BOJONEGORO – Kondisi bagian atap SDN Clebung 4, Kecamatan Bubulan, Kabupaten Bojonegoro, menjadi perhatian warga.
Struktur atap pada bangunan yang tengah dikerjakan tersebut terlihat tidak lurus dan mengalami lendutan atau dalam istilah warga setempat disebut mledot.
Kondisi itu memunculkan pertanyaan mengenai kualitas pekerjaan konstruksi serta keamanan bangunan yang nantinya digunakan untuk aktivitas belajar mengajar para siswa.
Berdasarkan dokumentasi yang diterima, terdapat bagian struktur atap yang tampak mengalami perubahan bentuk.
Warga kemudian mempertanyakan apakah kondisi tersebut berkaitan dengan material yang digunakan maupun metode pelaksanaan pekerjaan.
Salah satu hal yang turut disorot adalah penggunaan material besi.
Namun, apakah material tersebut telah sesuai ukuran, jumlah, spesifikasi teknis, gambar kerja, serta Rencana Anggaran Biaya (RAB), masih memerlukan pemeriksaan langsung oleh tenaga teknis.
“Ini bangunan sekolah, bukan bangunan WC umum. Kalau nanti gentingnya jatuh dan mengenai anak-anak bagaimana,” ujar AD, seorang warga yang meminta agar kondisi tersebut segera diperiksa, Selasa (1/9/2026).
Menurut warga, kekhawatiran tersebut muncul karena bangunan sekolah setiap hari menjadi tempat beraktivitas siswa dan tenaga pendidik. Karena itu, faktor keamanan konstruksi dinilai tidak boleh diabaikan.
Warga meminta Dinas Pendidikan bersama instansi teknis terkait segera turun ke lokasi untuk melihat kondisi bangunan secara langsung.
Pemeriksaan diharapkan tidak sebatas melihat hasil pekerjaan secara kasatmata, tetapi juga mencakup struktur dan material yang digunakan.
Beberapa aspek yang dinilai perlu diperiksa antara lain ukuran serta jumlah besi, rangka atap, sambungan konstruksi, kualitas material, hingga kesesuaian pekerjaan dengan gambar teknis dan RAB.
Masyarakat menegaskan bahwa sorotan terhadap pekerjaan tersebut bukan dimaksudkan untuk menghambat pembangunan sekolah.
Sebaliknya, warga ingin memastikan bangunan yang dikerjakan menggunakan anggaran pemerintah benar-benar memenuhi standar kualitas dan aman digunakan.
Apabila dari hasil pemeriksaan ditemukan adanya bagian pekerjaan yang tidak sesuai spesifikasi atau ketentuan kontrak, warga berharap segera dilakukan perbaikan sesuai prosedur.
“Kalau memang ada yang tidak sesuai, sebaiknya diperbaiki sekarang. Jangan sampai bangunannya sudah selesai baru diketahui ada masalah,” lanjut warga tersebut.
Bagian atap menjadi salah satu elemen penting bangunan karena berkaitan dengan perlindungan ruang di bawahnya sekaligus keselamatan pengguna.
Karena itu, setiap indikasi perubahan bentuk pada struktur dinilai perlu mendapat perhatian serius dan tidak boleh dibiarkan tanpa pemeriksaan.
Hingga berita ini ditulis, belum terdapat keterangan resmi dari pihak pelaksana maupun dinas terkait mengenai penyebab bagian atap yang terlihat melendut tersebut.
Belum diketahui pula apakah material dan pengerjaannya telah sesuai dengan spesifikasi teknis serta RAB yang ditetapkan.
Publik kini menunggu respon pihak terkait untuk turun langsung ke SDN Clebung 4 Bubulan.
Pemeriksaan teknis diperlukan agar kondisi bangunan dapat diketahui secara objektif sekaligus memastikan sekolah tersebut aman dan layak digunakan siswa maupun tenaga pendidik.
Dengan demikian, dugaan persoalan konstruksi tidak berhenti pada sorotan warga, tetapi dapat segera mendapat kepastian berdasarkan hasil pemeriksaan di lapangan. (er)







