TUBAN – Kondisi jalan penghubung Desa Bunut menuju Plumpang, Kecamatan Widang, Kabupaten Tuban, kian memprihatinkan.
Kerusakan parah di sejumlah titik membuat akses vital di Tuban tersebut berubah menjadi jalur berbahaya bagi pengguna jalan, terutama saat hujan turun.
Pantauan di lapangan, Selasa (03/03/2026), terlihat lubang-lubang besar menganga hampir di sepanjang ruas jalan.
Saat hujan turun, genangan air menutupi lubang sehingga pengendara sulit memperkirakan kedalamannya.
Aspal di beberapa bagian juga tampak mengelupas dan terkikis, diduga akibat kualitas lapisan yang kurang maksimal serta tingginya curah hujan.
Tasripen, salah satu warga setempat, mengungkapkan bahwa kerusakan jalan tersebut bukan terjadi dalam waktu singkat.
Menurutnya, kondisi ini sudah cukup lama dikeluhkan warga, namun belum ada penanganan signifikan dari pihak terkait.
“Kalau malam hari sangat berbahaya, karena lubangnya tidak kelihatan. Sudah banyak pengendara jatuh,” ujarnya.
Keluhan serupa disampaikan warga lain berinisial S, yang mengaku menjadi korban akibat jalan rusak tersebut.
“Iya mas, jalannya rusak sampai Desa Klotok. Kemarin waktu pulang kerja saya jadi korban. Hujan rintik-rintik, jalan samar, ban belakang saya pecah dan velg bengkok. Parah, tidak sesuai dengan visi misi bangun desa,” ungkapnya.
Selain meningkatkan resiko kecelakaan, kondisi jalan rusak ini juga berdampak pada aktivitas ekonomi masyarakat.
Jalur tersebut merupakan akses utama distribusi hasil pertanian dan mobilitas warga sehari-hari.
Banyak kendaraan terpaksa melaju sangat pelan demi menghindari lubang.
Bahkan, sebagian pengendara memilih memutar arah untuk mencari jalur alternatif yang lebih aman.
Warga menduga, selain faktor cuaca ekstrem, kualitas pengerjaan proyek sebelumnya juga menjadi penyebab cepatnya kerusakan.
Aspal yang dinilai terlalu tipis dan tidak sesuai standar mempercepat munculnya lubang, terutama saat musim penghujan.
Masyarakat Desa Bunut dan sekitarnya mendesak Pemerintah Kabupaten Tuban segera turun tangan.
Mereka berharap dilakukan perbaikan menyeluruh, bukan sekedar tambal sulam yang dinilai tidak bertahan lama.
“Harapan kami bukan hanya ditambal, tapi diperbaiki total agar kuat dan tahan lama,” katanya.
Jalan ini dinilai memiliki peran strategis sebagai penghubung antar wilayah dengan volume kendaraan yang cukup padat.
Jika tidak segera diperbaiki, kerusakan dikhawatirkan semakin meluas dan memicu lebih banyak kecelakaan.
Warga berharap pemerintah segera melakukan survei lapangan, mengalokasikan anggaran, serta mempercepat proses perbaikan.
Infrastruktur jalan yang layak bukan sekedar fasilitas, melainkan kebutuhan mendasar dan hak masyarakat yang harus dipenuhi demi keselamatan dan kenyamanan bersama. (er)







