Olahraga

POPDA Jatim 2026 Dimulai, Bojonegoro Turunkan 28 Cabor

×

POPDA Jatim 2026 Dimulai, Bojonegoro Turunkan 28 Cabor

Sebarkan artikel ini

BOJONEGORO – Kontingen Kabupaten Bojonegoro resmi diberangkatkan untuk mengikuti Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) XV dan Pekan Paralimpik Pelajar Daerah (PEPARPEDA) III Jawa Timur 2026, Selasa (27/10/2026).

Sebanyak 345 orang yang terdiri atas atlet dan official membawa misi besar untuk mengharumkan nama daerah melalui persaingan olahraga tingkat provinsi.

Dengan kekuatan atlet yang tersebar dalam 28 cabang olahraga (cabor), Bojonegoro menargetkan raihan medali emas sebanyak-banyaknya sekaligus menembus peringkat 10 besar Jawa Timur.

Pelepasan kontingen berlangsung di depan Gedung Putih Pemerintah Kabupaten Bojonegoro.

Bupati Bojonegoro Setyo Wahono memimpin langsung prosesi tersebut, didampingi Wakil Bupati Nurul Azizah, Sekretaris Daerah Edi Susanto, jajaran pejabat pemerintah daerah, Ketua KONI Bojonegoro, Ketua NPCI Bojonegoro, serta perwakilan BPJS Ketenagakerjaan.

Para pelatih, official dan atlet turut hadir dalam momen pelepasan yang menjadi awal perjuangan kontingen Bojonegoro menghadapi kompetisi olahraga pelajar Jawa Timur.

345 Atlet Siap Bersaing, Target Tembus 10 Besar Jatim
POPDA XV dan PEPARPEDA III Jawa Timur 2026 dijadwalkan berlangsung pada 29 Oktober hingga 11 November 2026. Pertandingan akan dipusatkan di Kabupaten Ngawi dan Kota Surabaya.

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dinpora) Kabupaten Bojonegoro, Arief Nanang Sugianto, menjelaskan bahwa para atlet yang diberangkatkan merupakan hasil pembinaan dan seleksi POPDA tingkat kabupaten pada 2025.

Menurutnya, kontingen Bojonegoro membawa kekuatan atlet dari berbagai cabang olahraga, termasuk sejumlah nomor yang membutuhkan kemampuan teknik, ketahanan fisik, konsentrasi, dan mental bertanding yang kuat.

“Jumlah kontingen Bojonegoro 345 orang yang berlaga di 28 cabang olahraga (cabor), 30 orang di antaranya dari Pekan Paralimpik dari tiga cabor PEPARPEDA. Tempat pertandingan dipusatkan di Kabupaten Ngawi dan Surabaya,” papar Arief Nanang.

Keikutsertaan dalam dua ajang tersebut menjadi kesempatan bagi para atlet pelajar Bojonegoro untuk menguji kemampuan, mengukur hasil pembinaan, sekaligus bersaing dengan atlet-atlet terbaik dari kabupaten dan kota lain di Jawa Timur.

Dinpora Bojonegoro bersama jajaran pelatih dan atlet juga berkomitmen mengejar target prestasi yang telah ditetapkan.

Perolehan medali emas sebanyak-banyaknya menjadi sasaran utama, dengan harapan Bojonegoro mampu menembus jajaran 10 besar dalam klasemen akhir.

Kekuatan kontingen Bojonegoro tersebar di berbagai cabang olahraga. Sejumlah cabang mengirimkan atlet dalam jumlah cukup besar, di antaranya bola voli indoor, bola basket, sepak bola, atletik dan panahan.

Berikut rincian atlet dari 28 cabang olahraga yang mengikuti POPDA XV Jawa Timur 2026.

Balap sepeda: 6 atlet.
Bola basket: 20 atlet.
Bulu tangkis: 5 atlet.
Judo: 6 atlet.
Karate: 7 atlet.
Kempo: 6 atlet.
Panahan: 13 atlet.
Pencak silat: 10 atlet.
Petanque: 12 atlet.
Sepak bola: 20 atlet.
Taekwondo: 5 atlet.
Tenis lapangan: 5 atlet.
Angkat besi: 7 atlet.
Menembak: 4 atlet.
Gulat: 11 atlet.
Football: 8 atlet.
MMA: 7 atlet.
Tenis meja: 6 atlet.
Selam: 5 atlet.
Sepak takraw: 6 atlet.
Renang: 7 atlet.
Atletik: 20 atlet.
Tinju: 4 atlet.
Voli indoor: 24 atlet.
Voli outdoor: 2 atlet.
Catur: 6 atlet.
Muaythai: 4 atlet.
Pinball: 7 atlet.

Keberagaman cabang olahraga tersebut menunjukkan luasnya potensi atlet pelajar yang dimiliki Kabupaten Bojonegoro.

Setiap atlet diharapkan mampu memberikan penampilan terbaik sesuai kemampuan dan hasil latihan yang telah dijalani.

Persaingan dipastikan membutuhkan kesiapan fisik, strategi, konsistensi, serta kemampuan menjaga fokus selama pertandingan.

Dukungan pelatih dan official juga menjadi bagian penting dalam membantu atlet menghadapi tekanan kompetisi.

Selain POPDA, Bojonegoro juga mengirimkan atlet untuk berlaga dalam PEPARPEDA III Jawa Timur 2026.

Berdasarkan keterangan Dinpora Bojonegoro, terdapat 30 orang dalam kontingen Pekan Paralimpik yang mengikuti tiga cabang olahraga, yakni atletik, renang, dan tenis meja.

Rinciannya meliputi 16 atlet atletik, satu atlet renang, serta lima atlet tenis meja.

Keikutsertaan atlet dalam ajang paralimpik pelajar ini menjadi bagian penting dari upaya memberikan ruang berkompetisi dan berprestasi bagi pelajar penyandang disabilitas.

Melalui kompetisi tersebut, para atlet memiliki kesempatan untuk menunjukkan kemampuan terbaik sekaligus membawa nama Kabupaten Bojonegoro di tingkat provinsi.

Dukungan yang setara, pembinaan berkelanjutan, dan kesempatan bertanding menjadi unsur penting dalam mendorong perkembangan olahraga pelajar, termasuk olahraga paralimpik.

Dalam sambutannya, Bupati Bojonegoro Setyo Wahono menyampaikan apresiasi kepada seluruh atlet, pelatih dan official yang telah mempersiapkan diri untuk mengikuti POPDA XV dan PEPARPEDA III Jawa Timur 2026.

Dia menegaskan bahwa membawa nama daerah dalam kompetisi tingkat provinsi merupakan tanggung jawab besar yang harus dijalankan dengan semangat, disiplin dan dedikasi tinggi.

“Terima kasih kepada para atlet yang hari ini berangkat berjuang membawa nama baik Kabupaten Bojonegoro, serta kepada para pelatih dan official atas kerja samanya dalam melakukan pembinaan. Ini adalah tanggung jawab besar yang harus dibarengi dengan semangat, disiplin, dan dedikasi tinggi demi nama baik daerah,” ujar Setyo Wahono.

Menurutnya, keberhasilan seorang atlet tidak bisa diraih secara instan. Prestasi membutuhkan proses panjang, latihan yang konsisten, kerja keras, serta dukungan dan kebersamaan antara atlet, pelatih dan seluruh pihak yang terlibat.

Bupati juga mengingatkan bahwa kemenangan bukan satu-satunya ukuran keberhasilan dalam olahraga.

Sikap sportif dan penghormatan terhadap lawan harus tetap menjadi prinsip utama selama kompetisi berlangsung.

“Olahraga tidak hanya mengejar prestasi semata, tetapi sportivitas adalah hal pokok yang wajib kita junjung bersama. Terus berjuang, bangun kebersamaan, dan jaga nilai-nilai sportivitas,” tegasnya.

Pesan tersebut menjadi pengingat bagi seluruh atlet agar tetap menjaga sikap, menghormati keputusan pertandingan dan menunjukkan karakter positif sebagai pelajar sekaligus duta Kabupaten Bojonegoro.

Perlindungan Atlet dan Penyerahan Bendera Kontingen
Rangkaian pelepasan kontingen turut diisi dengan penyerahan simbolis perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan bagi para atlet.

Selain itu, dilakukan penyerahan atribut kontingen serta bendera kontingen dari Kepala Dinpora Bojonegoro kepada Bupati Setyo Wahono.

Prosesi tersebut menandai kesiapan kontingen untuk berangkat menuju lokasi pertandingan dan menjalankan misi olahraga yang telah dipersiapkan.

Dengan bekal pembinaan, dukungan pemerintah daerah, serta semangat para atlet, Bojonegoro berharap dapat mencatatkan hasil membanggakan dalam POPDA XV dan PEPARPEDA III Jawa Timur 2026.

Kini, perjuangan para atlet pelajar Bojonegoro memasuki tahap pembuktian.

Target meraih medali emas sebanyak-banyaknya dan menembus 10 besar Jawa Timur menjadi tantangan yang harus dijawab melalui kerja keras, konsistensi dan sportivitas di arena pertandingan. (er)