Daerah

Tata Kelola Jadi Kunci, IKM Bojonegoro Disiapkan Jadi Penggerak Ekonomi Daerah

aksesadim01
6901
×

Tata Kelola Jadi Kunci, IKM Bojonegoro Disiapkan Jadi Penggerak Ekonomi Daerah

Sebarkan artikel ini
IMG 20260511 WA0031

BOJONEGORO – Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disperinaker) Kabupaten Bojonegoro terus memperkuat sektor Industri Kecil Menengah (IKM) sebagai fondasi ekonomi kerakyatan.

Upaya itu diwujudkan melalui kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) yang digelar selama dua hari, 7-8 Mei 2026, di Aula Lantai 2 Kantor Disperinaker Bojonegoro.

Melalui kegiatan tersebut, para pelaku IKM dibekali pemahaman tentang pengelolaan usaha yang tepat agar mampu beradaptasi dengan perubahan pasar sekaligus meningkatkan daya saing usaha mereka.

Program ini tidak sekedar pelatihan biasa. Pemerintah daerah ingin mendorong pelaku IKM agar mampu berkembang lebih profesional, mandiri, dan membuka peluang kerja baru di lingkungan sekitarnya.

Langkah ini juga menjadi bagian dari strategi penguatan ekonomi lokal sekaligus menekan angka kemiskinan di Kabupaten Bojonegoro.

Ketua Dekranasda Kabupaten Bojonegoro, Cantika Wahono, menegaskan pentingnya tindak lanjut setelah pelatihan selesai.

Menurutnya, ilmu yang diperoleh peserta harus benar-benar diterapkan dalam pengembangan usaha masing-masing.

Ia berharap para pelaku UMKM mampu membangun kolaborasi dan jaringan usaha yang kuat sehingga dampak ekonomi dari pelatihan tersebut bisa langsung dirasakan masyarakat.

“Ilmu dari bimtek ini jangan berhenti sebagai teori saja. Harus segera diterapkan agar usaha semakin berkembang dan memberi dampak nyata bagi perekonomian,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Kabupaten Bojonegoro, Mahmudi, menilai IKM memiliki potensi besar menjadi motor penggerak ekonomi daerah.

Namun, menurutnya, masih banyak pelaku usaha yang menghadapi kendala dalam pengelolaan manajemen bisnis.

Karena itu, pemerintah hadir untuk memberikan pendampingan sekaligus memperkuat kemampuan pelaku usaha agar lebih siap menghadapi persaingan pasar.

“IKM merupakan tulang punggung ekonomi daerah. Jika manajemennya sehat dan usahanya berkembang mandiri, maka lapangan pekerjaan akan terbuka dan kesejahteraan masyarakat ikut meningkat,” jelas Mahmudi.

Dia juga berharap sinergi antara pemerintah dan pelaku usaha terus diperkuat demi mewujudkan Bojonegoro yang lebih makmur, berkembang, dan membanggakan.

Dengan pembekalan manajemen usaha yang lebih modern dan adaptif, pelaku IKM di Bojonegoro diharapkan tidak hanya mampu bertahan di tengah persaingan, tetapi juga bisa menembus pasar yang lebih luas dan menjadi pemain utama di daerah sendiri. (er)