtibmas menjadi salah satu pendekatan strategis Polri dalam membangun kedekatan dengan masyarakat.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin memperkuat sinergi. Harapannya, Lamongan tetap aman dan kondusif, serta memberikan dampak positif bagi Jawa Timur secara keseluruhan,” ujarnya.
Apel memang telah selesai, namun pesan yang disampaikan terus menggema.
Dari Lamongan, semangat menjaga keamanan bersama diharapkan menyebar ke seluruh wilayah Jawa Timur.
Upaya menciptakan situasi yang aman, damai, dan sejahtera bukanlah tugas satu pihak, melainkan hasil kolaborasi yang harus terus dijaga dan diperkuat. (Fs)







