TNI/POLRI

Patroli Ramadan Ditingkatkan, SOTR di Surabaya Resmi Dilarang

aksesadim01
8792
×

Patroli Ramadan Ditingkatkan, SOTR di Surabaya Resmi Dilarang

Sebarkan artikel ini
IMG 20260224 WA0005

SURABAYA – Jajaran Polres Pelabuhan Tanjungperak menegaskan larangan keras kegiatan Sahur On The Road (SOTR) selama bulan Ramadan di wilayah Kota Surabaya.

Kepolisian memastikan patroli cipta kondisi akan digencarkan guna mencegah potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat Surabaya.

Kabagren Polres Pelabuhan Tanjungperak, Kompol Francoise Helena Mantiri, menegaskan bahwa kegiatan SOTR yang disertai konvoi kendaraan, penggunaan sound system berlebihan hingga petasan berisiko memicu keresahan warga Surabaya.

“Larangan SOTR ini demi keamanan dan kenyamanan masyarakat sendiri,” tegas Kompol Helena saat dikonfirmasi, Senin (23/2/2026).

Menurutnya, berdasarkan pengalaman tahun-tahun sebelumnya, kegiatan SOTR di Surabaya kerap berujung pada kerawanan sosial.

Mulai dari konvoi liar, balap jalanan, penggunaan petasan, hingga bentrokan antar kelompok seperti tawuran dan perang sarung.

“Sudah sering kegiatan SOTR berakhir ricuh dan mengganggu ketertiban umum,” tambahnya.

Polisi memastikan tak akan mentolerir pelanggaran. Jika ditemukan aktivitas SOTR di lapangan, petugas akan langsung melakukan pembubaran.

Tak hanya itu, sanksi juga akan diberikan sesuai tingkat pelanggaran.

Mulai dari teguran, pembinaan, tilang lalu lintas, hingga proses hukum apabila ditemukan unsur pidana seperti membawa senjata tajam, petasan ilegal, atau tindakan yang membahayakan keselamatan umum.

Langkah tegas ini merupakan bagian dari strategi pengamanan Ramadan agar masyarakat Surabaya dapat beribadah dengan aman dan nyaman.

Terpisah, Kasi Humas Polres Pelabuhan Tanjungperak, Iptu Suroto, menghimbau masyarakat untuk melaksanakan sahur di rumah masing-masing.

Ia menegaskan bahwa sesuai arahan Kapolres Pelabuhan Tanjungperak, AKBP Wahyu Hidayat, seluruh bentuk SOTR yang berpotensi mengganggu ketertiban umum tidak diperbolehkan.

“Kami mengajak masyarakat menjaga suasana Ramadan tetap kondusif. Jangan sampai kegiatan yang diniatkan untuk kebersamaan justru menimbulkan gangguan keamanan,” ujarnya.

Dengan patroli rutin dan pengawasan ketat, aparat berharap Ramadan tahun ini di Surabaya berjalan lebih tertib, aman, dan penuh kekhusyukan. (sam)