Daerah

47 Grup Pelajar Tampil Memukau di Pawai Kedungadem Bojonegoro

aksesadim01
9767
×

47 Grup Pelajar Tampil Memukau di Pawai Kedungadem Bojonegoro

Sebarkan artikel ini
IMG 20260827 WA0062

BOJONEGORO – Sengatan matahari tak mampu meredam semangat ratusan pelajar SD/MI di Kecamatan Kedungadem, Kabupaten Bojonegoro.

Mengenakan beragam kostum dan membawa atribut bernuansa perjuangan, mereka tampil penuh percaya diri dalam Pawai Budaya Kecamatan Kedungadem, Kamis (27/8/2026).

Mengusung tema “Perjuangan”, sebanyak 47 grup peserta dari berbagai SD/MI se-Kecamatan Kedungadem ikut ambil bagian.

Mereka memulai perjalanan dari Lapangan Desa Mlidek dan bergerak menuju garis finis di MTs Plus Nabawi Kedungadem.

Sejak rombongan pertama berangkat, suasana di sepanjang rute langsung berubah meriah. Ribuan masyarakat memadati sisi jalan untuk menyaksikan kreativitas para pelajar.

Tepuk tangan dan sorakan penonton pecah setiap kali peserta melintas dengan penampilan yang menarik perhatian.

Beragam kostum menjadi daya tarik utama, ada pelajar yang tampil mengenakan pakaian khas pejuang kemerdekaan, membawa bendera Merah Putih, hingga menyuguhkan kreasi kelompok yang menggambarkan semangat para pahlawan.

Meski harus berjalan di bawah teriknya matahari, para peserta tetap antusias.

Bagi mereka, pawai bukan sekadar ajang tampil dengan kostum, tetapi juga menjadi cara menyenangkan untuk mengenal kembali sejarah perjuangan bangsa.

Ketua Panitia Umum, Sedana, S.T., mengatakan tema perjuangan sengaja dipilih untuk menghidupkan kembali semangat para pahlawan di tengah generasi muda.

“Dengan mengusung tema ‘Perjuangan’, mudah-mudahan kita dan anak-anak bisa mengingat kembali bagaimana semangat perjuangan para pahlawan dalam meraih kemerdekaan yang sudah 81 tahun ini,” ujarnya.

Sedana juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat, mulai panitia, sekolah, peserta hingga masyarakat yang turut menjaga kegiatan berjalan aman dan lancar.

“Alhamdulillah, kami atas nama Pemerintah Kecamatan Kedungadem mengucapkan banyak terima kasih kepada semua panitia dan para peserta yang telah berpartisipasi dalam kegiatan pawai budaya ini, sehingga dapat terlaksana dengan lancar dan aman,” katanya.

Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana Pawai Budaya, Taufik Safaat, menilai mengenang perjuangan pahlawan merupakan bagian penting dalam menanamkan rasa nasionalisme kepada generasi muda.

Menurutnya, jasa para pahlawan tidak cukup hanya dikenang.

Nilai perjuangan juga harus diteruskan melalui sikap cinta Tanah Air, persatuan, rasa bangga sebagai warga Indonesia, serta semangat untuk memberikan kontribusi bagi bangsa.

“Wujud dari menghargai jasa para pahlawan adalah dengan mengenang perjuangan mereka, agar generasi muda tetap cinta Tanah Air Indonesia dan bangga sebagai warga negara Republik Indonesia serta terus berjuang untuk mencapai tujuan kemerdekaan Republik Indonesia,” tuturnya.

Ia menambahkan, nilai-nilai tersebut dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari dan salah satunya diwujudkan melalui kegiatan Pawai Budaya Kecamatan Kedungadem dengan tema “Perjuangan”.

Kemeriahan semakin terasa ketika 47 grup peserta bergantian melintas di hadapan warga. Senyum, lambaian tangan, kostum kreatif dan semangat para pelajar menjadi suguhan menarik yang membuat masyarakat antusias mengikuti jalannya pawai.

Lebih dari sekadar hiburan, kegiatan ini menjadi ruang edukasi bagi para pelajar.

Sejarah perjuangan bangsa dikenalkan melalui pengalaman langsung, kreativitas, kebersamaan dan keberanian tampil di tengah masyarakat.

Dari jalanan Desa Mlidek hingga garis finis, pesan yang dibawa para pelajar begitu kuat: kemerdekaan bukan akhir dari perjuangan.

Generasi muda memiliki tugas untuk mengisinya dengan belajar, berkarya, menjaga persatuan dan mencintai Indonesia.

Pawai Budaya Kecamatan Kedungadem akhirnya menjadi momentum untuk kembali menyalakan semangat nasionalisme sekaligus memperkenalkan nilai budaya kepada generasi penerus.

Semangat perjuangan yang dahulu dikobarkan para pahlawan, kini diteruskan melalui langkah dan kreativitas anak-anak bangsa. (Er)