Infotaiment

MBG Jamberejo Bojonegoro Viral, Menu Dinilai Tak Sesuai Harapan

aksesadim01
9385
×

MBG Jamberejo Bojonegoro Viral, Menu Dinilai Tak Sesuai Harapan

Sebarkan artikel ini
IMG 20260224 WA0058

BOJONEGORO – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang baru dua hari digelar di bulan Ramadhan, Selasa (24/2/2026), justru menuai sorotan tajam dari sejumlah wali murid di Desa Jamberejo, Kecamatan Kedungadem, Kabupaten Bojonegoro.

Alih-alih meningkatkan asupan gizi siswa, menu yang disajikan dinilai jauh dari harapan.

Beberapa orang tua mengaku kecewa karena paket makanan yang diterima anak-anak mereka dinilai tidak mencerminkan konsep “bergizi seimbang”.

Pada hari kedua pelaksanaan di bulan Ramadhan, siswa disebut hanya menerima satu kotak susu ukuran 110 ml, satu bungkus roti, serta satu buah salak.

Kondisi tersebut memicu tanda tanya besar di kalangan orang tua.

“Kalau memang ini program makan bergizi, kok menunya seperti ini,” ujar salah satu wali murid dengan nada kecewa.

Tak hanya itu, pada hari pertama pelaksanaan di awal pekan, menu yang dibagikan juga menuai keluhan.

Saat itu siswa hanya menerima satu bungkus roti, dua butir kurma, dan satu butir telur bebek.

“Anak-anak tidak suka kurma, jadi banyak yang dibuang,” imbuhnya.

Program MBG sejatinya digadang-gadang sebagai langkah strategis untuk mendukung tumbuh kembang anak melalui asupan nutrisi yang cukup dan seimbang.

Namun, menurut sejumlah orang tua, realisasi di lapangan belum mencerminkan tujuan tersebut.

Mereka menilai, jika kualitas menu seperti ini terus berlanjut, program yang semestinya membawa manfaat justru bisa menjadi bumerang dan menurunkan kepercayaan publik.

“Kalau niatnya memberi makanan sehat, seharusnya diperhatikan betul kandungan gizinya,” keluh wali murid lainnya.

Diketahui, penyedia menu MBG di sejumlah sekolah di Desa Jamberejo adalah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Jamberejo, Kecamatan Kedungadem, Kabupaten Bojonegoro.

Saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp pada Selasa (24/2/2026), Kepala SPPG Jamberejo, Navis, belum memberikan tanggapan meski pesan telah terkirim dan terbaca.

Kasus ini menjadi pengingat bahwa program publik yang menyangkut kebutuhan dasar anak-anak tidak boleh dijalankan setengah hati.

Transparansi, pengawasan kualitas, serta standar kandungan gizi menjadi kunci agar program benar-benar tepat sasaran.

Para orang tua berharap Pemerintah Kabupaten Bojonegoro dan pihak terkait segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan MBG di Desa Jamberejo, Kecamatan Kedungadem, Kabupaten Bojonegoro.

Jangan sampai program yang menyedot perhatian masyarakat luas ini hanya berhenti sebagai agenda seremonial tanpa dampak nyata bagi generasi penerus bangsa.

Program makan bergizi gratis seharusnya bukan hanya slogan, melainkan komitmen nyata untuk memastikan masa depan anak-anak lebih sehat dan berkualitas. (er)