Daerah

HUT RI ke-81, Cara Seru TK ABA II Bojonegoro Tanamkan Nasionalisme

aksesadim01
9832
×

HUT RI ke-81, Cara Seru TK ABA II Bojonegoro Tanamkan Nasionalisme

Sebarkan artikel ini
IMG 20260815 WA0006

BOJONEGORO — Suasana semarak menyambut HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia terasa meriah di TK ABA II Bojonegoro.

Ratusan siswa mengikuti berbagai perlombaan yang dirancang bukan hanya untuk bersenang-senang, tetapi juga menjadi media belajar tentang nasionalisme, sportivitas, kerja sama, dan kreativitas.

Beragam permainan khas anak-anak disiapkan sesuai usia dan kemampuan peserta.

Mulai dari crab walk, halang rintang, estafet bola pingpong menggunakan gelas, memindahkan bola dengan nampan secara berkelompok, hingga menata gelas menggunakan botol.

Sorak-sorai dan tawa siswa mengiringi setiap permainan, meski suasananya penuh keceriaan, terdapat pesan pendidikan yang ingin ditanamkan melalui setiap lomba.

Kepala TK ABA II Bojonegoro, Siti Patimah, menjelaskan bahwa kegiatan Agustusan menjadi bagian dari pembelajaran karakter yang dikemas dengan cara menyenangkan.

“Sekolah mengadakan lomba Agustusan untuk merayakan Hari Kemerdekaan Indonesia, menumbuhkan jiwa nasionalisme, serta melatih sportivitas, kerja sama, dan kreativitas murid melalui kegiatan yang menyenangkan,” ujarnya.

Menurut Siti, perlombaan juga menjadi kesempatan bagi anak-anak untuk belajar menerima hasil pertandingan.

Menang maupun kalah, siswa diarahkan untuk tetap menghargai teman dan menikmati proses permainan.

Nilai kerja sama semakin terlihat dalam lomba beregu, saat mengikuti estafet bola pingpong maupun memindahkan bola menggunakan nampan, siswa dituntut saling berkomunikasi, memberikan aba-aba dan menyelaraskan gerakan.

“Lomba beregu melatih siswa untuk kompak, saling membantu, dan menyatukan strategi,” jelasnya.

Semangat kebersamaan juga tampak ketika siswa memberikan dukungan kepada anggota tim yang mengalami kesulitan.

Mereka belajar bahwa keberhasilan kelompok bukan hanya ditentukan oleh kemampuan satu orang, melainkan hasil dari kerja bersama.

Siti menambahkan, permainan kelompok sekaligus menjadi cara untuk mengenalkan sikap tidak egois kepada anak.

Setiap peserta didorong mengutamakan kepentingan tim, membangun strategi bersama, dan menghargai kontribusi masing-masing anggota.

“Setiap anggota tim diajarkan untuk tidak menonjolkan diri sendiri, melainkan mengutamakan strategi dan keselarasan kelompok demi kemenangan bersama,” tuturnya.

Bagi Siti, pengenalan nilai nasionalisme sejak usia dini memiliki peran penting.

Anak-anak berada dalam fase pembentukan karakter yang sangat menentukan perkembangan sikap dan pola pikir mereka ke depan.

“Menanamkan semangat nasionalisme sejak usia sekolah sangat penting karena usia dini ini adalah usia masa keemasan pembentukan karakter dan fondasi berpikir anak,” katanya.

Melalui rangkaian lomba tersebut, kemerdekaan dikenalkan kepada anak-anak dengan bahasa yang paling dekat dengan dunia mereka, yaitu bermain, tertawa, bekerja sama dan saling menyemangati.

Pesan yang ditanamkan pun sederhana tetapi penting, semangat kemerdekaan bukan hanya tentang menjadi pemenang, melainkan juga belajar kompak, sportif, gotong royong dan menghargai orang lain sejak usia dini. (Er)