BOJONEGORO – Keluhan warga terkait tiang listrik yang nyaris roboh di Dusun Kandangrejo, Desa Cengkir, Kecamatan Kepohbaru, Kabupaten Bojonegoro, akhirnya mendapat tindak lanjut.
PLN Unit Layanan Pelanggan (ULP) Babat menerjunkan petugas teknis untuk memperbaiki tiang listrik yang sebelumnya terlihat miring ke arah permukiman warga, Jumat (6/11/2026).
Perbaikan tersebut menjadi kabar melegakan bagi masyarakat setempat.
Pasalnya, kondisi tiang listrik yang semakin condong sempat menimbulkan kekhawatiran, terutama bagi warga yang rumahnya berada tidak jauh dari lokasi.
Mereka khawatir tiang tersebut roboh dan membahayakan keselamatan maupun merusak bangunan di sekitarnya.
Persoalan ini sebelumnya telah dilaporkan warga bersama Pemerintah Desa Cengkir kepada pihak PLN sejak Sabtu (31/10/2026) melalui pesan WhatsApp.
Namun, warga sempat menunggu beberapa hari untuk mendapatkan kepastian waktu penanganan.
Pihak manajemen PLN ULP Babat menjelaskan bahwa tindak lanjut laporan tersebut sempat mengalami penundaan karena adanya penyesuaian jadwal unit taktis di lapangan.
Setelah dilakukan evaluasi dengan mempertimbangkan aspek keselamatan masyarakat, PLN akhirnya mengerahkan tim teknis beserta kendaraan operasional dan peralatan pendukung untuk melakukan perbaikan langsung di lokasi.
Kepala Desa Cengkir, Ruslan, S.AP., menyambut baik langkah yang dilakukan PLN.
Menurutnya, perbaikan tersebut sangat penting untuk menghilangkan kekhawatiran warga yang selama ini tinggal di sekitar tiang listrik tersebut.
“Alhamdulillah, kami mengucapkan terima kasih kepada pihak PLN yang telah merespons keluhan warga dan menerjunkan petugas untuk melakukan perbaikan. Harapan kami, penanganan ini dapat memberikan rasa aman kepada masyarakat, khususnya warga yang tinggal di sekitar lokasi tiang listrik tersebut,” ungkap Ruslan.
Berdasarkan pantauan di lapangan, petugas PLN melakukan pekerjaan dengan memusatkan perhatian pada pengembalian posisi tiang agar kembali tegak dan kokoh.
Penanganan ini menjadi langkah penting untuk mengurangi potensi bahaya akibat kondisi infrastruktur jaringan listrik yang tidak lagi berada pada posisi normal.
Sementara itu, Manajer PLN ULP Babat, Enni Trissilowati, menyampaikan bahwa keselamatan masyarakat dan keandalan jaringan listrik menjadi perhatian utama PLN dalam memberikan pelayanan kepada pelanggan.
Dia juga mengapresiasi laporan yang disampaikan masyarakat dan Pemerintah Desa Cengkir.
Menurutnya, informasi dari warga sangat membantu PLN dalam mengetahui kondisi jaringan listrik yang membutuhkan penanganan.
“Kami mengucapkan terima kasih atas informasi dan laporan yang telah disampaikan masyarakat. PLN senantiasa berupaya memberikan pelayanan terbaik kepada pelanggan, termasuk menindaklanjuti setiap laporan yang berkaitan dengan kondisi jaringan listrik. Kami berharap dengan adanya penanganan ini, masyarakat dapat merasa lebih aman dan nyaman. Ke depan, kami juga berharap komunikasi dan koordinasi dengan masyarakat serta pemerintah desa dapat terus terjalin dengan baik,” ujar Enni.
Dengan selesainya perbaikan tersebut, tiang listrik yang sebelumnya miring kini telah berhasil ditegakkan kembali.
Kondisi ini diharapkan dapat memberikan rasa aman bagi warga Dusun Kandangrejo dan lingkungan sekitarnya.
Pemerintah Desa Cengkir pun berharap respons dan koordinasi antara PLN, pemerintah desa, serta masyarakat dapat terus ditingkatkan.
Sebab, laporan mengenai kerusakan infrastruktur kelistrikan membutuhkan perhatian dan penanganan yang tepat agar tidak berkembang menjadi persoalan yang membahayakan keselamatan publik.
Peristiwa ini sekaligus menjadi pengingat pentingnya kepedulian masyarakat dalam melaporkan kondisi fasilitas umum yang berpotensi membahayakan lingkungan.
Dengan komunikasi yang baik dan tindak lanjut yang tepat, berbagai potensi gangguan keselamatan dapat diantisipasi lebih awal. (ady)






