BOJONEGORO – Festival Ledre Bojonegoro yang digelar di halaman Kecamatan Purwosari, Kamis (8/10/2026), berlangsung meriah. Kegiatan yang dijadwalkan berlangsung selama dua hari tersebut mendapat sambutan positif dari masyarakat, khususnya para pelaku UMKM di wilayah Purwosari.
Keramaian festival tidak hanya menghadirkan berbagai produk ledre dan kuliner lokal.
Sejumlah pelaku UMKM dari lingkungan sekolah, TPQ, hingga komunitas masyarakat turut memanfaatkan momentum tersebut untuk memperkenalkan produk dan kegiatan mereka kepada pengunjung.
Salah satunya UMKM dari TK TPQ Annur Purwosari yang membuka gerai buku perpustakaan sekaligus menyediakan kegiatan menggambar bagi anak-anak.
Sejak pagi, gerai tersebut tampak mendapat perhatian pengunjung.
Anak-anak tidak hanya diajak mengenal dan membaca buku, tetapi juga diberikan ruang untuk menyalurkan kreativitas melalui kegiatan menggambar.
Guru TU TK TPQ Annur Purwosari, M. Sharil, menyampaikan apresiasinya terhadap pelaksanaan Festival Ledre yang digelar di wilayah Purwosari.
Menurutnya, festival tersebut memberikan dampak positif bagi pelaku UMKM sekitar karena mampu menghadirkan keramaian dan mendatangkan banyak pengunjung.
“Kami mengucapkan terima kasih atas kegiatan Festival Ledre yang diselenggarakan di Purwosari. Ini menjadi berkah bagi UMKM sekitar dan seluruh peserta yang ikut dalam kegiatan,” ujar M. Sharil.
Ia menambahkan, antusiasme masyarakat terlihat sejak pagi. Hal tersebut menjadi peluang bagi pelaku UMKM untuk mengenalkan produk maupun aktivitas mereka secara lebih luas.
“Alhamdulillah sejak pagi tadi pengunjung sangat ramai. Anak-anak juga antusias, terutama untuk membaca buku dan mengikuti kegiatan menggambar,” lanjutnya.
M. Sharil berharap Festival Ledre tidak hanya menjadi kegiatan promosi produk kuliner khas Bojonegoro, tetapi juga mampu menjadi ruang untuk menggerakkan ekonomi masyarakat dan memperkenalkan berbagai potensi lokal.
Dia juga berharap ledre semakin dikenal luas hingga ke tingkat nasional bahkan mancanegara.
“Semoga kegiatan ini menjadikan ledre sebagai identitas produk Bojonegoro yang nantinya bisa mendunia,” ungkapnya.
Festival Ledre di Purwosari pun menjadi gambaran bagaimana kegiatan berbasis produk lokal dapat dipadukan dengan aktivitas UMKM, pendidikan, literasi, dan kreativitas anak.
Kehadiran masyarakat yang cukup ramai menjadi sinyal positif bagi pengembangan ekonomi kreatif sekaligus penguatan identitas kuliner khas Bojonegoro. (Er)





