BOJONEGORO — Pemandangan berbeda terlihat di Kabupaten Bojonegoro, pada Senin (5/10/2026), Bendera Merah Putih berukuran raksasa dibentangkan di tengah kolaborasi TNI, pelajar, guru dan masyarakat untuk menyemarakkan HUT ke-81 TNI, HUT SMP Negeri 05 Bojonegoro, serta Hari Jadi Bojonegoro (HJB) ke-349.
Kolaborasi berbagai elemen itu menjadi ruang untuk menyatukan semangat nasionalisme, pendidikan karakter, pengabdian dan kecintaan terhadap daerah.
Salah satu aksi yang mencuri perhatian adalah formasi para pelajar SMP Negeri 05 Bojonegoro yang membentuk angka 81.
Formasi tersebut menjadi simbol peringatan 81 tahun perjalanan TNI dalam menjalankan tugas pengabdian kepada bangsa dan negara.
Tak berhenti di angka 81, para pelajar juga membentuk angka 349 sebagai bagian dari peringatan HJB ke-349.
Dua angka tersebut menjadi simbol yang menyatukan dua momentum sekaligus, yakni perjalanan panjang TNI dan sejarah Kabupaten Bojonegoro.
Di balik aksi tersebut terdapat peran keluarga besar SMP Negeri 05 Bojonegoro bersama jajaran guru, pembina, serta Kepala SMPN 05 Bojonegoro, Gofur.
Kegiatan tersebut sekaligus menjadi sarana pendidikan karakter bagi para pelajar.
Nilai kedisiplinan, kekompakan, kreativitas, nasionalisme dan gotong royong ditanamkan melalui kegiatan yang melibatkan mereka secara langsung.
Suasana semakin semarak ketika personel Brigif TP 33 Naga Sesha dan Batalyon TP 885 Belibis Putih Bojonegoro ikut berkolaborasi dengan masyarakat membentangkan Bendera Merah Putih berukuran 10 meter x 20 meter.
Ukuran bendera yang sangat besar tersebut menciptakan pemandangan yang mencolok sekaligus menjadi simbol persatuan.
Merah Putih tidak hanya menjadi atribut perayaan, tetapi juga menggambarkan semangat kebersamaan yang menyatukan berbagai elemen masyarakat.
Keterlibatan pelajar menjadi bagian penting dalam kegiatan tersebut.
Generasi muda ditempatkan bukan hanya sebagai peserta, tetapi sebagai bagian dari upaya meneruskan nilai-nilai kebangsaan dan semangat pembangunan.
Melalui kegiatan bersama, para pelajar diajak memahami bahwa nasionalisme dapat diwujudkan melalui tindakan sederhana seperti menjaga kekompakan, disiplin, menghargai perbedaan dan bekerja bersama.
Sementara dari sisi TNI, kehadiran bersama pelajar dan masyarakat memperlihatkan semangat kemanunggalan dengan rakyat.
Pendidikan dan masyarakat pun menjadi bagian dari ruang bersama untuk memperkuat persatuan.
Kegiatan tersebut dikoordinasikan Panitia BM (Budal Makmur) di bawah pimpinan Ali Syafaat.
Sejumlah unsur turut dilibatkan untuk menyukseskan kegiatan yang membawa pesan persatuan tersebut.
Dukungan juga datang dari EFOS Indonesia (Energy For Synergy) melalui Erwanto.
Konsep Energy For Synergy menjadi bagian dari semangat kegiatan, yakni mempertemukan energi, gagasan dan potensi berbagai elemen untuk menghasilkan dampak positif bagi masyarakat.
Momentum HUT TNI ke-81, HUT SMPN 05 Bojonegoro dan HJB ke-349 pun tidak berhenti pada kemeriahan.
Ada pesan yang ingin disampaikan melalui aksi tersebut yakni, persatuan perlu diwujudkan melalui kerja bersama.
Merah Putih raksasa berukuran 10 x 20 meter menjadi simbol utama.
Formasi angka 81 mengingatkan perjalanan pengabdian TNI, sedangkan angka 349 menjadi penanda perjalanan panjang Kabupaten Bojonegoro.
Di tengah kedua simbol tersebut, para pelajar menjadi gambaran generasi penerus yang akan melanjutkan perjalanan bangsa dan daerah.
Dari Bojonegoro, semangat tersebut dirangkum dalam satu pesan: TNI bersama rakyat, pendidikan bersama generasi muda dan masyarakat bersama-sama membangun daerah.
Berbeda peran, tetapi tetap satu semangat untuk Indonesia dan Bojonegoro yang lebih maju, makmur, dan membanggakan. (er)










