TNI/POLRI

Dari Takut Jadi Dekat, Polisi Lamongan Ubah Cara Pandang Anak-anak

aksesadim01
5568
×

Dari Takut Jadi Dekat, Polisi Lamongan Ubah Cara Pandang Anak-anak

Sebarkan artikel ini
IMG 20260429 WA0018

LAMONGAN – Suasana berbeda tampak di halaman Polres Lamongan, Selasa (28/4/2026).

Area yang biasanya identik dengan aktivitas kepolisian itu mendadak berubah menjadi ruang belajar penuh keceriaan bagi puluhan anak usia dini.

Sebanyak 41 siswa KB/RA Muslimat NU Sunan Giri Gondanglor tampak antusias mengikuti kegiatan bertajuk SASANA (Samapta Sahabat Anak) yang digelar Sat Samapta Polres Lamongan.

Program ini menghadirkan pendekatan edukatif yang hangat dan menyenangkan, memperkenalkan sosok polisi sebagai sahabat bagi anak-anak.

Sejak pagi, suasana cair langsung terasa. Para anggota polisi menyambut anak-anak bukan dengan formalitas kaku, melainkan melalui cerita ringan, tepuk tangan, hingga berbagai permainan interaktif.

Sekat antara seragam polisi dan dunia anak-anak pun seolah hilang.

Dipandu langsung oleh Kasat Samapta AKP Yossy Eka bersama anggota, anak-anak diajak belajar disiplin melalui kegiatan sederhana seperti baris-berbaris.

Selain itu, mereka juga dikenalkan rambu lalu lintas lewat metode tebak gambar yang mudah dipahami dan menghibur.

Di bawah cuaca cerah, kegiatan berlangsung penuh semangat. Anak-anak terlihat semakin percaya diri, berani berinteraksi, bahkan tak ragu untuk bertanya dan bersalaman dengan para polisi.

Para guru pendamping yang turut hadir pun tak bisa menyembunyikan rasa haru. Mereka melihat langsung perubahan sikap murid-muridnya yang kini lebih berani dan terbuka.

“Anak-anak pulang membawa keberanian dan rasa percaya. Mereka jadi tahu bahwa polisi adalah teman,” ungkap salah satu guru.

Sementara itu, Kasihumas Polres Lamongan IPDA M. Hamzaid menjelaskan bahwa program SASANA merupakan bagian dari upaya pendekatan humanis kepolisian kepada masyarakat, khususnya anak-anak.

Menurutnya, nilai-nilai seperti disiplin, rasa aman, dan kepatuhan hukum perlu dikenalkan sejak dini agar tertanam kuat dalam karakter generasi muda.

“Kami ingin anak-anak tidak merasa takut pada polisi. Justru sebaliknya, mereka bisa melihat kami sebagai tempat yang aman dan bisa dipercaya,” jelasnya.

Meski hanya berlangsung sekitar satu jam, kegiatan ini meninggalkan kesan mendalam.

Lebih dari sekadar kunjungan edukasi, SASANA menjadi sarana menanamkan nilai positif sekaligus membangun kedekatan emosional antara polisi dan anak-anak.

Melalui kegiatan sederhana namun bermakna ini, Polres Lamongan menunjukkan bahwa membangun generasi hebat bisa dimulai dari hal kecil: hadir, menyapa, dan menjadi sahabat bagi anak-anak. (fs)