Daerah

HUT RI ke-81 di Megale Bojonegoro Makin Meriah, Reog Buka Pawai 43 Grup

aksesadim01
6479
×

HUT RI ke-81 di Megale Bojonegoro Makin Meriah, Reog Buka Pawai 43 Grup

Sebarkan artikel ini
IMG 20260829 WA0022

BOJONEGORO — Kemegahan perayaan HUT Kemerdekaan RI ke-81 terasa begitu kuat di Desa Megale, Kecamatan Kedungadem, Kabupaten Bojonegoro.

Puluhan kelompok warga tampil dalam Megale Carnival yang dipenuhi atraksi budaya dan kreativitas masyarakat, Sabtu (27/8/2026).

Pawai budaya tersebut dibuka dengan penampilan Reog Ponorogo Abunawas Saputro dari Desa Megale yang dipimpin Suraji.

Suara gamelan dan atraksi khas Reog langsung menarik perhatian warga yang memadati sepanjang jalur pawai.

Total ada 43 grup yang ambil bagian dalam kegiatan yang digelar Pemerintah Desa Megale tersebut.

Peserta terdiri dari 41 grup perwakilan RT, satu grup Linmas, serta grup Reog Ponorogo yang tampil sebagai rombongan pembuka.

Penampilan Reog menjadi pembuka yang memberikan nuansa khas budaya Jawa Timur sebelum puluhan kelompok warga bergerak menyusuri rute pawai.

Setelah rombongan Reog, masing-masing peserta dari 41 RT menampilkan beragam kreativitas.

Mulai dari representasi budaya, profesi, hingga berbagai pertunjukan hiburan disuguhkan untuk memeriahkan momentum kemerdekaan.

Pawai dimulai dari halaman kediaman Kepala Desa Megale dan berakhir di lapangan sepak bola desa.

Sepanjang perjalanan, antusiasme masyarakat terlihat begitu tinggi.

Warga berbondong-bondong menyaksikan berbagai penampilan yang dibawa setiap kelompok.

Kepala Desa Megale, Suraji, mengapresiasi keterlibatan masyarakat yang tetap antusias menyukseskan kegiatan meski pemerintah tengah menerapkan efisiensi anggaran Dana Desa.

“Alhamdulillah, saya atas nama Pemerintah Desa Megale mengucapkan banyak terima kasih kepada seluruh masyarakat Desa Megale yang tetap semangat berpartisipasi dalam kegiatan ini,” ujarnya.

Untuk mendukung keikutsertaan masyarakat, Pemerintah Desa Megale memberikan bantuan kepada setiap RT yang mengikuti pawai budaya.

“Setiap RT mendapatkan support dana dari Pemerintah Desa sebesar Rp500 ribu untuk mengikuti kegiatan pawai budaya ini,” jelas Suraji.

Menurutnya, semangat warga menjadi modal penting agar kegiatan serupa dapat terus dipertahankan.

Dia berharap Megale Carnival pada tahun berikutnya bisa dikemas lebih meriah dan semakin menarik.

“Harapan kami, semoga untuk kegiatan yang sama di tahun mendatang kita adakan yang lebih meriah lagi,” katanya.

Megale Carnival menunjukkan bahwa keterbatasan anggaran tidak menjadi penghalang bagi masyarakat untuk merayakan kemerdekaan.

Gotong royong, kreativitas, dan partisipasi warga mampu membuat perayaan HUT RI ke-81 tetap berlangsung semarak.

Kehadiran Reog Ponorogo sebagai pembuka juga memperkuat pesan pelestarian budaya dalam kegiatan tersebut.

Di tengah kemeriahan pawai, kesenian tradisional tetap mendapat ruang untuk tampil dan dikenalkan kepada masyarakat.

Megale Carnival akhirnya bukan sekadar pesta rakyat untuk memperingati kemerdekaan.

Kegiatan tersebut menjadi wadah mempererat kebersamaan sekaligus menjaga tradisi dan budaya lokal agar tetap hidup di tengah masyarakat. (er)