Daerah

Bupati Bojonegoro Wahono Tanam Matoa dan Serukan Gerakan Jaga Sumber Mata Air

aksesadim01
6437
×

Bupati Bojonegoro Wahono Tanam Matoa dan Serukan Gerakan Jaga Sumber Mata Air

Sebarkan artikel ini
IMG 20260611 WA0021

BOJONEGORO – Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 di Kabupaten Bojonegoro tidak hanya menjadi agenda seremonial.

Pemerintah Kabupaten Bojonegoro memanfaatkannya sebagai momentum untuk menggerakkan aksi nyata pelestarian lingkungan melalui Gerakan Indonesia Asri yang dipusatkan di kawasan sumber mata air Sendang Kunci, Desa Kunci, Kecamatan Dander, Rabu (10/6/2026).

Kegiatan yang dipimpin langsung Bupati Bojonegoro Setyo Wahono tersebut diikuti berbagai unsur, mulai dari Forkopimda, organisasi perangkat daerah, Forkopimcam, pelajar hingga masyarakat sekitar.

Mereka bersama-sama melakukan penghijauan dan kerja bakti membersihkan kawasan sumber mata air sebagai simbol komitmen menjaga kelestarian lingkungan.

Dalam amanatnya, Bupati Setyo Wahono menegaskan bahwa perubahan iklim kini menjadi tantangan nyata yang dirasakan masyarakat di berbagai daerah.

Cuaca ekstrem, meningkatnya suhu bumi, banjir hingga kekeringan merupakan dampak yang harus dihadapi bersama apabila kepedulian terhadap lingkungan terus diabaikan.

Menurutnya, menjaga lingkungan tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah.

Seluruh elemen masyarakat harus ikut berperan dengan menjadikan kepedulian terhadap alam sebagai bagian dari budaya hidup sehari-hari.

Ia mengajak masyarakat memulai langkah sederhana namun berdampak besar, seperti mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, menghemat energi dan air, memilah sampah dari rumah, melakukan penghijauan, serta menjaga kebersihan lingkungan sekitar.

“Gerakan Indonesia Asri adalah bentuk gotong royong bersama. Kegiatan ini tidak boleh berhenti sebagai seremoni tahunan, tetapi harus diwujudkan dalam aksi berkelanjutan yang melibatkan pemerintah, dunia usaha, akademisi, komunitas, dan masyarakat,” tegas Bupati Wahono.

Sebagai simbol dimulainya gerakan penghijauan berkelanjutan, Bupati menyerahkan bibit pohon matoa kepada Kepala Desa Kunci.

Penyerahan tersebut diharapkan mampu mendorong masyarakat untuk semakin aktif menanam pohon, khususnya di kawasan resapan air dan lingkungan permukiman.

Bupati juga menegaskan bahwa pembangunan berwawasan lingkungan menjadi salah satu komitmen penting Pemerintah Kabupaten Bojonegoro.

Hal itu diwujudkan melalui penguatan ekonomi hijau, peningkatan kualitas ruang terbuka hijau, pengelolaan sampah yang lebih baik, serta peningkatan partisipasi masyarakat dalam kegiatan konservasi alam.

“Masa depan yang berkelanjutan tidak lahir dari sekadar wacana, tetapi dari tindakan nyata yang kita lakukan hari ini. Menjaga lingkungan berarti menjaga kualitas hidup generasi mendatang. Mari wariskan mata air yang tetap mengalir dan udara yang bersih untuk anak cucu kita,” ujarnya.

Usai apel bersama, kegiatan dilanjutkan dengan penanaman bibit pohon di sekitar kawasan Sendang Kunci.

Seluruh peserta kemudian bergotong royong membersihkan area kolam sumber mata air dan lingkungan sekitar sebagai bentuk kepedulian terhadap keberlangsungan ekosistem sumber air.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bojonegoro, Luluk Alifah, menegaskan bahwa peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia harus menjadi momentum untuk meningkatkan kesadaran bersama terhadap ancaman sampah, krisis air, dan perubahan iklim.

Menurutnya, Gerakan Bojonegoro ASRI menjadi wadah untuk mengajak seluruh lapisan masyarakat terlibat langsung dalam menjaga kelestarian lingkungan.

“Persoalan lingkungan bukan hanya tanggung jawab pemerintah. Semua elemen masyarakat harus mengambil bagian dalam menjaga kebersihan, melestarikan sumber air, dan mengurangi pencemaran lingkungan,” kata Luluk.

Mengusung tema “Saatnya Bekerja untuk Iklim”, kegiatan tersebut sekaligus menjadi sarana edukasi mengenai pentingnya menjaga kawasan sumber mata air sebagai penyangga kehidupan masyarakat.

Luluk menjelaskan bahwa Sendang Kunci memiliki peran penting sebagai sumber kehidupan sekaligus kawasan resapan air yang harus terus dijaga keberadaannya.

Karena itu, pelestarian kawasan tersebut menjadi bagian penting dalam menjaga ketersediaan air bagi masyarakat di masa depan.

Ia berharap melalui gerakan ini, Sendang Kunci tetap terjaga kebersihannya, terbebas dari pencemaran, dan terus memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar.

Selain itu, tumbuhnya budaya peduli lingkungan dan rasa memiliki terhadap sumber daya alam juga menjadi tujuan utama yang ingin dicapai.

Menutup kegiatan, Luluk mengajak masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan, terutama di sekitar sumber mata air, serta mulai membiasakan pemilahan sampah sejak dari rumah.

“Sendang Kunci adalah anugerah sekaligus sumber kehidupan masyarakat. Apa yang kita jaga hari ini akan menjadi warisan berharga bagi generasi yang akan datang,” pungkasnya. (er)