BOJONEGORO – Mengurus administrasi kependudukan kini semakin mudah bagi warga Kecamatan Purwosari, Kabupaten Bojonegoro.
Pemerintah Kecamatan Purwosari mulai menerapkan layanan jemput bola Kartu Identitas Anak (KIA) dengan mendatangi langsung sekolah dan lembaga pendidikan di desa.
Inovasi tersebut dilakukan untuk memperluas cakupan kepemilikan KIA sekaligus mendekatkan pelayanan administrasi kependudukan kepada masyarakat.
Layanan perdana dilaksanakan di Desa Donan dengan menyasar siswa SDN Donan 2, SDN Donan 3, serta anak-anak PAUD Melati.
Dalam pelayanan tersebut, operator administrasi kependudukan Kecamatan Purwosari berkoordinasi dengan sekolah untuk melakukan proses pendaftaran dan perekaman secara kolektif.
Dengan pola pelayanan seperti ini, orang tua maupun anak tidak perlu meluangkan waktu datang ke kantor kecamatan.
Proses pengurusan dapat dilakukan di lingkungan sekolah sehingga lebih praktis, terutama bagi masyarakat yang tinggal cukup jauh dari pusat pemerintahan.
Penyerahan KIA secara simbolis dilakukan Camat Purwosari Ike Widiyaningrum bersama pemerintah desa, Ketua PKK Desa Donan, operator administrasi kependudukan dan pihak sekolah.
Camat Purwosari Ike Widiyaningrum mengatakan, layanan jemput bola merupakan bagian dari komitmen pemerintah kecamatan menghadirkan pelayanan publik yang mudah dijangkau masyarakat.
“Kecamatan berupaya memberikan layanan administrasi kependudukan kepada masyarakat secara gratis, mudah dan cepat. Jemput bola KIA ini selain untuk memberikan hak anak atas data administrasi kependudukan, juga menjadi bagian dari percepatan layanan,” ujar Ike.
Ia menyebut cakupan kepemilikan KIA di Kecamatan Purwosari saat ini berada di angka sekitar 76 persen.
Artinya, masih ada sekitar 574 anak yang belum memiliki KIA.
Kondisi tersebut menjadi salah satu alasan pelayanan jemput bola terus didorong.
Pemerintah kecamatan berharap sistem pelayanan yang langsung menyasar sekolah dapat mempercepat pendataan sekaligus meningkatkan jumlah anak yang memiliki identitas kependudukan.
“Kebetulan target capaian KIA di Purwosari masih 76 persen. Masih ada 574 anak yang belum memiliki KIA. Sehingga dengan adanya jemput bola ini bisa mempermudah dan mempercepat layanan. Hari ini ada 60 KIA yang akan dibagikan,” jelasnya.
Menurut Ike, program tersebut bukan semata-mata mengejar persentase capaian administrasi kependudukan.
Lebih dari itu, layanan KIA menjadi upaya memastikan setiap anak mendapatkan hak atas identitas kependudukan.
Pelayanan langsung ke sekolah juga dinilai mampu mengurangi kendala jarak dan waktu yang selama ini mungkin menjadi hambatan sebagian masyarakat.
Inovasi tersebut mendapat respons positif dari pemerintah desa dan pihak sekolah.
Ketua PKK Desa Donan, Febty Nugraha Ningrum, mengapresiasi pelayanan yang dinilai sangat membantu masyarakat.
Terlebih, terdapat wilayah yang aksesnya relatif jauh dari kantor Kecamatan Purwosari.
“Untuk anak-anak Desa Donan, apalagi yang di Dusun Kalitengah yang secara akses jauh dari kecamatan, upaya ini sangat membantu. Semoga menambah semangat belajar anak-anak,” tuturnya.
Pemkab dan Kecamatan Purwosari berharap pola pelayanan tersebut dapat terus berjalan secara berkelanjutan.
Setelah Desa Donan, layanan jemput bola KIA akan dilanjutkan secara bertahap dengan menyasar desa serta sekolah lainnya di wilayah Kecamatan Purwosari.
Langkah tersebut sekaligus menjadi bentuk pelayanan publik yang lebih proaktif.
Pemerintah tidak hanya menunggu masyarakat datang ke kantor, tetapi hadir langsung di tengah lingkungan pendidikan untuk memastikan layanan administrasi kependudukan bisa diakses lebih mudah.
Dengan cakupan kepemilikan KIA yang masih perlu ditingkatkan, program jemput bola diharapkan menjadi langkah konkret untuk mempercepat terpenuhinya identitas kependudukan bagi seluruh anak di Kecamatan Purwosari. (Er)







