Daerah

Bojonegoro Siapkan 592 Ton Benih Padi, Ini Rincian Bantuan 2026

×

Bojonegoro Siapkan 592 Ton Benih Padi, Ini Rincian Bantuan 2026

Sebarkan artikel ini

BOJONEGORO – Upaya memperkuat ketahanan pangan dan meningkatkan produktivitas pertanian terus dilakukan Pemerintah Kabupaten Bojonegoro.

Hingga Oktober 2026, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Bojonegoro mencatat realisasi penyaluran bantuan benih padi mencapai 589,8 ton untuk lahan pertanian seluas 23.693 hektare.

Bantuan tersebut menjadi bagian dari dukungan pemerintah untuk memastikan petani memperoleh benih unggul bermutu dan berlabel yang dapat dimanfaatkan sesuai kebutuhan musim tanam.

Program ini juga diharapkan mampu menjaga keberlanjutan produksi padi di Bojonegoro, yang dikenal sebagai salah satu daerah penyangga pangan di Jawa Timur.

Kepala DKPP Kabupaten Bojonegoro, Zaenal Fanani, mengatakan penyediaan benih berkualitas menjadi salah satu langkah penting untuk mendorong peningkatan hasil pertanian sekaligus menjaga ketersediaan pangan.

“Sebagai upaya untuk meningkatkan produktivitas dan produksi padi di Kabupaten Bojonegoro, Pemerintah Kabupaten Bojonegoro melakukan kerja sama dengan UGM melalui demplot Varietas Unggul Baru (VUB), yaitu Gamagora 7, dan hasilnya cukup memuaskan,” ujarnya.

Zaenal menjelaskan, dukungan bantuan benih padi pada tahun anggaran 2026 berasal dari tiga sumber pembiayaan, yakni APBN, APBD Provinsi Jawa Timur dan APBD Kabupaten Bojonegoro.

Berdasarkan data DKPP, total alokasi bantuan benih padi mencapai 592.225 kilogram atau 592,225 ton, dengan target cakupan lahan seluas 23.798 hektare.

Pemerintah pusat melalui APBN memberikan alokasi terbesar, yakni 544.250 kilogram benih padi untuk lahan seluas 21.770 hektare.

Sementara itu, Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui APBD I mengalokasikan 25.000 kilogram benih untuk lahan seluas 1.000 hektare.

Adapun dukungan dari APBD Kabupaten Bojonegoro atau APBD II mencapai 22.975 kilogram, yang dialokasikan untuk lahan seluas 1.028 hektare.

Sinergi tiga sumber anggaran tersebut diharapkan dapat memperluas akses petani terhadap benih berkualitas sekaligus mendukung keberlangsungan kegiatan usaha tani di berbagai wilayah kecamatan.

Selain menyalurkan bantuan benih, DKPP Bojonegoro juga mendorong pengembangan varietas unggul baru melalui kerja sama dengan Universitas Gadjah Mada (UGM).

Salah satu varietas yang dikembangkan adalah Gamagora 7.

Pengujian melalui demonstrasi plot atau demplot dilakukan untuk melihat potensi varietas tersebut dalam mendukung produktivitas pertanian di Bojonegoro.

Untuk alokasi benih dari APBD II, DKPP mencatat bantuan terdiri atas 4.100 kilogram benih padi hibrida dan 18.875 kilogram benih padi inhibrida varietas Gamagora.

Selain itu, terdapat 125 kilogram benih inhibrida yang dikhususkan untuk kebutuhan demplot.

Hingga Oktober 2026, realisasi penyaluran dari alokasi APBD II mencapai 20.550 kilogram untuk lahan seluas 923 hektare.

Rinciannya meliputi benih padi hibrida sebanyak 3.800 kilogram untuk 253 hektare dan benih padi inhibrida varietas Gamagora sebanyak 16.750 kilogram untuk 670 hektare.

Khusus penyaluran benih Gamagora, distribusi dilakukan dalam tiga tahap. Tahap pertama sebanyak 7.250 kilogram, tahap kedua 4.000 kilogram, dan tahap ketiga 5.500 kilogram.

Pengembangan varietas unggul tersebut menjadi salah satu upaya untuk memperkuat pilihan teknologi budidaya yang dapat dimanfaatkan petani, dengan tetap memperhatikan kesesuaian varietas terhadap kondisi lahan dan kebutuhan setempat.

Dari total alokasi 592,225 ton, realisasi penyaluran hingga Oktober 2026 telah mencapai 589,8 ton.

Dengan demikian, berdasarkan angka yang disampaikan DKPP, masih terdapat sisa alokasi sebanyak 2.425 kilogram atau 2,425 ton.

DKPP Bojonegoro optimistis sisa bantuan tersebut dapat disalurkan secara bertahap dengan menyesuaikan kalender tanam di masing-masing kecamatan.

Penyesuaian waktu distribusi menjadi bagian penting agar benih yang diterima kelompok tani dapat dimanfaatkan sesuai jadwal budidaya dan kebutuhan lahan pertanian.

Zaenal menegaskan, pihaknya juga memastikan proses distribusi bantuan dikawal hingga diterima langsung oleh kelompok tani (poktan) yang menjadi penerima manfaat.

“Dengan begitu, dampaknya benar-benar dirasakan petani dalam meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan petani kita,” tambahnya.

Penyaluran bantuan benih padi tersebut menjadi salah satu langkah untuk menjaga keberlanjutan produksi pertanian di Kabupaten Bojonegoro.

Ketersediaan benih bermutu diharapkan membantu petani mempersiapkan musim tanam, meningkatkan peluang memperoleh hasil panen yang optimal, serta mendukung upaya menjaga pasokan beras.

Melalui dukungan anggaran pemerintah pusat, provinsi dan kabupaten, DKPP Bojonegoro menargetkan bantuan benih dapat menjangkau lahan sesuai perencanaan dan diterima oleh kelompok tani yang membutuhkan.

Ke depan, pengawasan distribusi serta penerapan varietas yang sesuai dengan kondisi lahan akan menjadi bagian penting dalam mendukung pertanian yang produktif dan berkelanjutan di Bojonegoro. (er)