SURABAYA – Peringatan Hari Lahir Pancasila yang jatuh setiap 1 Juni menjadi momentum penting untuk kembali meneguhkan komitmen terhadap nilai-nilai dasar bangsa.
Semangat tersebut disampaikan Lembaga Bantuan Hukum (LBH) JP Nusantara yang menegaskan bahwa Pancasila bukan hanya simbol negara, tetapi juga fondasi utama dalam membangun sistem hukum yang adil dan bermartabat.
Ketua LBH JP Nusantara, Bambang Iswahyudi, SH., MH, menilai Hari Lahir Pancasila harus dimaknai lebih dari sekadar seremoni tahunan.
Menurutnya, momen ini menjadi pengingat bagi seluruh elemen bangsa untuk menjaga warisan para pendiri negara sekaligus memastikan nilai-nilai Pancasila tetap hidup dalam setiap aspek kehidupan berbangsa dan bernegara.
Ia menegaskan bahwa bagi kalangan hukum, Pancasila merupakan sumber utama yang menjadi dasar lahirnya seluruh peraturan dan kebijakan di Indonesia.
Karena itu, setiap keputusan yang diambil harus selaras dengan lima sila yang menjadi pedoman kehidupan nasional.
“Pancasila adalah sumber dari segala sumber hukum. Setiap kebijakan maupun aturan yang dibuat harus mencerminkan nilai ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, demokrasi, dan keadilan sosial. Nilai-nilai tersebut tidak boleh ditinggalkan dalam proses pembangunan bangsa,” ujar Bambang Iswahyudi dalam keterangannya memperingati Hari Lahir Pancasila.
Menurutnya, tantangan zaman yang semakin kompleks menuntut seluruh komponen bangsa untuk terus menjaga Pancasila sebagai pedoman moral sekaligus benteng persatuan nasional.
Di tengah derasnya arus globalisasi dan perkembangan teknologi, nilai-nilai kebangsaan harus tetap menjadi pijakan utama dalam kehidupan masyarakat.
Bambang juga menyoroti pentingnya peran lembaga bantuan hukum dalam mewujudkan cita-cita keadilan sosial sebagaimana terkandung dalam sila kelima Pancasila.
Kehadiran LBH, kata dia, merupakan bentuk nyata komitmen untuk memberikan akses keadilan kepada seluruh masyarakat tanpa memandang status sosial maupun kemampuan ekonomi.
“Semangat keadilan sosial harus benar-benar diwujudkan dalam praktik hukum. Hukum tidak boleh hanya berpihak kepada mereka yang memiliki kekuatan atau sumber daya. Semua warga negara berhak memperoleh perlindungan hukum yang sama,” tegasnya.
Dirinya menambahkan, keberadaan bantuan hukum merupakan bagian dari upaya menghadirkan negara di tengah masyarakat, terutama bagi kelompok rentan yang membutuhkan pendampingan dan perlindungan atas hak-haknya.
Pada kesempatan tersebut, Bambang Iswahyudi bersama seluruh jajaran LBH JP Nusantara juga mengajak masyarakat Jawa Timur dan Indonesia untuk terus menjaga persatuan, memperkuat toleransi, serta membangun kehidupan yang harmonis di tengah keberagaman.
Menurutnya, Pancasila telah terbukti menjadi perekat bangsa yang mampu menyatukan berbagai perbedaan suku, agama, budaya, dan golongan dalam satu identitas sebagai bangsa Indonesia.
“Selamat Hari Lahir Pancasila. Mari jadikan nilai-nilai luhur Pancasila sebagai pedoman dalam bekerja, berkarya, dan mengabdi kepada masyarakat. Dengan semangat persatuan dan keadilan, kita dapat bersama-sama membangun Indonesia yang lebih maju, sejahtera, dan bermartabat,” ungkapnya.
Peringatan Hari Lahir Pancasila tahun 2026 kembali menjadi pengingat bahwa kemajuan bangsa hanya dapat dicapai apabila seluruh elemen masyarakat tetap berpegang teguh pada nilai-nilai yang telah diwariskan para pendiri negara.
Di tengah berbagai tantangan yang terus berkembang, Pancasila tetap menjadi fondasi kokoh untuk menjaga persatuan, menegakkan keadilan, dan mewujudkan kesejahteraan bagi seluruh rakyat Indonesia. (mpu)







