Hukrim

Keluarga Bongkar Ancaman YTR Korban Penyekapan di Bandung Saat Menghilang Bersama Kekasihnya

aksesadim01
7548
×

Keluarga Bongkar Ancaman YTR Korban Penyekapan di Bandung Saat Menghilang Bersama Kekasihnya

Sebarkan artikel ini
IMG 20260623 WA0057

BANDUNG – Fakta baru terus bermunculan dalam kasus dugaan penyiksaan yang dialami YTR (29), perempuan asal Rancaekek, Kabupaten Bandung, Jawa Barat.

Di balik hilangnya korban selama hampir tiga tahun, keluarga mengungkap sejumlah kejadian yang kini dinilai sebagai tanda-tanda bahwa YTR berada dalam situasi tidak normal.

Seperti diketahui, YTR diduga menjadi korban penganiayaan dan penyekapan oleh kekasihnya berinisial TH (30).

Selama bertahun-tahun, korban disebut berpindah-pindah tempat tinggal dan kehilangan akses komunikasi dengan keluarganya.

Kasus ini akhirnya terbongkar setelah keluarga menerima pesan misterius yang mengabarkan keberadaan YTR di Instalasi Gawat Darurat Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung.

Saat ditemukan, kondisi korban sangat memprihatinkan dan mengalami berbagai luka serius akibat dugaan kekerasan berkepanjangan.

Kakak ipar korban, Melanie, mengungkap bahwa keluarga sebenarnya telah berupaya mencari YTR sejak awal dirinya menghilang pada 2023.

Bahkan, mereka sempat menyebarkan informasi kehilangan melalui media sosial dengan mencantumkan foto korban dan terduga pelaku.

Menurut Melanie, unggahan tersebut sempat menyebar luas hingga masuk ke lingkungan organisasi masyarakat yang diketahui memiliki keterkaitan dengan TH.

“Telah hilang adik kami, dibawa kabur oleh laki-laki ini. Foto pelaku juga kami pasang,” ujar Melanie dalam siniar YouTube Denny Sumargo.

Tak lama setelah unggahan itu viral, keluarga mendapatkan panggilan yang tak terduga dari YTR.

Namun, alih-alih memberi kabar baik, korban justru meluapkan kemarahan kepada keluarganya.

YTR meminta agar seluruh unggahan tentang dirinya segera dihapus.

Ia juga menegaskan bahwa dirinya sudah dewasa dan tidak ingin lagi dicari-cari oleh keluarganya.

Melanie mengatakan, saat itu korban mengaku sudah tidak lagi menjalin hubungan dengan TH sehingga keluarga sempat percaya bahwa semuanya baik-baik saja.

Meski demikian, kakak korban tetap meminta YTR untuk pulang ke rumah.

Sebagai syarat, keluarga bersedia menghapus unggahan pencarian tersebut apabila YTR benar-benar kembali.

Karena yakin dengan ucapan korban, keluarga akhirnya menghapus seluruh postingan yang telah mereka sebarkan, namun setelah itu, komunikasi justru semakin sulit dilakukan.

Melanie mengungkapkan bahwa dirinya, sang suami, hingga anggota keluarga lain mendadak diblokir oleh YTR.

Sejak saat itu, keluarga kehilangan jejak dan tidak lagi mengetahui keberadaan korban.

“Kami bingung harus menghubungi siapa. Akhirnya hanya bisa berharap suatu saat dia pulang sendiri,” tutur Melanie.

Keluarga ternyata juga pernah mempertimbangkan untuk melaporkan hilangnya YTR ke polisi.

Namun niat tersebut urung dilakukan setelah korban memberikan respon yang membuat mereka khawatir.

Melanie mengaku pernah meminta YTR untuk segera pulang.

Jika tidak, keluarga berencana menempuh jalur hukum dengan membuat laporan kehilangan.

Namun jawaban yang diterima justru mengejutkan, menurut Melanie, YTR mengatakan bahwa jika keluarga tetap melapor ke polisi, maka dirinya tidak akan pernah pulang lagi.

Ancaman tersebut membuat keluarga memilih menahan diri dan berharap korban bisa kembali dengan kemauannya sendiri.

Fakta lain yang juga diungkap Melanie berasal dari keterangan rekan kerja korban.

Sebelum menghilang, YTR disebut sempat mengalami tekanan emosional yang cukup berat.

Salah seorang teman kantornya pernah menghubungi keluarga dan menceritakan bahwa YTR beberapa kali menangis di kamar mandi kantor.

Saat itu korban terdengar berteriak bahwa dirinya tidak bisa melepaskan diri karena seluruh hartanya telah diambil oleh sang pacar.

Keterangan tersebut membuat keluarga menduga YTR bertahan dalam hubungan tersebut karena masih berharap harta benda yang dibawa pergi bisa kembali.

Momen paling menyayat hati terjadi pada akhir 2025, saat YTR kembali menghubungi kakaknya setelah sekian lama tidak terdengar kabarnya.

Dalam percakapan tersebut, korban mengajukan pertanyaan yang hingga kini masih membekas di hati keluarga.

“Kalau aku pulang, masih dianggap anak nggak,” tanya YTR kepada kakaknya.

Pertanyaan itu membuat keluarga terkejut sekaligus sedih.

Kakaknya pun langsung menegaskan bahwa YTR akan selalu diterima apa pun kondisinya.

Namun jawaban berikutnya justru semakin membuat keluarga terpukul.

“Aa, aku sudah nggak kayak dulu,” ujar YTR.

Meski begitu, keluarga tetap berusaha meyakinkan bahwa mereka siap menerima dan mendampingi korban dalam kondisi apa pun.

Dalam percakapan yang sama, YTR sempat meminta dijemput di kawasan Permata Hijau, Rancaekek, Kabupaten Bandung.

Namun saat keluarga datang, korban tak pernah muncul dan kembali menghilang tanpa jejak.

Kini, setelah YTR akhirnya ditemukan dalam kondisi mengenaskan, keluarga berharap proses hukum berjalan tuntas dan seluruh fakta yang selama ini tersembunyi dapat terungkap secara terang. (dy)