BOJONEGORO — Peristiwa kekerasan terjadi di Desa Bungur, Kecamatan Kanor, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, Rabu (26/8/2026).
Seorang perempuan berinisial P meninggal dunia setelah mengalami kekerasan yang diduga dilakukan anak kandungnya sendiri berinisial M.
Insiden tersebut juga menyebabkan ayah terduga pelaku mengalami luka dan harus mendapat perawatan medis.
Seorang warga yang berupaya melerai disebut turut menjadi sasaran dalam kejadian tersebut.
Berdasarkan keterangan warga, sebut saja Robi, situasi di sekitar rumah korban mulai membuat tetangga khawatir sejak pagi.
Terduga pelaku disebut beberapa kali berteriak dan menanyakan keberadaan makam.
“Sejak pagi dia sudah teriak-teriak menanyakan kuburan. Warga kemudian mulai khawatir karena perilakunya terlihat tidak seperti biasanya,” katanya.
Ia memaparkan, pada Rabu (26/8/2026) sekitar pukul 10.00 WIB, situasi kemudian memanas.
Terduga pelaku diduga melakukan kekerasan terhadap ayahnya menggunakan benda tumpul hingga mengenai bagian kepala dan dada.
Sang ayah kemudian berhasil menyelamatkan diri, setelah itu terduga pelaku diduga mendatangi ibunya (P) yang sedang sakit dan lebih banyak beraktivitas dengan berbaring.
“Korban P kemudian mengalami luka serius akibat kekerasan tersebut dan meninggal dunia di lokasi kejadian,” ungkapnya.
Upaya warga untuk menghentikan aksi tersebut juga sempat mendapat perlawanan.
Setelah kejadian, aparat TNI dari Koramil serta Polri dari Polsek Kanor bergerak menuju lokasi.
Terduga pelaku kemudian diamankan menggunakan kendaraan patroli Polsek Kanor.
Sementara itu, ayah terduga pelaku segera dibawa ke fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan penanganan medis, kondisinya disebut masih dapat tertolong.
Terpisah, Kasat Reskrim Polres Bojonegoro AKP Cipto Dwi Leksana mengatakan masih mendalami seluruh rangkaian kejadian, termasuk motif dan kondisi terduga pelaku.
Pihaknya juga belum menyimpulkan informasi mengenai dugaan gangguan kejiwaan yang disebut-sebut pernah dialami terduga pelaku.
Kondisi tersebut masih perlu dipastikan melalui pemeriksaan lebih lanjut.
“Kami masih melakukan pendalaman, baik terkait kronologi kejadian, motif maupun kondisi terduga pelaku,” ujarnya.
Pihak kepolisian selanjutnya melakukan penanganan sesuai prosedur hukum untuk mengungkap secara utuh penyebab dan rangkaian peristiwa yang menewaskan korban. (Er)







