Daerah

TP PKK Bojonegoro Dorong Gayatri dan Pilah Sampah di Sidomulyo Kedungadem

×

TP PKK Bojonegoro Dorong Gayatri dan Pilah Sampah di Sidomulyo Kedungadem

Sebarkan artikel ini

BOJONEGORO — Program pengembangan ayam keluarga atau Gayatri kembali didorong Pemerintah Kabupaten Bojonegoro melalui Tim Penggerak PKK.

Kali ini, Desa Sidomulyo, Kecamatan Kedungadem, menjadi lokasi Kunjungan dan Pembinaan Tematik TP PKK Kabupaten Bojonegoro Tahun 2026, Senin (5/10/2026).

Mengusung tema “Pengembangan Gayatri, Pilah Sampah RT”, kegiatan tersebut tidak hanya menyoroti penguatan ketahanan pangan keluarga, tetapi juga mendorong masyarakat mengubah sampah rumah tangga menjadi sesuatu yang memiliki nilai ekonomi.

Ketua TP PKK Kabupaten Bojonegoro dr. Hj. Cantika Wahono hadir bersama jajaran pengurus TP PKK kabupaten.

Turut hadir Camat Kedungadem beserta Forkopimcam, Ketua TP PKK Kecamatan Kedungadem, para Ketua TP PKK desa se-Kecamatan Kedungadem, Kepala Desa Sidomulyo, Ketua TP PKK Desa Sidomulyo, serta sejumlah undangan.

Dalam kesempatan tersebut, TP PKK Kabupaten Bojonegoro menyerahkan sekitar 54 ekor ayam untuk mendukung pengembangan program Gayatri di Desa Sidomulyo.

Cantika mengatakan, program tersebut diarahkan agar setiap keluarga dapat memiliki ayam dalam jumlah yang cukup untuk mendukung kebutuhan pangan sekaligus membuka peluang tambahan pendapatan.

“Harapannya, masing-masing keluarga di setiap rumah bisa memiliki Gayatri sekitar lima sampai sepuluh ekor,” ungkap Cantika.

Menurutnya, Gayatri memiliki manfaat ganda. Selain dapat membantu memenuhi kebutuhan protein keluarga, telur yang dihasilkan juga berpotensi dijual sehingga memberikan tambahan pemasukan bagi rumah tangga.

“Manfaatnya bisa meningkatkan konsumsi protein, kemudian menambah pendapatan rumah tangga melalui penjualan telur dan membangun kemandirian ekonomi keluarga,” jelasnya.

Namun, pengembangan Gayatri bukan tanpa tantangan, Cantika menyebut persoalan harga dan ketersediaan pakan serta fluktuasi harga telur masih menjadi hal yang perlu dicarikan solusi.

“Persoalan pakan dan harga jual telur masih menjadi tantangan. Ini yang harus kita cari solusinya bersama-sama,” ujarnya.

Selain Gayatri, TP PKK Kabupaten Bojonegoro memberikan perhatian terhadap pengelolaan sampah dari tingkat rumah tangga.

Cantika mengajak masyarakat mulai membangun kebiasaan memilah sampah sejak dari rumah.

Sampah organik dan anorganik perlu dipisahkan agar masing-masing dapat dikelola sesuai jenisnya.

Sampah organik dapat dimanfaatkan menjadi kompos.

Sementara sampah anorganik dapat dikumpulkan melalui bank sampah atau diolah menjadi produk kerajinan yang memiliki nilai jual.

“Memilah sampah itu supaya menghasilkan uang atau bisa dimonetisasi juga perlu kita lakukan. Kita biasakan memilah sampah organik dan anorganik,” terang Cantika.

Menurutnya, bank sampah juga dapat menjadi salah satu sarana untuk membangun kebiasaan masyarakat dalam mengelola sampah sekaligus memberikan manfaat ekonomi.

Sampah yang telah dipilah dapat ditabung dan hasilnya dimanfaatkan sesuai kebutuhan masyarakat maupun kreativitas masing-masing desa.

“Menabung sampah melalui bank sampah juga bisa dikembangkan. Hasilnya bisa digunakan untuk membayar pajak atau kebutuhan lainnya, tergantung kreativitas masing-masing desa,” tambahnya.

Cantika mencontohkan sampah plastik bekas kemasan kopi yang dapat diolah menjadi berbagai produk kerajinan, termasuk tas.

Jika dikelola secara kreatif, barang yang sebelumnya dianggap tidak bernilai tersebut dapat berubah menjadi produk yang memiliki nilai ekonomi.

“Barang bekas atau sampah bisa dimanfaatkan menjadi kerajinan, seperti tas dari plastik bekas kemasan. Kalau dikembangkan dengan kreativitas, bisa menjadi produk yang bernilai dan menghasilkan uang,” pungkasnya.

Sementara itu, Ketua TP PKK Desa Sidomulyo, Ninik Yulianis, menyampaikan bahwa wilayahnya memiliki berbagai potensi yang masih dapat dikembangkan melalui program pemberdayaan masyarakat.

Desa Sidomulyo terdiri atas lima dusun, yakni Gembol, Mlaten, Selinggang, Sanggar, dan Gendong, jumlah penduduknya sekitar 3.653 jiwa.

Menurut Ninik, potensi sumber daya masyarakat dan wilayah tersebut menjadi modal penting untuk mendukung berbagai program pembangunan desa, termasuk pemberdayaan keluarga melalui kegiatan TP PKK.

Melalui pembinaan tematik tersebut, TP PKK Kabupaten Bojonegoro berharap pengembangan Gayatri dan gerakan pilah sampah tidak berhenti pada kegiatan seremonial.

Kedua program tersebut diharapkan dapat diterapkan secara berkelanjutan di tingkat keluarga dan desa.

Gayatri diarahkan untuk memperkuat konsumsi protein sekaligus membuka peluang tambahan pendapatan.

Sementara gerakan pilah sampah diharapkan mampu mengurangi persoalan lingkungan sekaligus menciptakan peluang ekonomi baru bagi masyarakat. (er)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *