Investigasi

Belum Genap 2 Bulan, Jalan Aspal BKKD Rp1,8 Miliar di Desa Ngampal Sumberrejo Bojonegoro Sudah Tambal Sulam

aksesadim01
8843
×

Belum Genap 2 Bulan, Jalan Aspal BKKD Rp1,8 Miliar di Desa Ngampal Sumberrejo Bojonegoro Sudah Tambal Sulam

Sebarkan artikel ini
1772122809784 copy 1280x866

BOJONEGORO – Proyek peningkatan jalan desa di Desa Ngampal, Kecamatan Sumberrejo, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, menuai sorotan publik.

Jalan aspal yang baru sekitar satu bulan rampung dikerjakan melalui program Bantuan Keuangan Khusus Desa (BKKD) Tahun Anggaran 2025 dilaporkan sudah mengalami kerusakan di sejumlah titik.

Menindaklanjuti keluhan warga, tim dari Inspektorat Kabupaten Bojonegoro bersama Dinas Pekerjaan Umum (PU) Bina Marga serta Camat Sumberrejo turun langsung ke lokasi pada Kamis (26/2/2026) untuk melakukan monitoring dan pengecekan fisik pekerjaan.

Sekretaris Inspektorat Bojonegoro, Didit Sugiarto, menjelaskan bahwa pihaknya segera merespons laporan masyarakat terkait kondisi jalan yang dinilai tidak wajar karena kerusakan terjadi dalam waktu sangat singkat setelah proyek dinyatakan selesai.

“Kami menurunkan tim bersama teknis dari PU Bina Marga untuk mengecek langsung kondisi fisik pekerjaan yang bersumber dari dana BKKD tersebut. Informasi yang kami terima menyebutkan jalan sudah mengalami kerusakan, padahal baru saja selesai dikerjakan,” ujar Didit.

Berdasarkan hasil pantauan di lapangan, jalan sepanjang kurang lebih 1.180 meter yang menjadi akses penghubung antar-dusun itu tak lagi mulus.

Di beberapa titik tampak bekas tambalan aspal, sementara kerusakan paling parah terlihat pada ruas sekitar 50 meter.

Aspal terlihat ambles dan berlubang. Bahkan, agregat batu di bawah lapisan aspal muncul ke permukaan.

Kondisi ini memicu kekhawatiran warga karena jalan tersebut merupakan akses vital untuk aktivitas sehari-hari, termasuk mobilitas pertanian dan distribusi hasil panen.

Proyek tersebut diketahui bersumber dari program BKKD Tahun Anggaran 2025 dengan nilai anggaran sekitar Rp2 miliar.

Program ini merupakan skema bantuan keuangan dari Pemerintah Kabupaten Bojonegoro kepada pemerintah desa guna mendukung pembangunan infrastruktur dan pemberdayaan masyarakat.

Didit menambahkan, hasil pemeriksaan sementara masih menunggu laporan lengkap dari tim yang hingga kini masih berada di lokasi untuk melakukan evaluasi teknis lebih mendalam.

Sementara itu, Kepala Desa Ngampal, Budiono, membenarkan adanya monitoring dari Inspektorat dan Dinas PU Bina Marga.

Dari pengecekan awal, ditemukan sejumlah kerusakan pada badan jalan yang baru selesai dibangun tersebut.

“Untuk bagian yang rusak, sesuai arahan tim tadi akan dilakukan pengerukan dan pembongkaran total, lalu diperbaiki kembali,” jelas Budiono.

Ia mengungkapkan dugaan sementara penyebab kerusakan berasal dari kualitas bahan pondasi yang kurang baik. Nilai proyek tersebut, menurutnya, sekitar Rp1,8 miliar.

“Diduga karena kualitas biscos atau bahan pondasinya kurang bagus,” katanya.

Budiono memastikan pihak pelaksana kegiatan atau kontraktor telah menyatakan kesanggupan untuk melakukan perbaikan sesuai rekomendasi hasil monitoring.

“Kontraktor menyanggupi untuk segera melakukan perbaikan dalam waktu dekat,” pungkasnya.

Kasus ini pun menjadi perhatian publik, mengingat proyek infrastruktur desa dengan anggaran miliaran rupiah seharusnya memiliki kualitas yang mampu bertahan dalam jangka panjang, bukan justru rusak dalam hitungan minggu. (er)