GRESIK – Kondisi ekonomi Kabupaten Gresik menunjukkan perkembangan yang cukup menggembirakan.
Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Gresik mencatat inflasi selama Mei 2026 masih berada pada level yang terkendali, sementara sektor perhotelan mengalami peningkatan aktivitas yang cukup signifikan.
Berdasarkan data terbaru BPS, inflasi bulanan atau month to month (m-to-m) pada Mei 2026 tercatat sebesar 0,17 persen.
Sementara inflasi tahunan atau year on year (y-on-y) mencapai 3,05 persen, dan inflasi tahun kalender (year to date/y-to-d) berada pada angka 1,06 persen.
Kepala BPS Kabupaten Gresik, Indriya Purwaningsih, menjelaskan bahwa pergerakan harga sejumlah komoditas pangan masih menjadi faktor utama yang memengaruhi laju inflasi.
Namun, adanya penurunan harga beberapa komoditas lainnya membuat inflasi tetap terjaga dalam kondisi stabil.
“Komoditas yang menjadi pendorong inflasi bulanan antara lain bawang merah, cabai rawit, cabai merah, air minum kemasan, tahu mentah, dan minyak goreng. Bawang merah dan cabai rawit memberikan kontribusi terbesar terhadap inflasi bulan ini,” jelasnya.
Kenaikan harga tersebut membuat bawang merah berada di kisaran Rp48.655 per kilogram, sedangkan cabai rawit mencapai Rp71.118 per kilogram.
Meski demikian, tekanan inflasi berhasil diredam oleh turunnya harga sejumlah komoditas protein hewani dan bahan pangan lainnya.
BPS mencatat ikan mujair menjadi komoditas dengan penurunan harga paling besar.
Harga ikan air tawar tersebut turun hingga 14,68 persen dan memberikan kontribusi deflasi cukup signifikan. Selain itu, telur ayam ras juga mengalami penurunan harga sebesar 6,15 persen.
Komoditas lain yang ikut menahan laju inflasi antara lain daging ayam ras, ikan bandeng, semangka, cumi-cumi, serta bawang putih.
Akibat penurunan harga tersebut, ikan mujair kini berada pada kisaran Rp22.742 per kilogram, sedangkan telur ayam ras turun menjadi sekitar Rp26.194 per kilogram.
Secara tahunan, inflasi Mei 2026 tercatat lebih tinggi dibandingkan bulan sebelumnya maupun periode yang sama tahun lalu.
Kelompok makanan, minuman, dan tembakau masih menjadi penyumbang inflasi terbesar dengan kontribusi mencapai 1,61 poin.
Beberapa komoditas yang menjadi pemicu inflasi tahunan antara lain cabai rawit, emas perhiasan, bawang merah, dan beras.
Sementara bawang putih, ikan mujair, dan cumi-cumi berperan sebagai penahan kenaikan harga.
BPS juga memperkirakan tekanan inflasi berikutnya akan datang dari sektor pendidikan.
Fenomena tersebut diprediksi terjadi pada Juni hingga Juli 2026 seiring dimulainya tahun ajaran baru.
“Setiap tahun sektor pendidikan biasanya memberikan andil terhadap inflasi pada periode masuk sekolah. Tren yang sama diperkirakan akan kembali terjadi tahun ini,” terang Indriya.
Selain perkembangan harga kebutuhan masyarakat, BPS juga mencatat kabar positif dari sektor perhotelan.
Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel berbintang di Kabupaten Gresik pada April 2026 mencapai 73,88 persen.
Angka tersebut meningkat tajam sebesar 15,39 poin dibandingkan Maret 2026.
Bahkan jika dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, terjadi kenaikan sebesar 7,46 poin.
Peningkatan serupa juga terjadi pada hotel nonbintang. Tingkat hunian kamar pada kategori ini mencapai 48,54 persen atau naik 20,01 poin dibandingkan bulan sebelumnya.
Tak hanya tingkat hunian yang meningkat, rata-rata lama menginap tamu juga menunjukkan tren positif.
Tamu domestik yang menginap di hotel berbintang rata-rata bertahan selama 1,84 malam, sedikit lebih lama dibandingkan bulan sebelumnya.
Sementara itu, wisatawan mancanegara tercatat menginap rata-rata selama 3,88 malam atau meningkat lebih dari satu malam dibandingkan periode sebelumnya.
Meningkatnya okupansi hotel menjadi indikator bahwa aktivitas ekonomi dan mobilitas masyarakat di Kabupaten Gresik terus tumbuh.
Kondisi ini sekaligus memperlihatkan adanya pergerakan positif pada sektor jasa dan pariwisata yang mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.
Dengan inflasi yang tetap terkendali dan aktivitas sektor perhotelan yang semakin bergairah, Kabupaten Gresik menunjukkan fondasi ekonomi yang cukup kuat untuk menghadapi tantangan pada semester kedua tahun 2026. (fs)







