Peristiwa

Asap Tebal dan Bau Menyengat dari PT NESR di Tuban Picu Kekhawatiran Warga

aksesadim01
6797
×

Asap Tebal dan Bau Menyengat dari PT NESR di Tuban Picu Kekhawatiran Warga

Sebarkan artikel ini
IMG 20260529 WA0004

TUBAN – Suasana pagi yang biasanya tenang di Desa Selogabus, Kecamatan Parengan, Kabupaten Tuban, mendadak berubah geger setelah kepulan asap tebal berbau gas terlihat membumbung tinggi dari area gudang milik PT NESR, Jumat (29/5/2026).

Asap yang menyebar hingga ke kawasan permukiman warga itu sempat memicu kepanikan.

Sejumlah warga mengira telah terjadi kebakaran atau insiden berbahaya di dalam gudang perusahaan tersebut.

Beberapa warga bahkan langsung mendatangi lokasi untuk memastikan kondisi sebenarnya.

Dari keterangan petugas keamanan yang berjaga, asap itu disebut muncul akibat aktivitas pemindahan atau transfer gas di area gudang.

“Awalnya kami kira kebakaran karena asapnya tebal sekali dan baunya menyengat. Setelah ditanya satpam katanya sedang ada kegiatan transfer gas. Tapi warga tetap khawatir apakah kegiatan itu aman atau tidak,” ujar salah satu warga setempat.

Peristiwa ini kembali memunculkan keresahan warga terhadap operasional PT NESR yang berada di dekat kawasan permukiman.

Selama ini masyarakat mengaku sering terganggu dengan suara bising mesin hingga aroma gas yang diduga berasal dari aktivitas perusahaan tersebut.

Menurut warga, suara dentuman keras dan bunyi mesin kompresor kerap terdengar hampir setiap hari.

Bahkan ketika arah angin berubah, bau gas disebut masuk hingga ke dalam rumah warga.

“Bisingnya luar biasa, kadang ada suara dentuman keras. Kalau malam juga masih terdengar suara mesin. Belum lagi bau gas yang kadang sangat menyengat,” keluh warga lainnya.

Tak hanya soal gangguan kebisingan dan aroma gas, masyarakat juga mulai mempertanyakan legalitas operasional perusahaan tersebut.

Warga menduga PT NESR belum memiliki izin lingkungan atau dokumen persetujuan lingkungan yang lengkap sebagaimana diwajibkan dalam aturan perundang-undangan.

Kondisi itu membuat warga semakin cemas terhadap potensi dampak aktivitas perusahaan terhadap kesehatan dan keselamatan lingkungan sekitar, terlebih lokasi gudang berada cukup dekat dengan rumah penduduk.

“Kalau memang izinnya lengkap tentu ada aturan soal keamanan, kebisingan, sampai pengelolaan dampaknya. Tapi kami curiga masih ada yang belum beres karena gangguannya sudah lama dirasakan warga,” tambahnya.

Masyarakat Desa Selogabus kini berharap pemerintah daerah segera turun tangan untuk melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap aktivitas PT NESR.

Warga meminta Dinas Lingkungan Hidup (DLH), DPMPTSP, serta aparat terkait mengecek langsung kelengkapan izin operasional dan dampak lingkungan yang ditimbulkan.

Warga juga berharap ada langkah tegas dan solusi nyata agar aktivitas perusahaan tidak terus menimbulkan keresahan di tengah permukiman masyarakat.

Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari pihak manajemen PT NESR terkait kemunculan asap tebal dan keluhan warga tersebut. (er)