LAMONGAN – Semangat kebersamaan antara TNI dan masyarakat kembali terlihat nyata di Desa Plososetro, Kecamatan Pucuk, Kabupaten Lamongan, Rabu (29/4/2026).
Koramil 0812/26 Pucuk bersama warga turun langsung membongkar dua rumah tidak layak huni (Rutilahu) milik warga setempat.
Dua rumah tersebut adalah milik Sriyamah (RT 05 RW 02) dan Kasmiah (RT 03 RW 01).
Keduanya menjadi penerima program Rutilahu tahun 2026 yang merupakan kolaborasi antara Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan Kodam V/Brawijaya.
Sejak pagi hari, suasana desa dipenuhi aktivitas gotong royong. Warga dan anggota TNI tampak kompak menurunkan genteng, mengangkut kayu, hingga membersihkan puing bangunan lama.
Tak ada sekat antara seragam loreng dan pakaian warga semua larut dalam satu tujuan: membangun hunian yang lebih layak.
Bati Tuud Koramil 0812/26 Pucuk, Peltu Dol Kholil, menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekedar pembongkaran rumah, tetapi awal dari kehidupan yang lebih baik bagi penerima manfaat.
“Kami hadir untuk membantu dan meringankan beban masyarakat. Ini adalah bentuk nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat,” ujarnya.
Kepala Desa Plososetro, Mitkhol Huda, turut menyampaikan apresiasi atas sinergi yang terbangun.
Menurutnya, program ini tidak hanya memberikan bantuan fisik, tetapi juga memperkuat nilai kebersamaan di tengah masyarakat.
“Beban warga menjadi lebih ringan, dan semangat gotong royong tetap terjaga,” katanya.
Proses pembongkaran berjalan lancar, aman, dan penuh kekompakan.
Tahapan selanjutnya, pembangunan akan dilanjutkan dengan pemasangan pondasi setelah material tiba di lokasi pada hari yang sama.
Dari reruntuhan rumah lama, kini tumbuh harapan baru. Gotong royong yang terjalin menjadi simbol kuat bahwa TNI dan rakyat tetap satu dalam membangun daerah menuju Lamongan yang lebih maju dan megilan. (fs)







