BOJONEGORO – Persatuan Jurnalis Indonesia (PJI) Bojonegoro kembali menunjukkan komitmennya dalam aksi kemanusiaan.
Melalui rapat rutin yang digelar pada Sabtu (11/7/2026), organisasi profesi wartawan ini memastikan program bantuan pemasangan listrik gratis bagi warga kurang mampu tetap berlanjut.
Rapat yang berlangsung di kediaman Wakil Ketua PJI Bojonegoro Bambang Setyawan, Desa Karangdowo, Kecamatan Sumberrejo, Kabupaten Bojonegoro, dihadiri Ketua, jajaran pengurus, anggota, serta penasihat PJI Bojonegoro.
Selain membahas agenda organisasi, pertemuan tersebut juga menjadi momentum untuk mengevaluasi sekaligus menyusun langkah lanjutan berbagai program sosial yang telah berjalan.
Salah satu keputusan penting dalam rapat itu adalah melanjutkan program bantuan pemasangan listrik yang selama ini mendapat dukungan penuh dari seluruh anggota.
Program tersebut dinilai memberi manfaat nyata bagi masyarakat yang selama bertahun-tahun belum memiliki akses listrik secara mandiri.
Memasuki triwulan kedua tahun 2026, PJI Bojonegoro kembali menargetkan penyaluran bantuan kepada dua keluarga penerima manfaat.
Saat ini proses pendataan dan verifikasi masih dilakukan agar bantuan benar-benar diterima warga yang paling membutuhkan.
Sebelumnya, program serupa telah berhasil menghadirkan aliran listrik bagi dua keluarga di Kecamatan Sumberrejo dan Kecamatan Kedungadem.
Bantuan itu tidak hanya menghadirkan penerangan di rumah, tetapi juga membuka peluang bagi keluarga penerima untuk menjalankan aktivitas sehari-hari dengan lebih baik.
Penasihat PJI Bojonegoro, Sutrisno atau yang akrab disapa Mbah Alek, mengapresiasi kekompakan dan semangat gotong royong seluruh anggota yang terus menjaga kepedulian terhadap masyarakat.
Menurutnya, PJI Bojonegoro bukan hanya menjadi wadah bagi para jurnalis untuk menjalankan profesinya, tetapi juga menjadi ruang untuk menumbuhkan nilai-nilai kemanusiaan melalui berbagai aksi sosial.
“Saya sangat mengapresiasi semangat gotong royong dan kepedulian seluruh anggota PJI Bojonegoro. Organisasi ini tidak hanya menjadi wadah bagi para jurnalis untuk berkarya, tetapi juga menjadi tempat menumbuhkan rasa kemanusiaan. Semoga kekompakan ini terus terjaga sehingga program-program sosial seperti bantuan pemasangan listrik dapat terus berjalan dan memberi manfaat bagi masyarakat yang benar-benar membutuhkan,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua PJI Bojonegoro, Syamsul Anam atau yang biasa disapa Anam Jozz, menegaskan bahwa program bantuan listrik lahir dari kepedulian para anggota yang secara sukarela menyisihkan sebagian rezekinya untuk membantu sesama.
Ia menyebut, nilai sebuah bantuan tidak diukur dari besarnya nominal, melainkan dari manfaat yang dirasakan oleh masyarakat penerima.
“Sedikit bantuan dari kita mungkin tidak seberapa, tetapi bagi saudara-saudara kita yang belum memiliki akses listrik, bantuan ini memiliki arti yang sangat besar. Program ini murni berasal dari sedekah dan uluran tangan seluruh anggota PJI Bojonegoro. Kami ingin membuktikan bahwa jurnalis tidak hanya bertugas menyampaikan informasi, tetapi juga memiliki kepedulian sosial dan hadir di tengah masyarakat,” katanya.
Menurutnya, program tersebut akan terus dikembangkan agar semakin banyak warga kurang mampu yang dapat menikmati akses listrik yang layak.
Selain memperkuat solidaritas internal organisasi, kegiatan sosial seperti ini juga menjadi bentuk nyata pengabdian PJI Bojonegoro kepada masyarakat.
Organisasi berharap semangat kebersamaan dan budaya saling membantu terus terjaga sehingga berbagai program sosial lainnya dapat terus diwujudkan.
Melalui langkah tersebut, PJI Bojonegoro ingin menegaskan bahwa profesi jurnalis bukan hanya hadir untuk menyampaikan informasi kepada publik, tetapi juga mampu menjadi bagian dari solusi atas persoalan sosial di tengah masyarakat.
Dengan semangat gotong royong dan kepedulian, organisasi ini berkomitmen terus menghadirkan program-program kemanusiaan yang memberi manfaat langsung bagi warga Bojonegoro. (Er)







