TNI/POLRI

Petani Warukulon Lamongan Bergerak, Serangan Hama Tikus Jadi Sasaran

×

Petani Warukulon Lamongan Bergerak, Serangan Hama Tikus Jadi Sasaran

Sebarkan artikel ini

LAMONGAN – Ancaman serangan hama tikus yang berpotensi merusak tanaman padi dan mengancam hasil panen menjadi perhatian serius di Kabupaten Lamongan.

Untuk mengantisipasi kerugian petani, TNI-Polri bersama pemerintah kecamatan, petugas pertanian, dan kelompok tani turun langsung menggelar Gerakan Pengendalian (GERDAL) hama tikus di Desa Warukulon, Kecamatan Pucuk.

Kegiatan yang berlangsung pada Jumat (6/11/2026) mulai pukul 07.00 WIB tersebut menjadi bentuk gotong royong lintas sektor dalam menjaga tanaman padi sekaligus mempertahankan produktivitas pertanian di wilayah setempat.

Kegiatan dipusatkan di halaman Balai Desa Warukulon dan diikuti sejumlah unsur terkait.

Hadir di antaranya Camat Pucuk Nurul Misbah, S.H., M.M., Bati Tuud Koramil 0812/26 Pucuk Peltu Dul Kholil, Kasi Um Polsek Pucuk Aipda Daud, Koordinator Wilayah Pertanian Pucuk Wawan, S.P., Kepala Desa Warukulon Nur Hasan, anggota Koramil dan Polsek Pucuk, serta seluruh kelompok tani Desa Warukulon.

Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan, kemudian dilanjutkan sambutan dari Kepala Desa Warukulon, Camat Pucuk, dan Koordinator Wilayah Pertanian.

Setelah itu, peserta bersama-sama menyiapkan sarana pengendalian hama yang akan digunakan oleh masing-masing kelompok tani di area persawahan.

GERDAL tersebut merupakan langkah bersama untuk mengantisipasi perkembangan populasi tikus yang dapat mengganggu pertumbuhan tanaman padi.

Sebab, serangan hama tikus menjadi salah satu tantangan yang perlu diwaspadai petani, terutama dalam menjaga keberlangsungan budidaya hingga masa panen.

Bati Tuud Koramil 0812/26 Pucuk Peltu Dul Kholil bersama jajaran terkait turut memberikan dukungan dalam pelaksanaan kegiatan.

Keterlibatan TNI menjadi bagian dari kepedulian terhadap sektor pertanian sekaligus memperkuat hubungan antara aparat kewilayahan dengan masyarakat.

Kolaborasi TNI-Polri, pemerintah kecamatan, petugas pertanian, pemerintah desa, dan kelompok tani ini juga menunjukkan bahwa upaya menjaga ketahanan pangan membutuhkan keterlibatan banyak pihak.

Tidak hanya mengandalkan penanganan setelah serangan terjadi, pengendalian hama secara terkoordinasi diharapkan mampu menjadi langkah antisipasi agar risiko kerusakan tanaman dapat ditekan sejak dini.

Melalui GERDAL di Desa Warukulon, para petani diharapkan semakin solid dalam menghadapi ancaman hama tikus.

Dengan kondisi tanaman yang lebih terjaga, produktivitas sawah di Kecamatan Pucuk diharapkan tetap optimal dan hasil panen petani dapat meningkat.

Sinergi tersebut sekaligus menjadi bukti bahwa menjaga ketahanan pangan tidak hanya menjadi tanggung jawab petani, tetapi juga membutuhkan dukungan pemerintah dan seluruh elemen masyarakat hingga tingkat desa. (Fs)