Daerah

Pemkab Bojonegoro Gaspol, Program Ayam Petelur Diperkuat Pendampingan

aksesadim01
6858
×

Pemkab Bojonegoro Gaspol, Program Ayam Petelur Diperkuat Pendampingan

Sebarkan artikel ini
IMG 20260506 WA0008

BOJONEGORO – Upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat terus digenjot Pemerintah Kabupaten Bojonegoro melalui sektor peternakan.

Salah satu program unggulan, Gayatri (Gerakan Beternak Ayam Petelur Mandiri), kini memasuki tahap penting sebelum penyaluran bantuan tahun 2026.

Melalui Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Bojonegoro, pemerintah tengah melakukan verifikasi calon Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di 28 kecamatan.

Tahapan ini menjadi penentu sebelum penerbitan Surat Keputusan (SK) Bupati.

Kepala Bidang Peternakan, drh. Indra Firmansyah, menjelaskan bahwa proses verifikasi masih berlangsung sehingga bantuan belum bisa disalurkan dalam waktu dekat.

“Setelah verifikasi rampung, akan dilanjutkan penetapan melalui SK Bupati, bimbingan teknis, baru kemudian distribusi bantuan. Targetnya mulai Mei atau Juni,” ujarnya.

Langkah ini dilakukan untuk memastikan bantuan tepat sasaran sekaligus meminimalkan potensi kegagalan program.

Program Gayatri sebelumnya telah berjalan melalui pendanaan APBD 2025 dengan capaian signifikan. Sebanyak 5.400 KPM telah menerima bantuan 291.600 ekor ayam petelur.

Hasilnya, produksi telur dari program tersebut sudah mencapai sekitar 88 persen angka yang menunjukkan potensi besar sektor peternakan sebagai penggerak ekonomi warga.

Pemkab Bojonegoro tidak hanya fokus pada distribusi bantuan, tetapi juga keberlanjutan usaha para penerima.

Pendampingan dilakukan secara intensif, mulai dari manajemen pemeliharaan ternak, program vaksinasi seperti Avian Influenza (AI) serta ND+IB, hingga dukungan pemasaran hasil produksi.

“Pendampingan ini penting agar usaha ternak tidak berhenti di tengah jalan, tapi bisa berkembang dan menghasilkan,” tegas Indra.

Program Gayatri dinilai memiliki keunggulan karena bersifat produktif dan cepat menghasilkan.

Telur sebagai komoditas utama memiliki pasar luas dan mudah dijual.

Selain itu, usaha ini relatif mudah dijalankan dan bisa menjadi sumber penghasilan tambahan bagi keluarga.

“Dengan ayam petelur, masyarakat bisa mendapatkan pemasukan harian. Ini peluang ekonomi yang sangat potensial,” tambahnya.

Meski peluang terbuka lebar, pemerintah mengingatkan pentingnya pengelolaan keuangan yang baik.

Hasil penjualan telur diharapkan tidak langsung habis, melainkan dialokasikan untuk kebutuhan pakan dan regenerasi ternak saat masa afkir.

Dengan manajemen yang tepat, Program Gayatri diharapkan mampu menciptakan kemandirian ekonomi masyarakat sekaligus memperkuat sektor peternakan lokal secara berkelanjutan. (er)