Peristiwa

Kebakaran di Mantup Lamongan, Warung dan Isinya Ludes Dilalap Api

×

Kebakaran di Mantup Lamongan, Warung dan Isinya Ludes Dilalap Api

Sebarkan artikel ini

LAMONGAN – Kebakaran melanda sebuah warung kopi milik warga di Dusun Mantup Selatan, Desa Mantup, Kecamatan Mantup, Kabupaten Lamongan, Rabu (7/10/2026) malam.

Api dengan cepat membesar hingga menghanguskan bangunan beserta sejumlah barang di dalamnya.

Warung milik Muni’ah itu terbakar sekitar pukul 18.15 WIB.

Dugaan sementara, kebakaran dipicu korsleting arus listrik yang kemudian menyambar material bangunan.

Kondisi bangunan yang didominasi anyaman bambu dan papan kayu membuat api cepat berkobar.

Situasi tersebut sempat membuat warga sekitar panik karena lokasi kebakaran berada tidak jauh dari lingkungan permukiman.

Mendapat laporan kejadian, dua personel Babinsa Koramil 0812/09 Mantup langsung mendatangi lokasi.

Mereka berkoordinasi dengan aparat terkait dan warga untuk mempercepat proses pemadaman sekaligus mencegah api menjalar ke bangunan lain.

Penanganan kebakaran melibatkan tiga personel Polsek Mantup, satu personel Satpol PP, serta petugas Pemadam Kebakaran yang mengerahkan tiga armada.

Perangkat desa bersama masyarakat juga ikut membantu proses pemadaman.

Berkat penanganan bersama tersebut, kobaran api akhirnya berhasil dikendalikan dan tidak meluas ke permukiman di sekitar lokasi.

Komandan Kodim 0812/Lamongan Letkol Inf Deni Suryo Anggo Digdo mengapresiasi respon cepat personel Babinsa dalam membantu warga yang tertimpa musibah.

“Babinsa kami selalu siap sedia 24 jam untuk merespon setiap potensi bencana maupun musibah di wilayah binaan. Sinergi yang cepat antara Babinsa, Bhabinkamtibmas, Pemadam Kebakaran dan masyarakat sangat krusial agar dampak kebakaran dapat diminimalisir dan tidak meluas ke pemukiman warga sekitar,” tegasnya.

Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut, namun, kebakaran menyebabkan bangunan warung dan berbagai perlengkapannya hangus terbakar.

Kerugian akibat musibah tersebut diperkirakan mencapai sekitar Rp25 juta.

Tak hanya bangunan dan peralatan usaha, sejumlah dokumen penting milik korban juga ikut dilalap api.

Dokumen tersebut antara lain KTP, Kartu Keluarga (KK), Akta Kelahiran dan Buku Nikah.

Setelah api berhasil dipadamkan, Babinsa tetap berada di lokasi untuk memastikan proses pendinginan berjalan aman.

Area sekitar juga diamankan agar warga tidak mendekati titik yang masih berpotensi membahayakan.

Babinsa kemudian berkoordinasi dengan pemerintah desa untuk mendata kondisi korban serta kebutuhan pascakebakaran.

Termasuk membantu memfasilitasi pengurusan kembali dokumen kependudukan yang ikut terbakar.

Pemeriksaan jaringan listrik secara berkala penting dilakukan untuk mengantisipasi korsleting yang berpotensi memicu kebakaran.

Bagi jajaran Kodim 0812/Lamongan, kehadiran Babinsa di tengah masyarakat menjadi bagian dari upaya menjaga keamanan sekaligus memberikan bantuan cepat ketika warga menghadapi situasi darurat. (fs)