Infotaiment

Malam Selawe di Sunan Giri Gresik, 2.000 Nasi Kebuli dan 500 Kupat Ketheg Dibagikan

aksesadim01
8754
×

Malam Selawe di Sunan Giri Gresik, 2.000 Nasi Kebuli dan 500 Kupat Ketheg Dibagikan

Sebarkan artikel ini
IMG 20260315 WA0023

GRESIK – Suasana religius dan penuh kekhidmatan menyelimuti kawasan religi Masjid Ainul Yaqin di kompleks makam Sunan Giri, Gresik, Sabtu malam (14/3/2026).

Ribuan warga dari berbagai daerah memadati lokasi tersebut untuk mengikuti tradisi Malam Selawe, salah satu ritual spiritual yang telah mengakar kuat dalam budaya masyarakat Gresik.

Tradisi yang telah berlangsung selama berabad-abad di Gresik ini menjadi momen istimewa di penghujung bulan Ramadan.

Selain sebagai sarana mendekatkan diri kepada Allah, Malam Selawe juga menjadi simbol kebersamaan serta identitas religius masyarakat Gresik.

Rangkaian kegiatan diawali dengan sholat Isya dan Tarawih berjamaah.

Setelah itu, jamaah melanjutkan dengan munajat dan doa bersama, termasuk pembacaan 1.000 Surat Al-Ikhlas yang dilantunkan secara serempak oleh para jamaah.

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani bersama Wakil Bupati Asluchul Alif turut hadir mengikuti rangkaian kegiatan tersebut bersama jajaran pemerintah daerah.

Sebelum mengikuti ibadah di masjid, rombongan terlebih dahulu melakukan ziarah ke makam Sunan Giri sebagai bentuk penghormatan kepada salah satu tokoh penyebar Islam di tanah Jawa.

Bupati yang akrab disapa Gus Yani mengatakan bahwa Malam Selawe merupakan tradisi spiritual yang memiliki makna mendalam bagi masyarakat Gresik dan perlu terus dilestarikan.

Menurutnya, momentum ini menjadi kesempatan bagi umat Islam untuk beriktikaf dan memohon keberkahan malam Lailatul Qadar.

Ia berharap doa yang dipanjatkan pada malam tersebut membawa kedamaian bagi Indonesia serta keberkahan bagi masyarakat Gresik.

Gus Yani juga mengajak masyarakat Gresik untuk terus menjaga tradisi Malam Selawe yang telah diwariskan secara turun-temurun selama ratusan tahun.

Pelaksanaan Malam Selawe tahun ini terasa lebih semarak. Pemerintah Kabupaten Gresik melibatkan desa dan kelurahan melalui program “Satu Desa Satu Produk Unggulan” yang ditampilkan dalam berbagai stan di kawasan Sunan Giri.

Beragam produk lokal serta kuliner khas daerah menarik perhatian para pengunjung yang datang sejak sore hari untuk merasakan atmosfer khas tradisi tersebut.

Sebagai bentuk syukur, pemerintah daerah juga menyiapkan 2.000 porsi nasi kebuli dan 500 kupat ketheg yang dibagikan kepada masyarakat.

Hidangan ini disediakan setelah tradisi Malam Selawe dan kuliner khas Kupat Ketheg resmi ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia.

Piagam penetapan tersebut secara simbolis diserahkan oleh Bupati dan Wakil Bupati Gresik kepada Camat Kebomas sebagai bentuk komitmen untuk menjaga dan melestarikan tradisi tersebut.

Antusiasme masyarakat sudah terlihat sejak sore hari. Deretan stan kuliner di sekitar kawasan Sunan Giri dipenuhi pengunjung yang ingin menikmati suasana khas Malam Selawe.

Salah satu pengunjung, Yuni (38), warga Jatirembe, mengaku sangat bahagia bisa mengikuti tradisi tersebut bersama keluarganya.

Meski sempat diguyur hujan saat berjalan menuju masjid, ia tetap merasakan kebahagiaan karena dapat mengikuti doa dan munajat bersama.

Menurutnya, Malam Selawe selalu menghadirkan pengalaman spiritual yang berkesan setiap tahunnya.

Malam itu juga terasa semakin istimewa. Setelah langit sempat cerah dengan nuansa jingga saat senja, hujan turun di kawasan Sunan Giri.

Bagi sebagian masyarakat Gresik, hujan tersebut justru dianggap sebagai hujan keberkahan yang menambah kekhidmatan tradisi Malam Selawe.

Pemerintah Kabupaten Gresik berharap tradisi ini terus dijaga sebagai warisan budaya sekaligus penguat nilai religius dan kebersamaan masyarakat di Kota Santri tersebut. (fs)