Peristiwa

Bukan Mistis, Aksi Pocong Viral Diduga Jadi Modus Pencurian dan Perampokan

aksesadim01
9006
×

Bukan Mistis, Aksi Pocong Viral Diduga Jadi Modus Pencurian dan Perampokan

Sebarkan artikel ini
IMG 20260526 WA0018

ORBIT NASIONAL – Fenomena “pocong keliling” mendadak ramai diperbincangkan di media sosial usai muncul sejumlah video dan rekaman CCTV yang memperlihatkan sosok menyerupai pocong berkeliaran di area permukiman warga.

Salah satu video yang viral berasal dari wilayah Tangerang Selatan.

Dalam rekaman kamera pengawas tersebut, terlihat sosok pocong jadi-jadian berjalan di sekitar rumah warga pada malam hari hingga memicu kepanikan.

Belakangan terungkap, aksi tersebut diduga bukan berkaitan dengan hal mistis, melainkan modus untuk meneror warga dan membuka peluang tindak kriminal.

Unggahan mengenai fenomena itu pun ramai dibahas di berbagai platform media sosial.

Banyak warga mengaku resah karena aksi serupa disebut mulai muncul di sejumlah daerah lain.

“Fenomena pocong keliling viral, warga curiga jadi modus teror dan kejahatan,” tulis salah satu unggahan yang ramai dibagikan pengguna media sosial, Selasa 26 Mei 2026.

Pihak kepolisian kini ikut menyoroti maraknya isu tersebut.

Kapolresta Tangerang, Andi Muhammad Indra meminta masyarakat tetap tenang namun meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai modus kriminal yang memanfaatkan kepanikan warga.

Menurutnya, narasi yang berkembang menyebut pelaku sengaja menyamar menggunakan kostum pocong agar penghuni rumah takut dan keluar rumah.

Situasi itulah yang diduga dimanfaatkan untuk melakukan pencurian hingga perampokan.

“Jangan sampai masyarakat merasa takut yang justru dimanfaatkan untuk melakukan tindak pidana,” ujar Andi Muhammad Indra.

Meski demikian, polisi menghimbau warga tidak langsung mempercayai seluruh informasi yang beredar sebelum dipastikan kebenarannya.

Aparat juga meminta masyarakat tidak ikut menyebarkan kabar yang belum tervalidasi.

Untuk mengantisipasi keresahan warga, patroli malam disebut akan diperkuat bersama Bhabinkamtibmas, Babinsa, hingga perangkat lingkungan setempat.

Warga juga diajak kembali mengaktifkan ronda malam atau sistem keamanan lingkungan demi mencegah potensi tindak kriminal di kawasan permukiman.

Fenomena pocong keliling turut mendapat perhatian Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi.

Ia menilai aksi tersebut sudah mengganggu ketertiban dan membuat masyarakat tidak nyaman.

Lewat unggahan media sosialnya, Dedi meminta masyarakat kembali menghidupkan siskamling di lingkungan masing-masing.

“Ini memang menjadi hal yang meresahkan warga,” kata Dedi Mulyadi.

Dia juga menyinggung kejadian di kawasan Lembang, Bandung, di mana oknum berpakaian pocong sempat diamankan Satpol PP karena dianggap mengganggu ketertiban umum.

Menurut Dedi, modus pocong kini bermacam-macam, ada yang digunakan untuk meminta-minta di jalan, mengetuk rumah warga, hingga diduga dipakai sebagai kedok aksi pencurian.

“Bisa modusnya minta-minta, bisa pencurian atau perampokan, bisa juga hanya iseng. Tetapi semuanya tetap meresahkan masyarakat,” ujarnya.

Fenomena viral ini pun menjadi pengingat bagi masyarakat agar tetap waspada, menjaga keamanan lingkungan, dan tidak mudah panik menghadapi isu yang belum jelas kebenarannya. (dpw)