Daerah

KOLEGA Jadi Andalan Ketahanan Pangan di Bojonegoro

aksesadim01
8746
×

KOLEGA Jadi Andalan Ketahanan Pangan di Bojonegoro

Sebarkan artikel ini
IMG 20260202 WA0027

BOJONEGORO – Pemerintah Kabupaten Bojonegoro melalui Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) terus menguatkan Program KOLEGA (Kolam Lele Keluarga) sebagai salah satu langkah strategis memperkokoh ketahanan pangan sekaligus meningkatkan ekonomi masyarakat berbasis rumah tangga.

Program yang mulai dirasakan manfaatnya secara luas sejak 2025 oleh warga Bojonegoro ini kembali dilanjutkan pada tahun 2026 dengan skema bantuan yang lebih besar dan sasaran penerima yang diperluas.

Kepala Bidang Perikanan Disnakkan Bojonegoro, M. Cholilur Rohman, menjelaskan bahwa KOLEGA dirancang sebagai program pemberdayaan keluarga melalui budidaya lele skala kecil dengan paket sarana dan prasarana yang lengkap, sehingga penerima bantuan dapat langsung memulai usaha tanpa modal awal.

“Pada tahun 2025, program KOLEGA telah menjangkau 414 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dengan berbagai model kolam, mulai buis beton hingga kolam terpal bundar. Bantuan kami berikan dalam bentuk paket lengkap agar langsung bisa dibudidayakan,” jelas Cholil.

Pada 2025, KOLEGA buis beton disalurkan kepada 134 KPM. Setiap penerima memperoleh dua unit kolam buis beton, benih ikan lele sebanyak 600 ekor yang disalurkan bertahap, pakan ikan ukuran 1 sebanyak 30 kilogram dan ukuran 2 sebanyak 60 kilogram, probiotik lima botol, dua seser, serta waring. Kolam ini memanfaatkan sumber air hujan sehingga lebih hemat biaya operasional.

Selain itu, KOLEGA kolam terpal bundar diameter dua meter diberikan kepada 280 KPM dengan dua skema pendanaan berbeda.

Skema pertama bersumber dari Insentif Fiskal (IF) yang menyasar 80 KPM.

Masing-masing menerima dua unit kolam terpal bundar, benih lele 2.000 ekor, pakan ukuran 1 sebanyak 30 kilogram, pakan ukuran 2 sebanyak 225 kilogram, tiga botol probiotik, dan seser.

Skema kedua berasal dari APBD Kabupaten Bojonegoro dengan jumlah penerima 200 KPM.

Bantuan yang diberikan meliputi dua unit kolam terpal bundar, benih ikan lele 2.000 ekor, pakan ikan ukuran 1 sebanyak 60 kilogram dan ukuran 2 sebanyak 120 kilogram, dua botol probiotik, serta dua buah seser.

Cholil menjelaskan, perbedaan komposisi paket bantuan disesuaikan dengan kondisi teknis lokasi dan kesiapan masing-masing penerima.

Untuk memastikan keberhasilan, Penyuluh Perikanan bersama Bidang Perikanan Disnakkan melakukan pendampingan intensif sejak awal budidaya hingga masa panen.

“Program ini tidak hanya sebatas pemberian sarana prasarana. Sebelumnya, penerima juga mendapatkan bimbingan teknis budidaya ikan dari berbagai narasumber, mulai akademisi hingga pelaku usaha perikanan di Bojonegoro. Pendampingan lapangan kami lakukan secara berkelanjutan agar hasil panen optimal,” ujarnya.

Memasuki tahun 2026, Disnakkan Bojonegoro kembali merencanakan penyaluran program KOLEGA kepada 335 KPM. Bantuan akan dibagi dalam dua kategori utama, yakni KOLEGA buis beton dan KOLEGA kolam terpal bundar.

KOLEGA buis beton direncanakan menyasar 135 KPM. Setiap penerima akan mendapatkan dua unit kolam buis beton berukuran tinggi satu meter dengan diameter satu meter, benih ikan lele 500 ekor, pakan ikan ukuran 1 sebanyak 30 kilogram dan ukuran 2 sebanyak 60 kilogram, lima botol probiotik, serta seser.

Sementara itu, KOLEGA kolam terpal bundar akan diberikan kepada 200 KPM.

Masing-masing penerima memperoleh tiga unit kolam terpal bundar diameter dua meter, benih ikan lele sebanyak 3.000 ekor, pakan ikan ukuran 1 sebanyak 60 kilogram, pakan ukuran 2 sebanyak 240 kilogram, tiga botol probiotik, dan seser.

Cholil menegaskan, KOLEGA menjadi bagian dari strategi besar Pemkab Bojonegoro dalam membangun ketahanan pangan berbasis keluarga sekaligus membuka peluang usaha produktif di sektor perikanan.

“Harapan kami, KOLEGA tidak hanya mencukupi kebutuhan protein keluarga, tetapi juga berkembang menjadi sumber pendapatan tambahan yang berkelanjutan bagi masyarakat,” pungkasnya. (er)