TNI/POLRI

Nama Sejumlah Jenderal Polri Terseret Isu Penyadapan Presiden Prabowo, Mabes Polri Angkat Bicara

×

Nama Sejumlah Jenderal Polri Terseret Isu Penyadapan Presiden Prabowo, Mabes Polri Angkat Bicara

Sebarkan artikel ini

JAKARTA – Jagat media sosial dihebohkan dengan kabar dugaan penangkapan sejumlah perwira tinggi Kepolisian Republik Indonesia (Polri) yang dikaitkan dengan isu penyadapan terhadap Presiden Prabowo Subianto.

Informasi tersebut turut menyeret nama sejumlah jenderal hingga memunculkan berbagai spekulasi di tengah masyarakat.

Rumor yang beredar menyebutkan sedikitnya enam personel kepolisian, terdiri dari perwira tinggi dan perwira menengah, telah diamankan.

Mereka diklaim terlibat dalam dugaan aktivitas penyadapan yang menyasar sejumlah petinggi negara, termasuk Presiden Prabowo.

Menanggapi kabar yang semakin ramai diperbincangkan tersebut, Kepala Divisi Hubungan Masyarakat (Kadiv Humas) Polri, Irjen Pol. Johnny Eddizon Isir, akhirnya memberikan tanggapan.

Dalam keterangannya pada Selasa (3/11/2026), Johnny menyampaikan bahwa pihaknya masih perlu melakukan pengecekan terhadap informasi yang beredar.

“Nanti kami cek proses evaluasinya, ya, seperti itu,” kata Johnny.

Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa Mabes Polri belum memberikan konfirmasi mengenai kebenaran kabar penangkapan sejumlah jenderal yang dikaitkan dengan dugaan penyadapan Presiden Prabowo.

Di tengah derasnya informasi yang beredar di ruang digital, Polri mengingatkan masyarakat agar lebih berhati-hati dalam menerima maupun membagikan kabar yang belum jelas sumber dan kebenarannya.

Johnny menekankan pentingnya membangun ruang publik dan ruang digital yang dipenuhi informasi akurat, terpercaya, serta memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Saling bahu-membahu, wujudkan Indonesia di ruang publik, di ruang digital dengan informasi yang tepat, terpercaya, mencerdaskan bagi masyarakat. No hoax, no disinformasi,” ujar Johnny.

Pesan tersebut sekaligus menjadi pengingat agar masyarakat tidak mudah terpancing oleh informasi viral yang belum disertai penjelasan resmi dari pihak berwenang.

Sebelumnya, informasi mengenai dugaan penahanan enam personel Polri ramai beredar di berbagai platform media sosial.

Kabar tersebut menyebutkan bahwa sejumlah perwira tinggi hingga perwira menengah diduga diamankan berkaitan dengan perkara penyadapan terhadap petinggi negara.

Bahkan, muncul pula narasi yang mengaitkan seorang jenderal bintang empat dengan dugaan kasus tersebut.

Informasi itu kemudian memancing perhatian publik dan memunculkan beragam spekulasi mengenai siapa saja yang disebut terlibat.

Meski demikian, berbagai klaim yang beredar, termasuk mengenai identitas personel dan dugaan keterlibatan mereka, belum mendapatkan verifikasi resmi dari Mabes Polri.

Hingga kini, belum ada konfirmasi resmi yang membenarkan bahwa enam personel tersebut telah ditangkap atau ditahan karena dugaan penyadapan Presiden Prabowo.

Dengan demikian, informasi tersebut masih sebatas kabar yang beredar dan tidak dapat diperlakukan sebagai fakta.

Masyarakat dihimbau menunggu hasil pengecekan serta keterangan resmi kepolisian sebelum mengambil kesimpulan.

Sikap kritis dan bijak dalam bermedia sosial menjadi penting agar rumor yang belum teruji tidak berkembang menjadi disinformasi yang berpotensi menimbulkan keresahan publik. (dpw)