MALANG – Regenerasi kepemimpinan di lingkungan Divisi Infanteri 2 Kostrad menjadi momentum penting untuk memperkuat profesionalisme, meningkatkan efektivitas komando dan memastikan keberlanjutan kinerja satuan.
Pergantian pejabat bukan sekadar perubahan posisi dalam struktur organisasi, melainkan bentuk kepercayaan sekaligus tanggung jawab besar yang harus dijalankan dengan penuh integritas.
Pesan tersebut ditegaskan Panglima Divisi Infanteri 2 Kostrad, Mayjen TNI Primadi Saiful Sulun, S.Sos., M.Si., saat memimpin kegiatan serah terima jabatan dan laporan korps perwira menengah (Pamen) di Markas Divif 2 Kostrad, Singosari, Kabupaten Malang, Sabtu (24/10/2026).
Kegiatan ini menjadi penanda berakhirnya masa pengabdian sejumlah pejabat lama sekaligus dimulainya tanggung jawab baru bagi para perwira yang menerima amanah jabatan.
Momentum tersebut juga menjadi bagian dari upaya menjaga kesinambungan organisasi agar tetap mampu menjalankan tugas secara optimal.
Dalam arahannya, Mayjen TNI Primadi Saiful Sulun menekankan bahwa jabatan merupakan amanah yang harus dibuktikan melalui kinerja nyata, integritas dan keteladanan.
Kepercayaan yang diberikan kepada seorang pemimpin tidak cukup hanya tercermin dari kedudukan yang disandang, tetapi harus terlihat dari kemampuannya membawa organisasi mencapai sasaran yang telah ditetapkan.
Menurutnya, setiap pejabat memiliki tanggung jawab untuk mengambil keputusan secara tegas, memastikan pelaksanaan tugas berjalan efektif, serta mempertanggungjawabkan setiap kebijakan yang diambil.
Jabatan juga bukan tempat untuk sekadar mengejar kedudukan atau prestise.
Posisi kepemimpinan merupakan instrumen penting untuk menggerakkan organisasi, membina personel, dan memastikan seluruh prajurit dapat menjalankan tugas sesuai tanggung jawab masing-masing.
“Jabatan adalah amanah yang harus dipertanggungjawabkan melalui kinerja, integritas, dan keteladanan,” tegas Pangdivif 2 Kostrad.
Pesan tersebut menegaskan bahwa kualitas kepemimpinan militer tidak hanya diukur dari kemampuan memberikan perintah, tetapi juga dari kecakapan mengambil keputusan, keteguhan memegang prinsip dan kesediaan bertanggung jawab atas hasil pelaksanaan tugas.
Dalam rangkaian kegiatan tersebut, Pangdivif 2 Kostrad menyampaikan penghargaan kepada sejumlah perwira beserta istri atas dedikasi dan pengabdian selama menjalankan tugas di lingkungan organisasi.
Para perwira yang menerima penghargaan tersebut meliputi Kolonel Inf Chairi Suhanda, Kolonel Inf Gunawan, S.I.P., Kolonel Inf Tarman Wicaksono, S.E., Kolonel Inf Ali Ahmad Satriyadi, S.I.P., M.Tr.(Han)., serta Letkol Inf Ely Purwadi, S.I.P., M.I.P.
Penghargaan tersebut menjadi bentuk apresiasi atas kontribusi yang telah diberikan selama masa penugasan, sekaligus pengakuan terhadap pengabdian dalam mendukung pelaksanaan tugas satuan.
Pada kesempatan yang sama, sejumlah perwira menerima kepercayaan untuk mengemban tanggung jawab baru dalam struktur organisasi Divif 2 Kostrad.
Letkol Inf Afri Swandi Ritonga, S.I.P., dipercaya menjabat sebagai Asisten Operasi.
Sementara itu, Letkol Inf Bagus Setyawan, S.Hub.Int., mengemban tugas sebagai Asisten Personalia, dan Letkol Inf Tri Wiratno dipercaya menjabat sebagai Asisten Logistik.
Adapun Letkol Inf Muhammad Ridwan, S.Ag., menerima amanah sebagai Inspektur Utama Perbendaharaan Inspektorat.
Pergantian jabatan tersebut menjadi bagian dari dinamika organisasi yang membutuhkan kesiapan setiap personel untuk menyesuaikan diri dengan tanggung jawab baru, sekaligus menjaga kualitas pelaksanaan tugas dan fungsi masing-masing bidang.
Regenerasi Kepemimpinan untuk Memperkuat Organisasi
Regenerasi komando memiliki arti strategis bagi keberlangsungan organisasi militer.
Setiap pergantian pejabat diharapkan mampu menjaga kesinambungan program kerja, meningkatkan efektivitas pelaksanaan tugas, serta mendorong perbaikan pada aspek-aspek yang masih perlu ditingkatkan.
Dalam konteks tersebut, pejabat yang baru menerima amanah dituntut tidak hanya melanjutkan capaian yang telah dirintis pendahulunya, tetapi juga mampu membaca kebutuhan organisasi dan merumuskan langkah yang tepat sesuai tanggung jawabnya.
Kewenangan yang melekat pada jabatan harus diimbangi dengan akuntabilitas. Setiap keputusan perlu berorientasi pada kepentingan tugas, sedangkan pembinaan personel harus diarahkan untuk membentuk prajurit yang disiplin, profesional dan siap menghadapi tantangan penugasan.
Kualitas kepemimpinan juga tercermin dari kemampuan membangun kerja sama, menjaga soliditas dan memastikan sumber daya satuan digunakan secara efektif untuk mendukung pencapaian tujuan organisasi.
Melalui pergantian jabatan dan laporan korps Pamen tersebut, Divif 2 Kostrad menegaskan pentingnya kepemimpinan yang berintegritas, terukur dan berorientasi pada hasil.
Pada akhirnya, keberhasilan regenerasi tidak hanya ditentukan oleh siapa yang menduduki jabatan baru, tetapi juga oleh kemampuan setiap pemimpin menjalankan amanah, menjaga kepercayaan, dan memberikan kontribusi nyata bagi satuan.
Dengan semangat profesionalisme dan tanggung jawab, para pejabat diharapkan mampu memperkuat kinerja organisasi serta melanjutkan pengabdian kepada TNI Angkatan Darat, bangsa dan negara. (Fur)






