Infotaiment

PMI Bojonegoro Perkuat Kesiapsiagaan Bencana, Dua Desa Jadi Fokus Program

6546
×

PMI Bojonegoro Perkuat Kesiapsiagaan Bencana, Dua Desa Jadi Fokus Program

Sebarkan artikel ini
img 20260706 wa0011

BOJONEGORO – Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Bojonegoro terus memperkuat upaya pengurangan risiko bencana dengan melibatkan masyarakat secara langsung.

Salah satunya melalui pelatihan penyusunan dokumen Enhanced Vulnerability and Capacity Assessment (E-VCA) serta pemetaan risiko bencana yang digelar di Aula Unit Donor Darah (UDD) PMI Kabupaten Bojonegoro, Senin (6/7/2026).

Kegiatan tersebut dibuka oleh Ketua PMI Kabupaten Bojonegoro, Ninik Susmiati, dan menjadi bagian dari program peningkatan kesiapsiagaan menghadapi banjir akibat luapan Sungai Bengawan Solo.

Koordinator Program, Wahyu Theo Alfian, menjelaskan bahwa pelatihan ini merupakan bagian dari program kesiapsiagaan banjir yang mendapat dukungan dari PMI bersama Australian Red Cross.

Program ini difokuskan untuk memperkuat kapasitas masyarakat dalam menghadapi potensi bencana di wilayah rawan banjir.

Menurutnya, pelatihan akan berlangsung selama satu pekan dengan sasaran utama masyarakat di Desa Sumbangtimun, Kecamatan Trucuk, dan Desa Mulyorejo, Kecamatan Balen.

Dalam proses E-VCA dan pemetaan risiko, masyarakat tidak hanya menjadi peserta, tetapi juga berperan aktif mengidentifikasi berbagai potensi ancaman, tingkat kerentanan, hingga sumber daya yang dimiliki desa untuk menghadapi bencana.

“Hasil dari proses ini akan menjadi dasar dalam menyusun rencana aksi prioritas untuk mengurangi kerentanan sekaligus mengelola risiko bencana secara lebih efektif,” ujar Wahyu.

Sementara itu, Ketua PMI Kabupaten Bojonegoro, Ninik Susmiati, mengapresiasi dukungan pemerintah serta seluruh pihak yang terlibat dalam pelaksanaan program tersebut.

Dia menegaskan bahwa hasil pelatihan tidak berhenti pada penyusunan dokumen semata, melainkan akan ditindaklanjuti dengan berbagai program pengurangan risiko bencana di wilayah sasaran.

Menurut Ninik, langkah tersebut merupakan bagian dari komitmen PMI Kabupaten Bojonegoro dalam membangun masyarakat yang lebih tangguh, siap siaga, dan mampu merespon bencana secara mandiri sehingga dampak banjir Sungai Bengawan Solo dapat ditekan semaksimal mungkin.

“Peserta nantinya diharapkan mampu mengaplikasikan pengetahuan yang diperoleh secara langsung di tengah masyarakat, sehingga kesiapsiagaan bencana benar-benar terwujud di tingkat desa,” jelasnya.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Pengurus PMI Kabupaten Bojonegoro Bidang Sumber Daya Manusia (SDM) Djamari serta Kepala Markas PMI Kabupaten Bojonegoro Nur Hamid.

Melalui pelatihan ini, PMI Bojonegoro berharap lahir rencana aksi yang disusun berdasarkan kondisi riil di lapangan, sehingga setiap desa memiliki strategi mitigasi yang tepat dan mampu menghadapi ancaman banjir Bengawan Solo secara lebih cepat, terarah, dan berkelanjutan. (er)