BOJONEGORO – Pemerintah Kabupaten Bojonegoro melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Dinkominfo) terus menggencarkan edukasi literasi digital kepada berbagai lapisan masyarakat.
Kali ini, Dinkominfo berkolaborasi dengan Dharma Wanita Persatuan (DWP) Perumda Air Minum Tirta Buana Kabupaten Bojonegoro menggelar edukasi bertajuk “Literasi Digital dan Menjadi Orang Tua yang Bijak di Era Digital”, Sabtu (18/7/2026), di Aula Bengawan Solo, Kantor Perumda Air Minum Tirta Buana.
Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen Dinkominfo dalam membangun budaya digital yang sehat, aman dan bertanggung jawab.
Sasaran utamanya adalah para orang tua yang memiliki peran besar dalam membimbing anak menghadapi tantangan dunia digital yang semakin kompleks.
Kepala Bidang Pengelolaan Informasi dan Komunikasi Publik (PIKP) Dinkominfo Kabupaten Bojonegoro, Akmal Ismail Yatim, yang hadir sebagai narasumber, menegaskan bahwa pendampingan orang tua menjadi kunci utama dalam mencegah dampak negatif penggunaan gawai pada anak.
Menurutnya, keluarga perlu memiliki aturan yang disepakati bersama terkait penggunaan gadget.
Salah satu langkah sederhana namun efektif adalah membatasi penggunaan ponsel saat momen kebersamaan, seperti ketika makan bersama keluarga.
“Pendampingan dari orang tua sangat penting. Buat aturan penggunaan gadget yang disepakati seluruh anggota keluarga dan pastikan komunikasi dengan anak tetap terbuka,” jelas Akmal.
Ia juga mengingatkan bahwa algoritma media sosial tidak selalu menghadirkan konten yang aman.
Tanpa disadari, pengguna, termasuk anak-anak, bisa saja menemukan konten negatif atau vulgar hanya karena menggulir beranda media sosial.
Lebih jauh, Akmal menjelaskan bahwa edukasi literasi digital tidak akan berjalan maksimal apabila tidak didukung keterlibatan aktif orang tua dalam mengawasi aktivitas digital anak di rumah.
Dalam kesempatan tersebut, ia juga memaparkan sejumlah tanda anak mulai mengalami kecanduan gadget.
Di antaranya, anak enggan didampingi orang tua saat menggunakan ponsel, mudah marah ketika perangkat diambil, hingga lebih memilih berinteraksi dengan layar dibanding lingkungan sekitar.
Selain persoalan kecanduan gawai, ancaman lain yang tak kalah serius adalah keberadaan predator daring yang kerap menyasar anak-anak melalui pesan langsung (direct message/DM) di media sosial maupun aplikasi perpesanan seperti WhatsApp.
Karena itu, orang tua dihimbau tidak hanya membatasi durasi penggunaan gadget, tetapi juga mengenal aktivitas digital anak, mengetahui media sosial yang digunakan, serta membangun komunikasi yang terbuka agar anak tidak ragu bercerita ketika menghadapi masalah di dunia maya.
“Bahaya di dunia digital bukan hanya konten negatif. Predator online juga bisa mendekati anak melalui DM. Karena itu, komunikasi yang baik antara orang tua dan anak menjadi benteng pertama untuk melindungi mereka,” ujar Akmal.
Melalui kegiatan ini, Dinkominfo Kabupaten Bojonegoro berharap anggota Dharma Wanita Persatuan Perumda Air Minum Tirta Buana semakin memahami pentingnya literasi digital dan mampu menjadi teladan dalam menciptakan lingkungan digital yang sehat di keluarga.
Ke depan, Dinkominfo Bojonegoro berkomitmen terus memperluas program literasi digital ke berbagai komunitas, organisasi, sekolah, hingga instansi di Kabupaten Bojonegoro.
Langkah tersebut diharapkan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat agar semakin cerdas, aman dan bijak dalam memanfaatkan teknologi informasi di era digital. (er)







